Friday, September 17, 2021
Home Berita Ekonomi Lintas Global: Rencana Pajak Demokrat, Pembicaraan Biden-Xi, Data Inflasi, Pipa Gazprom

Lintas Global: Rencana Pajak Demokrat, Pembicaraan Biden-Xi, Data Inflasi, Pipa Gazprom

Partai Demokrat Amerika Serikat sedang menyusun rencana untuk menaikkan pajak atas pembelian kembali saham. Joe Biden menghubungi Xi Jinping untuk meredakan ketegangan AS-China, tetapi hal itu tampaknya menunjukkan sedikit perubahan. Saham akan dibuka menguat tetapi masih ada di jalur pelemahan untuk minggu ini. Data harga produsen AS untuk Agustus akan dirilis, dan Gazprom (MCX:GAZP) akhirnya menyelesaikan pembangunan pipa gas Nord Stream 2 yang kontroversial. Inilah yang perlu Anda ketahui di pasar keuangan pada hari Jumat, 10 September.

1. Demokrat usul kenai pajak ‘buyback’ saham

Partai Demokrat AS sedang menyusun undang-undang yang akan mengenakan pajak pembelian kembali saham dan berusaha menambah pendapatan baru untuk mendanai kebijakan belanjanya yang ekspansif.

Proposal itu, yang disusun oleh Senator Sherrod Brown (Ohio) dan Ron Wyden (Oregon), akan mengenakan cukai 2% untuk pembelian kembali, yang telah menjadi sarana distribusi pilihan kepada para pemegang saham bagi banyak perusahaan AS dan menyumbang sekitar 52% dari semua pengembalian pemegang saham dari S&P 500 perusahaan tahun lalu.

Berita itu muncul kala anggota parlemen Demokrat berdebat soal bagaimana mengalokasikan dana $3,5 triliun yang ingin dibelanjakan di bawah RUU yang sekarang tengah berjalan melalui Kongres AS. Retribusi pembelian kembali dilaporkan hanya akan mengumpulkan $172 miliar selama 10 tahun, menurut The Wall Street Journal.

2, Biden dan Xi berbicara via panggilan telepon

Presiden AS Joe Biden menelepon Presiden China Xi Jinping untuk pertama kalinya dalam enam bulan untuk menghilangkan tensi panas dari hubungan yang gagal membaik sejak Donald Trump yang lebih agresif meninggalkan kantor di Gedung Putih.

Sinyal dari kedua sisi mengisyaratkan tidak ada perubahan besar dalam kebijakan yang terjadi.

Itu muncul hanya beberapa minggu setelah keluarnya AS dari Afghanistan, yang telah menciptakan kekosongan kekuasaan yang oleh China telah mengindikasikan akan mengisi sebagian kekosongan. China memberikan bantuan $31 juta kepada Afghanistan pada hari Kamis dan telah mengisyaratkan niatnya untuk bekerjasama dengan Taliban. Namun, bantuan yang dialokasikan itu tidak dapat menggantikan dukungan keuangan dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan World Bank, yang keduanya telah menangguhkan pekerjaannya dengan negara tersebut.

Kesibukan dari Gedung Putih dalam beberapa hari terakhir telah membantu menggeser agenda berita akhir-akhir ini, dengan munculnya mandat vaksin untuk pegawai federal dan gugatan terhadap undang-undang aborsi Texas mengalihkan perhatian dari Asia Tengah.

3. Saham AS akan dibuka menguat; Data PPI jadi fokus

Saham-saham AS akan dibuka menguat nantinya dan membalikkan kerugian Kamis tetapi masih di jalur untuk mencatatkan pekan negatif pertama dalam tiga minggu.

Pada pukul 06:20 AM ET, Dow Jones futures naik 176 poin, atau 0,5%, sementara S&P 500 futures naik 0,4% dan Nasdaq 100 futures menguat 0,3%.

Perhatian akan diberikan kemudian pada data inflasi harga produsen AS pada pukul 8:30 AM ET, di mana diharapkan data akan mencapai tingkat tertinggi multi tahun baru sebesar 8,2%.

Saham yang kemungkinan menjadi fokus berita tentang masalah hukum terhadap batas harga di Kota New York mendukung pergerakan harga saham perusahaan pengiriman makanan seperti Uber (NYSE:UBER) dan DoorDas.

4. Gazprom selesaikan pembangunan pipa Nord Stream 2, tetapi harga gas terus naik

Harga gas alam Eropa sedikit turun setelah perusahaan raksasa gas Rusia Gazprom mengatakan telah menyelesaikan pembangunan pipa Nord Stream 2, yang membawa gas Rusia di bawah Laut Baltik langsung ke Jerman, pasar terbesar di benua itu.

Berita itu menimbulkan harapan pasokan akan meningkat dengan cepat sehingga bisa memungkinkan Eropa untuk dapat mengisi kapasitas penyimpanan menjelang musim dingin.

Harga gas alam Inggris telah naik tiga kali lipat tahun ini karena pasokan yang lebih rendah dari Rusia dan adanya tekanan permintaan dari pembangkit listrik setelah pembangkit dari energi terbarukan (terutama angin) telah turun karena tekanan atmosfer yang tinggi di Eropa. Harga naik lagi pada Jumat pagi setempat sebesar 1,7%, karena masalah jangka pendek dengan pasokan melebihi prospek bantuan dalam beberapa bulan.

5. Harga minyak naik, masalah produksi Teluk AS terus berlanjut

Harga minyak mentah naik lagi $1 per barel di tengah masalah pemulihan produksi di Teluk Meksiko dampak terjangan Badai Ida.

Royal Dutch Shell (LON:RDSa), operator lepas pantai terbesar di wilayah tersebut, menyatakan force majeure pada beberapa kontraknya hari Kamis. Ini menjadi sebuah langkah yang menunjukkan bahwa mereka mengharapkan anjungan perairan dangkal West Delta-143, yang berfungsi sebagai pusat untuk berbagai jalur pipa produksi, akan tetap terpengaruh selama beberapa waktu.

Pihak berwenang AS memperkirakan hanya di bawah 80% dari produksi Teluk tetap berhenti operasi, lebih dari seminggu setelah Badai Ida mendarat. Itu berarti Ida telah membuang lebih banyak minyak dari pasar bulan ini daripada yang ditambahkan OPEC dan mitranya.

Pada pukul 06:30 AM ET, harga minyak mentah AS naik 1,7% di $69,27 per barel, sementara Brent berjangka naik 1,7% ke $72,63 per barel. Jumlah pengeboran minyak Baker Hughes dan data penentuan posisi spekulatif bersih CFTC akan dirilis nanti.

( investing.com )

Most Popular

MoU PT SMI dan Bloomberg Philanthropies Tunjukkan Komitmen Indonesia Transisi ke Energi Bersih

Saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) antara PT SMI dan Bloomberg Philanthropies, yang dilakukan secara virtual pada...

Ekspor Indonesia Agustus 2021 Mencapai Rekor Tertinggi US$ 21,42 Miliar

Di tengah pandemi yang masih berlangsung, pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut hal ini dapat dilihat dari nilai ekspor Indonesia terakselerasi positif. Pada...

Harga Karet Naik Dua Hari Berturut-turut

Harga karet kembali naik pada hari Rabu karena data ekonomi yang melemah,lebih lemah dari data ekonomi dan kenaikan kasus virus corona di...

Rupiah Kamis Berakhir Balik Terkoreksi ke Rp14.252/USD; Dollar di Eropa Menanjak, Perhatian ke Pertemuan the Fed

Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (16/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir balik terkoreksi, melepas gain sesi siangnya, sementara dollar...

Recent Comments