Sunday, June 20, 2021
Home Berita Komoditas Harga minyak turun menjelang pertemuan OPEC+, Senin (4/1)

Harga minyak turun menjelang pertemuan OPEC+, Senin (4/1)

Harga minyak turun pada perdagangan perdana tahun 2021. Senin (4/1), harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari 2021 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 48,45 per barel, turun 0,14% ketimbang harga Kamis (31/12).

Harga minyak brent untuk pengiriman Maret 2021 di ICE Futures pagi ini juga turun tipis 0,08% ke US$ 51,76 per barel dari harga Kamis pekan lalu.

OPEC+ akan bertemu pada hari ini untuk menentukan besaran produksi minyak di tengah lonjakan kasus virus corona. Rusia mengungkapkan bahwa OPEC+ bisa menambah produksi 500.000 barel per hari pada bulan Februari.

Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo kemarin mengatakan bahwa outlook minyak sangat bervariasi dan masih ada risiko penurunan yang perlu diantisipasi. Menurut data JBC Energy, produksi OPEC naik 190.000 barel per hari menjadi 25,3 juta barel per hari pada bulan Desember.

Kenaikan dipicu oleh peningkatan produksi di Libya. Selain itu, kenaikan pasokan juga berasal dari Angola, Iran, Uni Emirat Arab, Velezuela, dan Aljazair.

Tahun lalu, harga minyak mencetak volatilitas tinggi meski ditutup di harga US$ 51 per barel untuk minyak brent. Pada bulan April, harga emas merosot hingga minus karena ada pandemi corona dan perang harga antara Arab Saudi dan Rusia.

Meski harga US$ -40 per barel tidak akan terjadi tahun ini, lockdown baru dan strain baru corona masih bisa menekan permintaan minyak tahun ini. “Dampak permintaan sangat berpengaruh,” kata Peter McNally, global sector lead for industrials, material, and energy di Third Bridge.

Sementara produksi minyak dan bahan-bakar cair dunia tahun lalu turun menjadi 94,25 juta barel per hari dari tahun sebelumnya 100,61 juta barel per hari. Energy Information Administration (EIA) memperkirakan produksi kemungkinan hanya akan mencapai 97,42 juta barel per hari pada tahun ini.

EIA juga menyebut, konsumsi minyak dan bahan bakar cair tahun 2020 turun menjadi 92,4 juta barel per hari, turun 9% dari tahun sebelumnya 101,2 juta barel per hari.

Perubahan konsumsi akan mengubah bisnis penyulingan juga. Menurut Morgan Stanley, sekitar 1,5 juta barel per hari kapasitas penyulingan ditutup akibat perubahan ini.

Harga minyak selanjutnya masih akan volatile dalam beberapa bulan. “Pasar minyak kacau dan bergejolak selama 12 bulan terakhir dengan implikasi jangka panjang ketika kita mulai membentuk kontur normalitas baru menuju keseimbangan pasca-virus,” kata analis Mitsubishi UFJ Financial Group kepada Reuters.

Buka Akun Trading
MetaTrader Olymp Trade

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Harga Emas Antam Sudah Turun Rp 24.000, Buyback-nya Anjlok Rp 34.000

Harga emas Antam hari ini berada di level Rp 920.000 per gram. Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam hari juga tak...

Dolar AS Kian Perkasa Sikapi Rencana Kenaikan Suku Bunga The Fed

Dolar AS memperpanjang kenaikan terhadap sekeranjang mata uang pada akhir perdagangan Jumat. Dolar AS menguat setelah rencana Federal Reserve AS mengejutkan pasar...

OPEC Perkirakan Produksi AS Turun, Harga Minyak Naik Jadi USD73,5/Barel

Harga minyak rebound pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah sumber OPEC mengatakan bahwa kelompok produsen minyak memperkirakan pertumbuhan produksi minyak...

Harga Kakao di New York Turun ke Harga Terendah 3 Bulan

Harga kakao pada penutupan pasar hari Kamis mixed, dengan harga kakao di New York turun ke harga 3 bulan terendah, karena panen...

Recent Comments