Sunday, September 19, 2021
Home Berita Komoditas Harga Minyak Turun Jumat, tapi Tetap di Atas Level $70 per Barel

Harga Minyak Turun Jumat, tapi Tetap di Atas Level $70 per Barel

Harga minyak turun Jumat (23/07) pagi di Asia, tetapi mempertahankan sebagian besar kenaikan tiga hari, di tengah optimisme berkembang bahwa permintaan yang meningkat akan memperketat pasar global komoditas ini.

Harga minyak Brent turun 0,33% di $73,55 per barel pukul 10.54 WIB menurut data Investing.com dan harga minyak WTI turun 0,33% di $71,67 per barel setelah menguat lebih dari 8% dalam tiga sesi sebelumnya.

Namun, baik Brent dan WTI berjangka tetap berada di atas $70, dan harga hampir tidak berubah saat minggu ini hampir berakhir. Cairan hitam telah memulihkan hampir semua kerugiannya dari awal pekan ini, ketika kekhawatiran tentang meningkatnya jumlah kasus COVID-19 yang melibatkan varian Delta secara global mengaburkan prospek permintaan bahan bakar dan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) menyelesaikan sengketa pasokan sehingga menyebabkan penurunan harga pada hari Senin.

Peluncuran vaksin COVID-19 yang memungkinkan ekonomi untuk dibuka kembali berkontribusi pada reli minyak mentah pada tahun 2021 seiring meningkatnya permintaan bahan bakar dan mengurangi kelebihan pasokan yang menumpuk selama pandemi.

Namun, kemunculan dan penyebaran varian Delta COVID-19 telah memperlambat reli itu, pasalnya negara-negara memberlakukan kembali langkah-langkah pembatasan untuk mengekang penyebaran wabah terbarunya.

AS berada “pada momen penting lainnya,” dalam pandemi kata Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS Rochelle Walensky, dengan kasus COVID-19 utamanya muncul di bagian populasi yang tidak divaksinasi, meningkat di negara itu.

Meski begitu, investor tetap didorong oleh data Kamis dari Badan Informasi Energi (EIA) AS yang menunjukkan penurunan 121.000 barel dalam persediaan bensin, sebuah indikasi bahwa permintaan tetap tinggi saat berlangsungnya musim mengemudi di musim panas ini.

Sementara itu, penyelesaian perselisihan OPEC+ di awal bulan akan melihat 400.000 barel per hari ditambahkan ke pasar mulai Agustus hingga pemotongan pasokan yang diberlakukan pada awal COVID-19 sepenuhnya dibalik. Investor juga terus memantau kemajuan yang dibuat oleh Iran dan negara dunia lainnya untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 yang akan mencabut sanksi AS atas pasokan minyak mentahnya.

( investing.com )

Most Popular

Harga Minyak Dunia Turun, WTI Dipatok USD71,9/Barel

JAKARTA - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB), karena perusahaan-perusahaan energi di Teluk Meksiko AS...

Harga Emas Berjangka Turun Tertekan Penguatan Dolar

JAKARTA - Harga emas berjangka melanjutkan penurunannya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga emas memperpanjang kerugian untuk hari ketiga berturut-turut...

Ada Omnibus Law dan OSS, Indonesia Ajak Pengusaha Thailand Tingkatkan Investasi

Investor Thailand harus memanfaatkan kemudahan investasi di Indonesia seiring semakin kondusifnya iklim investasi di Tanah Air saat ini. Hal...

Indeks Dolar AS Sentuh Level Tertinggi dalam 3 Minggu

Nilai tukar (kurs) Dolar mencapai tertinggi tiga minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Dolar...

Recent Comments