Friday, July 1, 2022
Home Berita Komoditas Harga Minyak Sawit Turun Setelah Presiden Jokowi Membuka Kembali Ekspor Minyak Sawit...

Harga Minyak Sawit Turun Setelah Presiden Jokowi Membuka Kembali Ekspor Minyak Sawit 23 Mei 2022

Harga minyak sawit turun pada penutupan pasar hari Kamis setelah Presiden Jokowi memberi pengumuman bahwa akan membuka ekspor minyak sawit dan turunannya pada hari Senin 23 Mei 2022 dengan pertimbangan sebagai berikut :

  • Berdasarkan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini serta mempertimbangkan adanya 17 juta orang tenaga kerja di industri sawit, baik petani, pekerja, dan juga tenaga pendukung lainnya
  • Kebutuhan nasional untuk minyak goreng curah adalah sebesar kurang lebih 194 ribu ton per bulannya. Pada bulan Maret, sebelum dilakukan pelarangan ekspor, pasokan Indonesia hanya mencapai 64,5 ribu ton. Namun setelah dilakukan pelarangan ekspor di bulan April, pasokan Indonesia mencapai 211 ribu ton per bulannya, melebihi kebutuhan nasional bulanan.
  • Pada bulan April, sebelum pelarangan ekspor, harga rata-rata nasional minyak goreng curah berkisar kurang lebih Rp19.800, dan setelah adanya pelarangan ekspor, harga rata-rata nasional turun menjadi Rp17.200–Rp17.600.

Meskipun ekspor dibuka, pemerintah akan tetap mengawasi dan memantau dengan ketat untuk memastikan pasokan tetap terpenuhi dengan harga terjangkau

Harga minyak sawit Agustus di Bursa Malaysia Derivative Exchange turun 60 ringgit atau 0.98% menjadi 6,074 ringgit ($1,379.67) per ton.

Harga minyak sawit diperkirakan akan melanjutkan penurunan apabila ekspor minyak sawit Indonesia dibuka kembali pada hari Senin, sehingga persediaan minyak sawit global akan naik.

Penurunan harga ditambah dengan produksi diperkirakan akan meningkat karena tenaga kerja di perkebunan sawit di Indonesia akan bekerja secara penuh karena untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor, demikian juga di Malaysia para pekerja asing sudah dapat kembali bekerja membuat produksi minyak sawit meningkat.

Dengan turunnya harga minyak sawit maka diperkirakan permintaan minyak sawit naik karena pembelian kembali oleh importir besar India dan Cina, dan bisa bersaing dengan minyak nabati lain terutama minyak kedelai.

Pasar menantikan akan pajak ekspor minyak sawit Malaysia untuk bulan Juni.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama 6,060 ringgit, berikut ke 5,840 ringgit sedangkan resistant pertama di 6,340 ringgit dan berikut ke 6,530 ringgit.

( vibiznews )

Most Popular

Harga Kakao Turun ke Terendah 11 Bulan

Harga kakao pada penutupan pasar hari Kamis turun. Penurunan harga selama seminggu. Harga kakao pada hari Kamis di New York turun ke terendah 11...

Forex Eropa EURUSD 1 Juli: Sentimen Masih Bearish

Di tengah perdagangan forex sesi Eropa Jumat (1/7/2022) posisi euro dalam pair EURUSD masih bergerak bearish di area support harian secara teknikal. Selain oleh...

Harga Minyak WTI Lanjutkan Penurunan, Brent Cetak Gain Mingguan

Harga minyak mentah dunia beranjak naik di pasar komoditas sesi Eropa hari Jumat (1/7/2022) dan masuki area resisten harian secara teknikal.  Terpantau  harga minyak...

Harga Emas Awal Juli Semakin Murah, Terendah dalam 5 Bulan

Harga emas terpantau semakin murah pada perdagangan sesi Eropa hari Jumat (1/7/2022) yang telah menembus posisi support kuat secara teknikal. Harga emas meluncur untuk...

Recent Comments