Wednesday, June 23, 2021
Home Berita Komoditas Harga Minyak Sawit Lanjut Turun Masih di Harga Terendah 2 Minggu

Harga Minyak Sawit Lanjut Turun Masih di Harga Terendah 2 Minggu

Harga minyak sawit lanjut turun pada penutupan pasar hari Kamis masih di harga  terendah 2 minggu karena kekhawatiran turunnya ekspor akibat Cina menaikkan impor minyak sawit dari Indonesia.

Harga minyak sawit Maret di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 162 ringgit, atau 4.4% menjadi 3,530 ringgit ($875.06) per ton, terendah sejak 29 Desember.

Harga minyak sawit sempat turun 5%   mencapai  harga terendah lebih dari 2 minggu sebelum penutupan pasar setelah itu harga sempat naik sehingga ditutup turun 4.4%.

Pada hari Kamis ini penurunan harga minyak sawit paling besar selama 8 bulan karena perkiraan turunnya ekspor Malaysia sebesar 40% selama 1 Januari – 15 Januari dari bulan lalu. Laporan cargo surveyor akan diumumkan pada hari Jumat.

Harga juga turun karena Diplomat Cina mengatakan pada hari Rabu, bahwa Cina akan meningkatkan impor produk Indonesia dan meningkatkan investasi di Indonesia, negara terbesar ekonominya di Asia Tenggara.

Harga di bursa Malaysia dan Dalian mengalami penurunan  karena permintaan Cina, negara pembeli minyak sawit terbesar kedua di dunia,    berkurang  akibat adanya lockdown,  mengakibatkan  konsumsi menjelang Tahun Baru Cina dikurangi, dan mengurangi pembelian untuk persediaan sebelum perayaan Tahun Baru.

Negara India dan Cina menunda sementara pembelian di awal tahun setelah melakukan pembelian besar di Nopember dan Desember sebelum kenaikan pajak ekspor dan biaya restribusi diterapkan.

Semua pembelian diselesaikan saat sekarang daripada pada saat pengiriman di Februari dan Maret dikenakan pajak ekspor, sehingga keuntungan lebih sedikit bagi para pedagang.

Harga minyak sawit  masih turun karena berkurangnya ekspor minyak sawit Malaysia, namun produksi minyak sawit di Malaysia dan Indonesia mengalami penurunan karena kekurangan tenaga kerja  hal ini  menjadi faktor kenaikan harga yang menghambat penurunan lebih lanjut

Produksi dari minyak nabati global berkurang karena produksi dari biji-bijian berkurang. Produksi  minyak kedelai global berkurang karena hambatan dari produksi di Amerika Selatan, Argentina dan Brazil  turun akibat cuaca kering.

Harga minyak sawit yang tinggi menyebabkan berpindahnya pembeli ke minyak nabati lain, seperti minyak kedelai dan canola.

Harga minyak kedelai di Dalian turun 3% dan harga minyak sawit turun 3.7%. Harga minyak kedelai di CBOT turun 1.4%.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama di 3,520 ringgit kemudian ke 3,460 ringgit sedangkan resistant pertama di 3,800 ringgit dan berikut ke 3,840 ringgit .

( vibiznews )

Buka Akun Trading
MetaTrader Olymp Trade

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Harga Gula Turun ke Harga Terendah 2 1/4 Bulan

Harga gula pada penutupan hari Selasa turun harga gula London turun ke terendah 2 1/4 bulan, karena curah hujan meningkat di Brazil.Harga...

Rupiah Rabu Ditutup Melemah ke Rp14.432/USD; Dollar di Eropa Agak Flat, Pernyataan the Fed

Dalam pergerakan pasar uang awal pekan Rabu sore ini (23/6), nilai tukar rupiah terhadap dollar ditutup melemah, dengan mengurangi loss sesi siangnya,...

Harga Karet Tocom Rebound dari Pelemahan 4 Sesi, SHFE Melompat ke Tertinggi 2 Pekan

Setelah tertekan selama 4 sesi berturut, harga karet Tocom rebound dari posisi terendah 2 bulan pada perdagangan hari Rabu (23/6/2021), demikian dengan...

Rupiah Rabu Siang Melemah ke Rp14.445/USD; Dollar di Asia Melanjutkan Rebound

Dalam pergerakan pasar uang awal pekan Rabu siang ini (23/6), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, menambah loss sesi paginya, sementara...

Recent Comments