Wednesday, June 23, 2021
Home Berita Ekonomi Harga Minyak Berakhir Menguat ke Level Tertinggi

Harga Minyak Berakhir Menguat ke Level Tertinggi

Harga minyak ditutup di level tertinggi sembilan bulan pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), mencatat kenaikan tujuh minggu berturut-turut ditopang harapan membaiknya permintaan bahan bakar minyak ketika investor fokus pada peluncuran vaksin COVID-19 dan penurunan dolar AS pekan ini.

Patokan global, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari naik 76 sen atau 1,5%, menjadi menetap di USD52,26 per barel setelah menyentuh USD52,48 level tertinggi sejak Maret, dilansir dari Antara, Sabtu (19/12/2020).

Sementara itu, minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik 74 sen atau 1,5% menjadi 49,10 dolar AS, setelah mencapai 49,28 dolar AS, tingkat tertinggi sejak Februari.

Untuk minggu ini, WTI melonjak 5,4%, sementara Brent naik 4,6%, berdasarkan kontrak bulan depan. Pfizer telah mengajukan permohonan persetujuan di Jepang untuk vaksinnya, yang digunakan di Inggris Raya dan Amerika Serikat. Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan persetujuan AS untuk suntikan Moderna bisa datang pada Jumat (18/12/2020).

Dolar AS rebound sedikit pada Jumat (18/12/2020) tetapi tetap di dekat posisi terendah 2,5 tahun yang dicapai sehari sebelumnya. Dolar yang lemah membuat minyak dan komoditas lainnya lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Anggota parlemen AS bekerja lembur untuk memenuhi tenggat waktu menyepakati bantuan baru senilai 900 miliar dolar AS bagi ekonomi yang dilanda pandemi, tetapi mungkin malah meloloskan RUU pengeluaran sementara untuk mencegah pemerintah tutup pada tengah malam.

Penurunan mingguan dolar “adalah pergerakan turun yang signifikan dan mendorong kompleks minyak lebih tinggi,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York. Minyak mendapat dukungan minggu ini dari data pasokan mingguan AS yang menunjukkan persediaan minyak mentah turun lebih dari yang diperkirakan.

Jumlah rig minyak dan gas, indikator awal produksi di masa depan, naik delapan rig menjadi 346 rig dalam seminggu hingga 18 Desember, tertinggi sejak Mei, kata perusahaan jasa energi Baker Hughes Co dalam laporannya pada Jumat (18/12/2020).

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, mendukung pasar dengan memperlambat laju peningkatan pasokan yang direncanakan tahun depan. OPEC+ berencana menambah pasokan 500.000 barel per hari pada Januari dan akan menggelar pertemuan pada awal Januari untuk memutuskan langkah selanjutnya.(okezone)

Buka Akun Trading
MetaTrader Olymp Trade

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Harga Gula Turun ke Harga Terendah 2 1/4 Bulan

Harga gula pada penutupan hari Selasa turun harga gula London turun ke terendah 2 1/4 bulan, karena curah hujan meningkat di Brazil.Harga...

Rupiah Rabu Ditutup Melemah ke Rp14.432/USD; Dollar di Eropa Agak Flat, Pernyataan the Fed

Dalam pergerakan pasar uang awal pekan Rabu sore ini (23/6), nilai tukar rupiah terhadap dollar ditutup melemah, dengan mengurangi loss sesi siangnya,...

Harga Karet Tocom Rebound dari Pelemahan 4 Sesi, SHFE Melompat ke Tertinggi 2 Pekan

Setelah tertekan selama 4 sesi berturut, harga karet Tocom rebound dari posisi terendah 2 bulan pada perdagangan hari Rabu (23/6/2021), demikian dengan...

Rupiah Rabu Siang Melemah ke Rp14.445/USD; Dollar di Asia Melanjutkan Rebound

Dalam pergerakan pasar uang awal pekan Rabu siang ini (23/6), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, menambah loss sesi paginya, sementara...

Recent Comments