Sunday, January 23, 2022
Home Berita Komoditas Harga Kopi Turun, Karena Menguatnya Indeks Dolar AS

Harga Kopi Turun, Karena Menguatnya Indeks Dolar AS

Harga kopi pada penutupan pasar hari Selasa turun karena menguatnya indeks dolar AS ke kurs tertinggi 1 ¼ tahun sehingga membuat likuidasi terjadi, padahal pada hari Senin harga kopi Arabika mencapai harga tertinggi 9 ¾ tahun dan harga kopi Robusta pada hari Jumat mencapai harga tertinggi 10 tahun.

Harga kopi Arabika Desember di ICE New York turun 70 sen (0.31%) menjadi $222.05 dan Harga kopi Robusta Januari turun 1.19%

Harga kopi Arabika naik karena kekeringan dan beku, sehingga mengganggu panen kopi di Brazil. Pada 21 September Conab mengurangi perkiraan hasil panen kopi Arabika Brazil 2021 sebesar 8% sehingga jumlahnya menjadi terendah 12 tahun menjadi 30.7 juta kantong dari perkiraan Mei sebesar 33.4 juta kantong turun 37% dari 48.8 juta kantong di 2020. Menurut Archer Consulting bahwa Brazil hanya memiliki 21 juta kantong untuk ekspor pada tahun depan, penurunan 55% dari tahun lalu karena menurunnya produksi dan persediaan.

Persediaan kopi AS berkurang sehingga meningkatkan harga kopi. The Green Coffee Association melaporkan pada hari Selasa bahwa persediaan kopi hijau pada bulan 2.6 % dari tahun lalu.

The International Coffee Organization (ICO) pada 7 Oktober mengurangi perkiraan surplus kopi global 2020/21 menjadi 2.39 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 2.63 juta kantong dan menaikkan konsumsi kopi global menjadi 167.26 juta kantong dari 167.01juta kantong. Pada 30 September ICO melaporkan bahwa ekspor kopi global di bulan Agustus turun 0.1% dari tahun lalu menjadi 10.12 juta kantong sekalipun ekspor kopi global Oktober – Agustus naik 1.9% dari tahun lalu menjadi 118.96 juta kantong.

Harga kopi Robusta pada akhir bulan lalu naik ke harga tertinggi 10 tahun karena kekurangan container untuk pengiriman kopi di Vietnam, negara penghasil kopi Robusta terbesar di dunia. Ekspor kopi Vietnam turun setelah Vietnam ‘s General Department of Customs melaporkan bahwa ekspor kopi Vietnam dari Januari – Oktober turun 4.2% dari tahun lalu menjadi 1.29 MMT.

Harga kopi akan naik karena perkiraan cuaca La Nina akan melanda daerah ekuator di Pasific. The US Climate Prediction Centre pada bulan lalu mengatakan bahwa Cuaca La Nina akan melanda daerah equator di laut Pacific dan akan berlangsung sampai buan Februari dan bisa memperpanjang kekeringan di Amerika Selatan

Kekhawatiran akan kekurangan persediaan setelah The Colombia Federation of Coffee Growers pada hari Senin lalu mengurangi perkiraan hasil panen kopi Columbia 2021/22 menjadi 13 juta – 13.5 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 14 juta kantong karena hujan turun menghambat panen.

Cecafe melaporkan pada Jumat Lalu bahwa ekspor kopi hijau di Brazil pada bulan Oktober turun 25.2% dari tahun lalu menjadi 3.12 juta kantong. Eksportir kopi masih kesulitan mencari tempat di container pada kapal-kapal sementara menghadapi pembatalan pesanan akibat harga yang mahal.

Kekhawatiran akan kekeringan berkurang karena curah hujan membaik sehingga tanak kembali subur dan akan membuat hasil kopi Brazil meningkat di tahun 2022/23. Somar Meteorologia melaporkan pada hari Senin lalu bahwa di Minas Gerais, daerah perkebunan kopi 30% dari seluruh perkebunan kopi di Brazil menerima curah hujan 55.4 mm atau 141% dari rata-rata pada minggu lalu. Waktu yang penting saat pohon kopi sedang berbunga dimulai pada bulan lalu dan hujan yang lebat membuat kopi lebih banyak berbunga dan meningkatkan panen kopi.

Rabo Bank pada hari Rabu lalu memperkirakan bahwa panen kopi Brazil di 2022/23 akan naik 12% dari tahun lalu menjadi 63.5 juta kantong dari 56.7 juta kantong perkiraan 2021/22 karena dalam siklus panen yang lebih tinggi pada tahun depan.

Persediaan kopi Global melimpah sehingga menurunkan harga kopi setelah data dari the International Coffee Organization (ICO) memperlihatkan bahwa ekspor kopi global di 2020/21 dari Okt – Sep naik 1.2 % dari tahun lalu menjadi 128.931 juta kantong.

Persediaan kopi Arabika 28 Juli naik ke jumlah tertinggi 1 3/4 tahun menjadi 2.190 juta kantong dari jumlah terendah 21 tahun di 5 Oktober di 1.096 juta kantong di Oktober 2020. Persediaan kopi turun karena produsen kopi di Amerika Selatan gagal memenuhi kontrak, sehingga pembeli membeli kopi dari persediaan di ICE sesuai dengan kebutuhan mereka. Persediaan kopi Arabika turun 8 1/4 bulan terendah pada hari Senin. Persediaan kopi Arabika dalam pengawasan di ICE pada hari Selasa sebesar 1,793 juta kantong

Persediaan kopi Robusta pada 20 Mei naik ke jumlah tertinggi 4 tahun sebesar 16,017 lot naik dari jumlah terendah 1 tahun terendah di 11,403 lot hari Kamis.

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $215 dan berikut ke $212 sedangkan resistant pertama di $226 dan berikut ke $233.

( vibiznews )

Most Popular

Harga Minyak Melemah, Meskipun Kekhawatiran Pasokan Membayangi

Minyak turun tipis pada hari Kamis, membukukan kerugian tipis setelah beberapa hari menguat yang mendorong benchmark ke tertinggi tujuh tahun karena kekhawatiran...

Dolar membalikkan kerugian, Terus Menguat

Dolar berfluktuasi tetapi tetap dalam kisaran pada hari Kamis karena lintasan naik minggu ini dari imbal hasil Treasury AS mengambil nafas.

Rekomendasi Minyak 21 Januari 2022: Berbalik Turun karena Meningkatnya Persediaan

Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex berbalik turun dan sempat menembus ke bawah $83 ke...

Harga Soft Commodities Mixed Pada Penutupan Pasar Hari Kamis

Pergerakan pasar untuk Soft Commodities pada hari Kamis 20 Januari 2022, Harga Soft Commodities mixed , Harga kopi Arabika turun dari harga...

Recent Comments