Sunday, January 23, 2022
Home Berita Komoditas Harga Kopi Kembali Naik Ke Harga Tertinggi 10 Tahun

Harga Kopi Kembali Naik Ke Harga Tertinggi 10 Tahun

Harga kopi Arabika pada penutupan pasar hari Rabu naik namun masih dibawah harga tertinggi 10 tahun pada hari Selasa, karena menguatnya real Brazil ke kurs tertinggi 2 ½ minggu terhadap dolar

Harga kopi Arabika Maret di ICE New York naik 90 sen (0.37%) menjadi $244.20 dan harga kopi Robusta Januari di ICE London naik 0.92%.

Harga kopi naik karena menguatnya Real Brazil pada hari Rabu ke kurs tertinggi 2 ½ minggu terhadap dolar. Menguatnya dolar membuat harga kopi Brazil menjadi mahal bagi pembeli luar Brazil sehingga meningkatkan ekspor.

Harga kopi naik ke harga tertinggi 10 tahun pada hari Selasa karena persediaan kopi global turun setelah Colombia’s National Federation of Coffee Growers melaporkan bahwa produksi Colombia Nopember turun 22% dari tahun lalu menjadi 1.131 juta kantong.

Harga kopi Arabika naik karena hujan berkurang di Brazil sehingga tanaman kopi di Brazil mengalami gangguan pertumbuhan sehingga dapat mengurangi panen. Somar Meteorologia pada hari Senin di Minas Gerais, curah hujannya hanya 25.5 mm atau 39% dari rata-rata pada minggu lalu. Tanaman kopi mulai berbunga pada awal Oktober dan dengan kurangnya hujan akan membuat berkurangnya bunga dan hasil kopi akan turun.

Harga kopi Robusta naik karena biaya pengiriman sangat mahal dan kekurangan container sehingga membatasi ekspor dari Vietnam, Brazil, dan Indonesia, tiga negara ekspor terbesar dari kopi Robusta.

Persediaan kopi global turun membuat harga kopi meningkat setelah the International Coffee Organization (ICO) pada Kamis melaporkan bahwa ekspor kopi global turun 4.4% dari tahun lalu menjadi 9.68 juta kantong.

Harga kopi Robusta juga naik karena persediaan Vietnam berkurang. Ekspor kopi Vietnam dari Januari – Nopember turun 4.4% dari tahun lalu menjadi 1.4 MMT. USDA FAS pada hari Jumat lalu mengurangi perkiraan ekspor kopi Vietnam di 2021/22 menjadi 25.8 juta kantong dari 28.8 juta kantong karena tingginya biaya pengiriman dan berkurangnya container pengiriman.

Harga kopi Arabika naik karena kekeringan dan beku, sehingga mengganggu panen kopi di Brazil. Pada 21 September Conab mengurangi perkiraan hasil panen kopi Arabika Brazil 2021 sebesar 8% sehingga jumlahnya menjadi terendah 12 tahun menjadi 30.7 juta kantong dari perkiraan Mei sebesar 33.4 juta kantong turun 37% dari 48.8 juta kantong di 2020. The USDA FAS memperkirakan bahwa ekspor kopi Brazil di 2021/22 turun 27% dari tahun lalu menjadi 33.2 juta kantong turun dari rekor 45.67 juta kantong di 2020/21 karena kekeringan dan beku.

USDA juga menurunkan produksi kopi Colombia di 2021/22 menjadi 13.8 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 14.1 juta kantong, karena hujan lebat turun akibat La Nina. FAS juga menurunkan produksi Colombia di 2020/21 menjadi 13.4 juta dari 14.3 juta, karena gangguan distribusi dan hasil panen turun karena cuaca buruk.

Faktor yang menurunkan harga kopi pada minggu lalu karena kekhawatiran penyebaran dari virus covid varian baru omicron yang akan membuat lockdown kembali dilakukan dan pembatasa perjalananan dapat membuat kafe dan restoran ditutup sehingga permintaan kopi turun. Israel dan Jepang telah menutup perbatasannya dan negara-negara lain juga melakukan pembatasan perjalanan.

The International Coffee Organization (ICO) pada 7 Oktober mengurangi perkiraan surplus kopi global 2020/21 menjadi 2.39 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 2.63 juta kantong dan menaikkan konsumsi kopi global menjadi 167.26 juta kantong dari 167.01juta kantong. Ekspor kopi global Oktober – September naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 128.931 juta kantong.

Faktor penurunan harga dari kopi Robusta, FAS- USDA pada 19 Nopember menaikkan perkiraan produksi Vietnam 2021/22 menjadi 31.1 juta kantong dari perkiran sebelumnya 30.8 juta kantong, sehingga persediaan akhir kopi Robusta naik 73% dari tahun lalu menjadi 6.57 juta kantong karena kekurangan container untuk ekspor.

Harga kopi Arabika juga naik setelah terjadi penundaan pengiriman kopi. Cecafe Brazil mengatakan 3.7 juta kantong kopi disimpan dari Januari – Oktober karena penundaan dan masalah logistik. Biasanya pengiriman kopi AS normalnya membutuhkan waktu satubulan sekarang 100 hari.

Persediaan kopi Arabika 28 Juli naik ke jumlah tertinggi 1 3/4 tahun menjadi 2.190 juta kantong dari jumlah terendah 21 tahun di 5 Oktober di 1.096 juta kantong di Oktober 2020. Persediaan kopi turun karena produsen kopi di Amerika Selatan gagal memenuhi kontrak, sehingga pembeli membeli kopi dari persediaan di ICE sesuai dengan kebutuhan mereka. Persediaan kopi Arabika turun 10 ¼ bulan terendah pada hari Rabu. Persediaan kopi Arabika dalam pengawasan di ICE pada hari Senin sebesar 1,606 juta kantong

Persediaan kopi Robusta pada 20 Mei naik ke jumlah tertinggi 4 tahun sebesar 16,017 lot naik dari jumlah terendah 3 tahun terendah di 10,423 lot pada hari Rabu

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $237 dan berikut ke $288 sedangkan resistant pertama di $248 dan berikut ke $254 .

( vibiznews )

Most Popular

Harga Minyak Melemah, Meskipun Kekhawatiran Pasokan Membayangi

Minyak turun tipis pada hari Kamis, membukukan kerugian tipis setelah beberapa hari menguat yang mendorong benchmark ke tertinggi tujuh tahun karena kekhawatiran...

Dolar membalikkan kerugian, Terus Menguat

Dolar berfluktuasi tetapi tetap dalam kisaran pada hari Kamis karena lintasan naik minggu ini dari imbal hasil Treasury AS mengambil nafas.

Rekomendasi Minyak 21 Januari 2022: Berbalik Turun karena Meningkatnya Persediaan

Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex berbalik turun dan sempat menembus ke bawah $83 ke...

Harga Soft Commodities Mixed Pada Penutupan Pasar Hari Kamis

Pergerakan pasar untuk Soft Commodities pada hari Kamis 20 Januari 2022, Harga Soft Commodities mixed , Harga kopi Arabika turun dari harga...

Recent Comments