Sunday, January 23, 2022
Home Berita Komoditas Harga Kopi Arabika Turun, Curah Hujan Meningkat di Brazil

Harga Kopi Arabika Turun, Curah Hujan Meningkat di Brazil

Harga kopi pada penutupan pasar hari Senin mixed, kopi Arabika turun karena curah hujan meningkat di Brazil.

Harga kopi Arabika Maret di ICE New York turun $2.10 (0.90%) menjadi $231.30 dan harga kopi Robusta Januari di ICE London  naik 0.47%.

Harga kopi Arabika turun pada hari Senin setelah berita hujan deras turun di Brazil sehingga membuat terjadi likuidasi di pasar berjangka, Somar Meteorologia melaporkan curah hujan di Minas Gerais sebesar 56.7 mm atau 117% dari rata-rata. Periode penting yaitu berbunganya tanaman kopi dimulai bulan lalu, dan hujan yang banyak akan membuat tanaman kopi lebih banyak berbunga dan meningkatkan hasil panen kopi.

Harga kopi Robusta naik karena the USDA Foreign Agricultural Service (FAS) memperkirakan ekspor kopi Brazil di 2021/22 turun 27% dari tahun lalu menjadi 33.2 juta kantong dari rekor tertinggi di 45.67 juta kantong di 2020/21 akibat kekeringan dan beku.

Pada hari Jumat lalu harga kopi Arabika mendekati harga tertingggi 10 tahun, tanda bahwa persediaan kopi global berkurang setelah USDA menurunkan produksi kopi Colombia di 2021/22 menjadi 13.8juta kantong dari perkiraan sebelumnya 14.1 juta kantong, karena hujan lebat turun akibat La Nina. FAS juga menurunkan produksi Colombia dii 2020/21 menjadi 13.4 juta dari 14.3 juta, karena gangguan distribusi dan hasil panen turun karena cuaca buruk.

Harga kopi Robusta juga naik setelah USDA FAS pada hari Jumat lalu mengurangi perkiraan ekspor kopi Vietnam di 2021/22 menjadi 25.8 juta kantong dari 28.8 juta kantong karena tingginya biaya pengiriman dan berkurangnya container pengiriman.

Harga kopi Arabika juga naik karena penundaan pengiriman kopi, menurut Cecafe pengiriman kopi antara Januari dan Oktober tertunda 3.7 juta kantong karena penundaan pengiriman dan masalah logistik. Pengiriman kopi ke AS yang biasanya dalam waktu 1 bulan sekarang menjadi 100 hari.

Harga kopi Arabika naik karena kekeringan dan beku, sehingga mengganggu panen kopi di Brazil. Pada 21 September Conab mengurangi perkiraan hasil panen kopi Arabika Brazil 2021 sebesar 8% sehingga jumlahnya menjadi terendah 12 tahun menjadi 30.7 juta kantong dari perkiraan Mei sebesar 33.4 juta kantong turun 37% dari 48.8 juta kantong di 2020. Menurut Archer Consulting bahwa Brazil hanya memiliki 21 juta kantong untuk ekspor pada tahun depan, penurunan 55% dari tahun lalu karena menurunnya produksi dan persediaan.

Persediaan kopi AS berkurang sehingga meningkatkan harga kopi. The Green Coffee Association melaporkan pada hari Selasa bahwa persediaan kopi hijau turun ke 5,976, 107 juta kantong turun 0.8 % dari bulan dan turun 2.6 % dari tahun lalu.

The International Coffee Organization (ICO) pada 7 Oktober mengurangi perkiraan surplus kopi global 2020/21 menjadi 2.39 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 2.63 juta kantong dan menaikkan konsumsi kopi global menjadi 167.26 juta kantong dari 167.01juta kantong. Ekspor kopi global Oktober – September naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 128.931 juta kantong.

Harga kopi Robusta pada akhir bulan lalu naik ke harga tertinggi 10 tahun karena kekurangan container untuk pengiriman kopi di Vietnam, negara penghasil kopi Robusta terbesar di dunia. Ekspor kopi Vietnam turun setelah Vietnam ‘s General Department of Customs melaporkan bahwa ekspor kopi Vietnam dari Januari – Oktober turun 4.2% dari tahun lalu menjadi 1.29 MMT.

Cecafe melaporkan pada 12 Nopember bahwa ekspor kopi hijau di Brazil pada bulan Oktober turun 25.2% dari tahun lalu menjadi 3.12 juta kantong. Eksportir kopi masih kesulitan mencari tempat di container pada kapal-kapal sementara menghadapi pembatalan pesanan akibat harga yang mahal.

Rabo Bank pada 10 Nopember lalu memperkirakan bahwa panen kopi Brazil di 2022/23 akan naik 12% dari tahun lalu menjadi 63.5 juta kantong dari 56.7 juta kantong perkiraan 2021/22 karena dalam siklus panen yang lebih tinggi pada tahun depan.

Persediaan kopi Arabika 28 Juli naik ke jumlah tertinggi 1 3/4 tahun menjadi 2.190 juta kantong dari jumlah terendah 21 tahun di 5 Oktober di 1.096 juta kantong di Oktober 2020. Persediaan kopi turun karena produsen kopi di Amerika Selatan gagal memenuhi kontrak, sehingga pembeli membeli kopi dari persediaan di ICE sesuai dengan kebutuhan mereka. Persediaan kopi Arabika turun 8 1/2 bulan terendah pada hari Jumat. Persediaan kopi Arabika dalam pengawasan di ICE pada hari Senin sebesar 1,775 juta kantong

Persediaan kopi Robusta pada 20 Mei naik ke jumlah tertinggi 4 tahun sebesar 16,017 lot naik dari jumlah terendah 1 tahun terendah di 11,162 lot hari Jumat

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $227 dan berikut ke $221 sedangkan resistant pertama di $240 dan berikut ke $246.

( vibiznews )

Most Popular

Harga Minyak Melemah, Meskipun Kekhawatiran Pasokan Membayangi

Minyak turun tipis pada hari Kamis, membukukan kerugian tipis setelah beberapa hari menguat yang mendorong benchmark ke tertinggi tujuh tahun karena kekhawatiran...

Dolar membalikkan kerugian, Terus Menguat

Dolar berfluktuasi tetapi tetap dalam kisaran pada hari Kamis karena lintasan naik minggu ini dari imbal hasil Treasury AS mengambil nafas.

Rekomendasi Minyak 21 Januari 2022: Berbalik Turun karena Meningkatnya Persediaan

Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex berbalik turun dan sempat menembus ke bawah $83 ke...

Harga Soft Commodities Mixed Pada Penutupan Pasar Hari Kamis

Pergerakan pasar untuk Soft Commodities pada hari Kamis 20 Januari 2022, Harga Soft Commodities mixed , Harga kopi Arabika turun dari harga...

Recent Comments