Wednesday, June 16, 2021
Home Berita Komoditas Harga Kedelai Turun Di Akhir Minggu, Karena Penurunan Penggilingan Kedelai

Harga Kedelai Turun Di Akhir Minggu, Karena Penurunan Penggilingan Kedelai

Harga kedelai kembali  turun  pada  penutupan pasar hari Jumat, penurunan terbesar sejak 9 Desember karena laporan NOPA mengatakan  penurunan penggilingan kedelai di bulan Desember dibawah perkiraan ditambah dengan para pedagang melakukan pengambilan keuntungan dari harga tinggi pada awal minggu.Permintaan kedelai masih terus bertambah terlihat pada laporan penjualan harian dari USDA sedangkan persediaan sudah sedikit.

Harga kedelai Maret di CBOT turun 13.75 sen menjadi $14.1675 per bushel, harga soymeal Maret turun $1.70 menjadi $463.20 perton dan harga minyak kedelai turun $1.26 menjadi $41.85.

Laporan NOPA pada hari Jumat kedelai yang digiling sebesar 183.159 mbu di bulan Desember masih dibawah rata-rata 185 mbu tapi masih meningkat dari bulan Nopember. Persediaan minyak kedelai 1.7 milyar lbs.

Laporan harian  USDA pada hari Jumat ada penjualan ekspor swasta sebesar 318,000 MT untuk kedelai persediaan 21/22 ke negara yang tidak dikenal.

International Grains Council mengurangi produksi kedelai 2020/21 sebesar 6 MMT menjadi 359 MMT, karena berkurangnya hasil panen Amerika Selatan, sehingga persediaan menjadi 45 MMT.

Laporan penjualan ekspor mingguan kedelai USDA pada hari Kamis  sebesar 908k MT, sehingga total ekspor sebesar 2.046 bbu, masih 92% dari perkiraan USDA. Laporan ekspor mingguan tertinggi 9 minggu, dengan Cina dan Spanyol sebagai pembeli terbesar. Pengiriman kedelai sebesar 2.04 MMT selama seminggu naik 69% dari tahun lalu pada minggu yang sama. Untuk penjualan ekspor mingguan dari persediaan baru, USDA melaporkan ekspor sebesar 326,000 MT terjual ke Mexico dan Belanda.

Laporan  ekspor mingguan untuk soymeal sampai 7 Januari sebesar 337,423 MT naik 172% dari minggu lalu dan diatas perkiraan. Untuk minyak kedelai yang dipesan sampai 7 Januari sebesar 11,113 MT.

Refinitive data memperkirakan ekspor minyak kedelai Argentina sebesar 72,000 MT di bulan Desember, pengiriman sempat terhalangi karena pemogokan beberapa kali. Rosario Grain Exchange memperkirakan produksi Argentina sebesar 47 MMT di 2021.

Analisa tehnikal untuk kedelai dengan support pertama di $13.96 dan berikut ke $13.86, sedangkan resistant pertama di $14.36 dan berikut ke $14.48.

( vibiznews )

Buka Akun Trading
MetaTrader Olymp Trade

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Surplus Neraca Perdagangan Berlanjut

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia Mei 2021 kembali surplus sebesar 2,36 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan surplus...

Harga Gula Turun ke Harga Terendah 2 1/2 Minggu

Harga gula pada penutupan pasar hari Selasa turun untuk ke empat hari berturut -turut sehingga harga gula di New York turun ke...

Rupiah Rabu Siang Masih Terkoreksi ke Rp14.255/USD; Dollar di Asia Flat Menjelang the Fed

Dalam pergerakan pasar uang Rabu siang ini (16/6), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau masih melemah di hari ketiganya, stabil dari sesi...

Harga Jagung Naik, Karena Cuaca Kering Di Brazil

Harga jagung pada penutupan pasar hari Selasa kembali naik setelah kemarin mengalami penurunan tajam, kenaikan terjadi karena rate pertumbuhan tanaman lebih rendah...

Recent Comments