Wednesday, January 19, 2022
Home Berita Komoditas Harga Kedelai Turun Dari Harga Tertinggi 6 Minggu

Harga Kedelai Turun Dari Harga Tertinggi 6 Minggu

Harga kedelai turun pada penutupan hari Kamis, profit taking di pasar berjangka setelah pada hari Rabu harga kedelai mencapai harga tertinggi 6 minggu.

Harga kedelai Januari di CBOT turun 11.75 sen (0.92%) menjadi $12.6525 per bushel, harga soymeal Desember turun $4.3 (1.15%) menjadi $370.40 per ton, dan Harga minyak kedelai Desember turun 6 sen (0.10%) menjadi $59.17 .

Harga kedelai turun pada penutupan pasar hari Kamis setelah Laporan Penjualan Ekspor Mingguan sebesar 1.383 MMT kedelai dipesan sampai 11 Nopember sesuai dengan perkiraan dan naik 13% dari penjualan minggu lalu. Negara pembeli terbesar Cina dengan 727k MT, dan 394k pemesanan dari negara yang tidak dikenal. Total Ekspor sebesar 2.34 MMT, merupakan terendah dalam 3 minggu, dan turun 7% dari tahun lalu pada minggu yang sama.

Negara pembeli terbesar pada musim ini Cina sebesar 1.66 MMT sehingga total ekspor ke Cina sebesar 11.3 MMT dari total pembelian sebesar 16.56 MMT kedelai ke berbagai negara

Ada Laporan harian penjualan kedelai ke Cina sebesar 132,000 MT. Pembelian kedelai Cina ke AS turun 34% dari tahun lalu ini . Juga ada tambahan penjualan minyak kedelai ke India sebesar 30,000 MT.

Penjualan soymeal sebesar 182,988 MT selama minggu ini sampai 11 Nopember , penjualan mingguan terendah 3 minggu dan berada pada range terendah dari perkiraan. Total ekspor soymeal pada minggu ini sebesar 230,467 MT sehingga pengiriman pada tahun marketing ini menjadi 1.31 MMT. Untuk ekspor minyak kedelai menurut FAS sebesar 67,480 MT penjualan musiman tertinggi sejak 5 Nopember 2020.

Negara pembeli terbesar adalah negara yang tidak diketahui dan Republik Dominica. Dalam laporan mingguan pengiriman sebesar 1,875 MT turun 87% dari tahun lalu pada minggu yang sama. Total penjualan tahun marketing ini turun 57% dari tahun lalu menjadi 28,994 MT.

IGC (International Grain Council ) melaporkan perkiraan produksi kedelai di bulan Oktober tidak berubah, untuk produksi global sebesar 380 MMT dan 60 MMT dibawa ke persediaan 2022/23.

IHS Markit menaikkan perkiraan area penanaman kedelai di 2022 sebesar 600k are dari perkiraan Oktober menjadi 87.935 juta are. Area penanaman di 2021/22 sebesar 87.235 juta are.

Analisa tehnikal untuk kedelai dengan support pertama di $12.41 kemudian ke $12.22 sedangkan resistant pertama di $12.66 dan berikut ke $12.74.

( vibiznews )

Most Popular

Rupiah Rabu Siang Melemah ke Rp14.368/USD; Dollar di Asia Berbalik Turun, Paska Rally 3 Hari

Dalam pergerakan pasar uang Rabu siang ini (19/1), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah memasuki hari keempatnya, menambah sedikit loss sesi...

Inflasi Zona Euro Diperkirakan akan Semakin Memanas Tahun Ini

Inflasi zona euro akan membakar lebih panas sepanjang 2022 dari yang diperkirakan sebulan lalu, menurut ekonom yang disurvei oleh Reuters, yang dapat...

Dolar Naik, Didorong Kembali Di Atas Level Dukungan Saat Hasil AS Mendaki

Dolar naik pada Rabu pagi di Asia, dengan kenaikan imbal hasil AS mendorongnya kembali di atas level support yang belum tercapai dalam...

Microsoft Membeli Activision Demi Memasuki Metaverse

Microsoft Corp. mengakuisisi raksasa game Activision Blizzard Inc. senilai $69 miliar sebagai bagian dari langkah untuk meningkatkan rencana game dan Metaverse-nya.

Recent Comments