Thursday, May 19, 2022
Home Berita Komoditas Harga Kedelai Naik Karena Ekspor Mingguan Naik ke Jumlah Tertinggi 4 Minggu

Harga Kedelai Naik Karena Ekspor Mingguan Naik ke Jumlah Tertinggi 4 Minggu

Harga kedelai kembali naik pada penutupan pasar hari Kamis, karena kenaikan ekspor kedelai mencapai jumlah tertinggi 4 minggu dan juga ekspor minyak kedelai meningkat, karena kurangnya persediaan minyak nabati global. Harga minyak mentah yang naik pada hari Kamis juga mempengaruhi kenaikan harga kedelai.

Harga kedelai Juli di CBOT naik 6.50 sen (0.40%) menjadi $16.475 per bushel, harga soymeal Juli naik $1.7 (0.41%) menjadi $419.9 per ton dan harga minyak kedelai turun 58 sen (0.70%) menjadi $81.85

Harga kedelai naik pada penutupan pasar hari Kamis setelah Laporan Penjualan Ekspor Mingguan sebesar 734,613 MT kedelai dipesan sampai 28 April diatas perkiraan dan jumlah tertinggi 4 minggu. Jumlah kedelai yang dikirim sebesar 563,689 MT pada minggu lalu sehingga pada musim ini total yang belum dikirim 47.3 MMT turun 30% dari minggu lalu. Penjualan dari persediaan baru sebesar 407k MT turun 30% dari minggu lalu dan ada dibawah range perkiraan.

USDA melaporkan ada penjualan 253k MT dari Persediaan baru ke Cina dan negara yang tidak dikenal. Total penjualan forward 11.1 MMT naik 63% dari musim sebelumnya.

USDA juga melaporkan 232k MT soymeal dipesan untuk pengiriman 2021/22 naik dibanding minggu lalu 203k MT dan masih masuk range perkiraan 100 – 300 MT dan ekspor mingguan minyak kedelai sebesar 14,742 MT, masih masuk dalam range perkiraan dan mencapai jumlah tertinggi 5 minggu.

Census data melaporkan ekspor bulan Maret 2022 sebesar 117 mbu kedelai sudah dikirim, turun dari bulan Februari sebesar 139 mbu tetapi naik 39 % dari bulan Maret 2021. Untuk minyak kedelai yang dikirim bulan Maret sebesar 266 juta lbs, naik dari bulan Februari 236 juta dan di Maret 2021 hanya 156 juta lbs.

Akumulasi ekspor sampai bulan Maret sebesar 1.645 milyar bushel kedelai. Pada perkiraan WASDE total pengiriman kedelai di tahun marketing 2021/22 sebesar 2.115 milyar, pengiriman soymeal 6.7 MMT (7.39 juta ton) atau 52% dari perkiraan USDA untuk bulan April. Total pengiriman minyak kedelai 580k MT sampai bulan Maret.

Area pertanian di Argentina kekurangan hujan bahkan hujan tidak turun pada minggu depan menurut the Buenos Aires Grain Exchange (BAGE) pada hari Kamis sehingga menolong untuk mempercepat panen di 2021/22 dengan perkiraan hasil panen 42 juta ton.

BAGE juga melaporkan bahwa panen yang sudah selesai 46% dari total area penanaman 16.3 juta ha.

Analisa tehnikal untuk kedelai dengan support pertama di $16.19 kemudian ke $15.69 sedangkan resistant pertama di $16.57 kemudian ke $17.05

( vibiznews )

Most Popular

Utang Luar Negeri Indonesia Triwulan I 2022 Menurun

Bank Indonesia merilis posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan I 2022. Posisi ULN Indonesia menurun di mana pada akhir triwulan I 2022...

Harga Kakao Turun Karena Menguatnya Indeks Dolar AS

Harga kakao pada penutupan pasar hari Rabu turun karena menguatnya indeks dolar menurunkan harga komoditas termasuk kakao. Turunnya indeks saham akan membuat investor melikuidasi...

Forex Eropa AUDUSD 19 Mei: Terangkat oleh Laporan Rekor Terendah Pengangguran Australia

Posisi Aussie dolar dalam pair AUDUSD pada perdagangan forex sesi Eropa hari Kamis (19/5/2022) bergerak lebih tinggi dari tekanan sesi sebelumnya dan sempat menembus...

Rupiah Kamis Siang Melemah ke Rp14.716/USD; Dollar di Asia Terkoreksi Sejenak

Dalam pergerakan pasar uang Kamis siang ini (19/5), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah di hari kelimanya, menguangi sebagian loss sesi paginya, sementara...

Recent Comments