Friday, January 28, 2022
Home Berita Komoditas Harga Kedelai Naik Karena Cuaca Kering di Argentina

Harga Kedelai Naik Karena Cuaca Kering di Argentina

Harga kedelai pada penutupan pasar hari Kamis naik karena kekhawatiran akan cuaca yang buruk di Amerika Selatan, Argentina dan Brazil. Cuaca di Amerika Selatan mulai panas dan kering terutama di Utara Argentina dan Selatan Brazil. panas dan kering terutama di Utara Argentina dan Selatan Brazil. Harga soymeal juga mengalami kenaikan untuk lima hari berturut-turut. Harga soymeal cenderung meningkat karena permintaan meningkat dan panen Argentina juga berkurang. Dengan berkurangnya hasil panen kedelai dari Amerika Selatan, menyebabkan para pembeli akan membeli kembali kedelai dari AS.

Menjelang libur akhir tahun volume transaksi di pasar berjangka berkurang.

Harga kedelai Maret di CBOT naik 5.75 sen (0.43%) menjadi $13.4075 per bushel, harga soymeal Maret naik $2.25 (0.55%) menjadi $400.5 per ton dan harga minyak kedelai Maret naik 58 sen (1.06%) menjadi $55.42.

Harga kedelai pada penutupan pasar hari Kamis naik, setelah laporan ekspor mingguan dari USDA melaporkan sebesar 811,502 MT kedelai diekspor sampai 16 Desember. Jumlah terendah tahun marketing ini dan masih dalam range terendah perkiraan. Sampai 16 Desember total kedelai yang belum dikirim 40.9 MMT (1.504 bbu) dan sudah dikirim 67%. Pada tahun sebelumnya total yang belum dikirim 54 MMT (1.98 bbu) dan 64% dari total dikirim periode sebelumnya.

Laporan mingguan FAS melaporkan pemesanan soymeal sebesar 299,999 MT selama minggu ini sampai 16 Desember, diatas perkiraan dan tertinggi pada tahun marketing ini. Ekspor soymeal sebesar 397k MT pada minggu yang sama, juga tertinggi padatahun markeint ini sehingga total pengiriman sebesar 2.74 MMT lebih cepat 15.6% dari tahun sebelumnya. Ekspor mingguan untuk minyak kedelai sebesar 109k MT termasuk 53k MT penjualan ke India. Akumulasi ekspor yang belum dikirim selisih 20% dari periode 2020/21 lebih cepat 5% dari tahun lalu sampai 16 Desember.

Negara Bagian Brazil Panara melaporkan bahwa panen kedelai turun 12% karena kekeringan. Sehingga perkiraan di Panara diturunkan 7.7% dari tahun lalu dengan kenaikan 1% dengan 18.4 MMT panen. Conab memperkirakan hasil Panara sebesar 21.6 MMT pada bulan Desember.

Analisa technical untuk kedelai dengan Support pertama $12.89 Dan berikut ke $12.66 sedangkan resistant pertama di $13.40 kemudian ke $13.44.

( vibiznews )

Most Popular

Rekomendasi Emas 28 Januari 2022: Meneruskan Penurunan dengan Bagusnya Data Ekonomi AS

Harga emas terus turun pada awal perdagangan sesi AS hari Kamis ditengah munculnya hasil pertemuan FOMC dari the Fed yang lebih hawkish...

Rekomendasi GBP/USD 28 Januari 2022: Terus Dalam Tekanan Bearish Karena Naiknya USD

GBP/USD terus berada dalam tekanan bearish pada hari Kamis dan diperdagangkan di level 1.3385 setelah munculnya data ekonomi AS yang umumnya bagus....

Rekomendasi EUR/USD 28 Januari 2022: Memperpanjang Penuruanan karena Bagusnya Data AS

EUR/USD terus turun pada awal perdagangan sesi AS dan diperdagangkan di level terendahnya sejak Juni 2020 di sekitar 1.1153, karena data ekonomi...

Rupiah Kamis Ditutup Melemah ke Rp14.386/USD; Dollar di Eropa Rally 4 Hari, Rilis the Fed Hawkish

Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (27/1), nilai tukar rupiah terhadap dollar ditutup melemah, menambah sedikit loss sesi siangnya, sementara dollar...

Recent Comments