Thursday, May 19, 2022
Home Berita Komoditas Harga Jagung Turun, Setelah Laporan WASDE Menurunkan Perkiraan Ekspor AS

Harga Jagung Turun, Setelah Laporan WASDE Menurunkan Perkiraan Ekspor AS

Harga jagung pada penutupan pasar hari Selasa turun, setelah Laporan WASDE karena perkiraan ekspor AS turun.

Harga jagung Maret di CBOT turun 7.50 sen menjadi  $5.5625 per bushel.

Harga jagung sempat naik ke harga tertinggi $5.7425 sebelum Laporan WASDE diumumkan namun harga nya turun setelah laporan WASDE harganya turun 29.25 sen dan ditutup turun.

Laporan persediaan dan permintaan bulanan WASDE dari jagung :

Untuk AS:

Perkiraan ekspor  jagung AS diturunkan   50 juta bushel dari bulan lalu sehingga dan rata-rata harga jagung AS menjadi $4.30 mbu

Untuk negara-negara di luar AS:

  1. Perkiraan produksi global

Perkiraan produksi jagung global di 2020/21 naik menjadi 1,438.9 juta ton. Bulan ini produksi jagung dari luar AS naik, dengan konsumsi yang sedikit membuat persediaan akhir naik dari bulan lalu.

Produksi jagung meningkat di Afrika Selatan namun dikurangi dengan produksi Paraguay. Produksi jagung di Afrika Selatan naik karena makin meluasnya area penanaman.

Produksi jagung Brazil tidak berubah namun berkurang karena hasil panen sedikit dan lambatnya proses penanaman.

  1. Perkiraan ekspor global

Perkiraan ekspor jagung di 2020/21 akan meningkat di AS, India dan Afrika Selatan. Untuk ekspor Brazil dan Argentina masih naik untuk tahun 2019/20 karena tahun marketing di Brazil dan Argentina berakhir Februari tahun ini.

Perkiraan ekspor global naik 2.07 MMT  dan 63% dari total ekspor dari AS. Pangsa pasar AS meningkat menjadi 35.27% dari 35.56%. Brazil dan Argentina bersama turun 0.4 %  menjadi 18.3% dari bulan Januari 21%.

  1. Perkiraan Impor global

Perkiraan impor global naik 2.73 MMT dengan kenaikan 6.5 MMT dari Cina dikurangi dengan penurunan impor Uni Eropa 3.4 MT.

Perkiraan impor jagung masih naik  di Cina, sementara impor jagung di Uni Eropa, Korea Selatan, Jepang, India, Saudi Arabia dan Turki turun.

  1. Perkiraan Persediaan akhir global

Persediaan akhir global untuk jagung sebesar 286.5 juta ton naik 2.7 juta ton dari bulan lalu.

Analisa tehnikal untuk jagung dengan support pertama di $5.52 kemudian ke $5.46 sedangkan resistant pertama di $5.68 dan berikut ke $5.74.

( vibiznews )

Buka Akun Trading
MetaTrader Olymp Trade

Most Popular

Utang Luar Negeri Indonesia Triwulan I 2022 Menurun

Bank Indonesia merilis posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan I 2022. Posisi ULN Indonesia menurun di mana pada akhir triwulan I 2022...

Harga Kakao Turun Karena Menguatnya Indeks Dolar AS

Harga kakao pada penutupan pasar hari Rabu turun karena menguatnya indeks dolar menurunkan harga komoditas termasuk kakao. Turunnya indeks saham akan membuat investor melikuidasi...

Forex Eropa AUDUSD 19 Mei: Terangkat oleh Laporan Rekor Terendah Pengangguran Australia

Posisi Aussie dolar dalam pair AUDUSD pada perdagangan forex sesi Eropa hari Kamis (19/5/2022) bergerak lebih tinggi dari tekanan sesi sebelumnya dan sempat menembus...

Rupiah Kamis Siang Melemah ke Rp14.716/USD; Dollar di Asia Terkoreksi Sejenak

Dalam pergerakan pasar uang Kamis siang ini (19/5), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah di hari kelimanya, menguangi sebagian loss sesi paginya, sementara...

Recent Comments