Friday, May 20, 2022
Home Berita Komoditas Harga Jagung Turun Meningkatnya Ekspor Argentina

Harga Jagung Turun Meningkatnya Ekspor Argentina

Harga jagung turun pada penutupan pasar hari Rabu, meningkatnya ekspor jagung Argentina sehingga mengurangi pangsa pasar dari AS, dan harga jagung turun mengikuti penurunan dari harga minyak mentah dan melemahnya indeks dow Jones sehingga harga komoditas menurun, sementara pasar menantikan laporan ekspor mingguan dari USDA pada hari Kamis dan Laporan Bulanan Perkiraan Persediaan dan Permintaan WASDE.

Harga jagung Mei di CBOT turun 3.2 sen (0.43%) menjadi $7.5650 per bushel.

Perkiraan Laporan Ekspor Mingguan dari USDA pada hari Kamis dengan range perkiraan antara 475k sampai 1 MMT dari persediaan lama dan dari persediaan baru 100k sampai 400k MT untuk penjualan mingguan sampai 31 Maret.

EIA melaporkan produksi etanol sebesar 1.003 juta barel rata-rata per hari sampai 1 April, turun 33k bpd dari minggu sebelumnya persediaan etanol turun 626k barel menjadi 25.903 juta barel.

Census data pada melaporkan pada hari Selasa bahwa pengiriman ekspor Jagung pada bulan Februari sebesar 6.62 MMT (260.5 mbu) naik 12.19% dibanding pengiriman Januari. Menurut DDG total ekspor sebesar 870,844 MT sudah 19.8% dari total ekspor tahunan dibanding Januari 11.7% namun masih lebih tinggi dari tahun lalu. Pengiriman etanol sebesar 143.1 juta galon, naik 40.7% dari 2021.

Pasar menantikan Laporan Bulanan Perkiraan Persediaan dan Permintaan WASDE dengan perkiraan persediaan akhir jagung dikurangi 25 mbu menjadi 1.415 bbu. Persediaan jagung global diperkirakan rata-rata 300.2 MMT, naik 800k MT dari perkiraan Maret apabila terealisasi. Untuk produksi Brazil diperkirakan 114.7 MMT dan Argentina 51.7 MMT.

UkrAgroConsult memperkirakanada penurunan 55% dari hasil jagung di 2022/23 karena area penanaman turun 40%, karena invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan terjadi kekurangan bahan bakar dan pupuk. Ekspor pada tahun marketing ini diperkirakan naik 28.5 MMT dari 19.3 MMT dengan catatan bahwa tidak terjadi lagi penutupan pelabuhan – pelabuhan setelah perang berakhir.

Petani Argentina telah menjual 20.7 juta ton jagung di 2021/22 menurut Kementrian Pertanian pada hari Selasa dimana pada ekspor mingguan sampai 30 Maret menjadi 1.2 juta ton.

Kenaikan ekspor mingguan dibandingkan tahun lalu hanya 631,600 ton yang dijual. Argentina sebagai produsen terbesar ke dua dunia sedang menantikan panen jagung 2021/22 yang hasilnya diperkirakan 49 juta ton menurut Buenos Aires Grain Exchange .

Pada akhir tahun lalu Pemerintah Argentina sempat membatasi ekspor jagung sebesar 41.6 juta ton untuk tahun 2021/22 untuk menjaga harga bahan pangan domestik.

Analisa tehnikal untuk jagung dengan support pertama di $7.51 dan berikut ke $7.27 sedangkan resistant pertama di $7.70 dan berikut ke $7.92.

( vibiznews )

Most Popular

Harga Kedelai Naik, Karena Ekspor Mingguan Meningkat

Harga kedelai kembali naik pada penutupan pasar hari Kamis, setelah Laporan Ekspor Mingguan, dimana ekspor mingguan kedelai meningkat, hanya minyak kedelai masih turun, karena...

Rupiah Jumat Siang Rebound ke Rp14.665/USD; Bangkit dari Tekanan 5 Hari

Dalam pergerakan pasar uang Jumat siang ini (20/5), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau rebound menguat setelah tertekan 5 hari, mengurangi sebagian gain sesi...

Harga Minyak Sawit Turun Setelah Presiden Jokowi Membuka Kembali Ekspor Minyak Sawit 23 Mei 2022

Harga minyak sawit turun pada penutupan pasar hari Kamis setelah Presiden Jokowi memberi pengumuman bahwa akan membuka ekspor minyak sawit dan turunannya pada hari...

Hanya Harga Gandum yang Turun, Harga Kedelai dan Jagung Masih Naik

Pergerakan Pasar Di Bursa Chicago Grain Exchange pada hari Kamis 19 Mei 2022 Harga biji-bijian mixed , setelah Laporan Penjualan Ekspor Mingguan pada hari...

Recent Comments