Friday, September 17, 2021
Home Berita Komoditas Harga Jagung Turun Karena Hasil Panen Meningkat

Harga Jagung Turun Karena Hasil Panen Meningkat

Harga jagung pada penutupan akhir minggu turun karena tekanan bahwa akan adanya hasil panen yang baik, sementara itu kekhawatiran badai Ida akan merusak ladang namun ekspor tidak bisa dikirim.

Harga jagung Desember di CBOT turun $1.50 (0.29%) menjadi $5.25 per bushel.

IHS Markit memperkirakan bahwa area jagung yang ditanam 94.4 juta are dan 86 juta are panen dengan hasil 175.4 bpa. NASS mengatakan perkiraan hasil panen per are akan dilaporkan pada hari Jumat minggu depan dengan perkiraan 92.7 juta are ditanam dan 84.5 juta menghasilkan panen.

Laporan Ekspor mingguan dari USDA pada hari Kamis sebesar 300,837 MT jagung dipesan dari persediaan lama sampai 26 Agustus. Ekspor yang sudah dikirim sebesar 529,328 MT pada minggu ini sehingga yang belum dikirim menjadi 3.321 MMT. Total akumulasi ekspor di 2020/21 sebesar 66.702 MMT (2.626 bbu) menurut data mingguan selama 5 hari.

Dari persediaan baru jagung yang dipesan pada minggu ini sampai 26 Agustus sebesar 1.159 MMT sesuai dengan perkiraan. Penjualan forward naik sebesar 29% dari 2020/21 sebesar 20.442 MMT (804.776 mbu). Pembeli terbesar Cina sebesar 53% dari 10.744 MMT.

Data bulanan dari Census melaporkan ekspor jagung yang sudah dikirim bulan Juli sebesar 215.47 juta bushel, turun dari 249.5 juta bushel dibulan Juni dan data resmi sampai tahun marketing ini pengiriman total sebesar 2.614 milyar bushel. Untuk mencapai perkiraan WASDE di bulan Agustus sebesar 2.775 bbu maka pengiriman Agustus harus sebesar 160 juta bushel.

Perkiraan produksi etanol yang akan dilaporkan EIA turun dari minggu lalu, produksi etanol dari jagung sebesar 905k barel per hari, jumlah terendah sejak 26 Juni 2020, di 900k bpd.

Pengiriman Ekspor Brazil di bulan Agustus sebesar 4.35 MMT turun dari 6.24 MMT di bulan Agustus 2020. StoneX memperkirakan panen Brazil yang ke dua produksinya sebesar 59.1 MMT turun dari perkiraan sebelumnya 59.6 MMT. Stone X juga memperbaiki perkiraan hasil panen dari AS menjadi 177.5 bpa dari perkiraan sebelumnya 176.9 bpa di bulan Agustus.

Para pedagang menantikan Laporan Bulanan Perkiraan Persediaan dan Permintaan WASDE pada tanggal 10 September.

Analisa tehnikal untuk jagung dengan support pertama di $5.07 dan berikut ke $4.94 sedangkan resistant pertama di $5.30 dan berikut ke $5.48.

( inforexnews )

Most Popular

MoU PT SMI dan Bloomberg Philanthropies Tunjukkan Komitmen Indonesia Transisi ke Energi Bersih

Saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) antara PT SMI dan Bloomberg Philanthropies, yang dilakukan secara virtual pada...

Ekspor Indonesia Agustus 2021 Mencapai Rekor Tertinggi US$ 21,42 Miliar

Di tengah pandemi yang masih berlangsung, pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut hal ini dapat dilihat dari nilai ekspor Indonesia terakselerasi positif. Pada...

Harga Karet Naik Dua Hari Berturut-turut

Harga karet kembali naik pada hari Rabu karena data ekonomi yang melemah,lebih lemah dari data ekonomi dan kenaikan kasus virus corona di...

Rupiah Kamis Berakhir Balik Terkoreksi ke Rp14.252/USD; Dollar di Eropa Menanjak, Perhatian ke Pertemuan the Fed

Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (16/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir balik terkoreksi, melepas gain sesi siangnya, sementara dollar...

Recent Comments