Friday, July 1, 2022
Home Berita Komoditas Harga Jagung Naik Pada Awal Minggu, Kenaikan Ekspor

Harga Jagung Naik Pada Awal Minggu, Kenaikan Ekspor

Harga jagung kembali naik pada awal minggu setelah pada minggu lalu diakhiri dengan penurunan yang besar setelah laporan ekspor mingguan yang turun dan juga Laporan persediaan bulanan dan perluasan area sampai Maret. Pada hari Senin terjadi pembelian dari harga yang rendah di akhir minggu sehingga harga naik kembali, juga adanya penjualan ekspor besar pada pagi hari.

Harga jagung Mei di CBOT naik 15.50 sen (2.11%) menjadi $7.5050 per bushel.

Harga jagung pada penutupan pasar hari Senin naik di atas $7 kembali setelah pada pagi hari USDA mengumumkan ada penjualan ekspor besar ke Cina melalui eksportir swasta sebesar 676k MT untuk pengiriman 2021/22 kemudian 408k MT dari persediaan baru.

Laporan pengiriman ekspor mingguan sebesar 1.528 MMT jagung dikirim sampai 31 Maret turun dari 1.614 MMT dari minggu sebelumnya, dan turun 632k MT dari tahun lalu pada minggu yang sama. Negara tujuan ekspor terbesar Cina selanjutnya Mexico, Jepang dan Korea Selatan. Laporan FAS sampai 31 Maret 30.567 MMT jagung sudah dikirim masih dibawah tahun lalu 36.17 MMT.

NASS melaporkan laporan mingguan pertumbuhan tanaman, penanaman jagung di AS sudah selesai 2% sampai 3 April. Sama dengan rata-rata 5 tahun penanaman selesai 2% pada minggu ke 14.

Pada hari Jumat Laporan pegunaan jagung untuk etanol pada bulan Februari sebesar 405.169 mbu turun 12.2% dari bulan Januari naik masih naik 22% dari Februari 2021. Pada pertengahan tahun marketing ini total jagung yang digunakan untuk etanol sebesar 2.686 milyar bushel . Sudah sebesar 50.2% dari perkiraan USDA dan naik sedikit dari 50% pada tahun lalu.

Laporan ekspor mingguan pada hari Kamis sebesar 636,852 MT dari persediaan lama yang dijual sampai 24 Maret, penjualan terendah dalam 4 minggu masih dalam range terendah perkiraan. Dari persediaan baru sebesar 286,800 MT pada minggu yang sama ada dalam range perkiraan tertinggi sehingga total persediaan baru yang diekspor sebesar 2.426 MMT, 21% dari tahun 2021/22 pada periode yang sama. Pengiriman jagung sebesar 1.882 MMT sehingga akumulasi ekspor sebesar 32.18 MMT sampai 24 Maret.

Ukrainian Agrarian Confederation Presiden memperkirakan penurunan 30% area penanaman biji-bijian pada musim semi ini dan perkiraan hasil turun 40 – 45% dari tahun lalu karena harga pupuk dan bahan bakar yang meningkat.

Stone X menaikan hasil jagung dari Brazil 2.5 MMT menjadi 118 MMT dibandingkan perkiraan hasil dari USDA sebesar 114 MMT. Perkiraan ekspor Brazil 40 MMT dibanding perkiraan USDA pada bulan Maret sebesar 43 MMT.

Pasar menantikan Laporan Bulanan Perkiraan Persediaan dan Permintaan WASDE yang akan diumumkan hari Jumat.

Analisa tehnikal untuk jagung dengan support pertama $7.27 dan berikut ke $7.14 sedangkan resistant pertama di $7.70 dan berikut ke $7.92

( vibiznews )

Most Popular

Euro Membalik Kerugian saat Dolar AS Terjatuh

Euro pulih pada Kamis dari level terendah dua minggu terhadap dolar, yang tersendat setelah data inflasi baru menunjukkan belanja konsumen AS naik kurang dari...

Harga Minyak Kembali Naik Setelah Terjatuh di Sesi Sebelumnya

Harga minyak naik tipis di awal perdagangan pada hari Jumat, setelah tenggelam di sesi sebelumnya karena OPEC+ mengatakan akan tetap pada rencana kenaikan produksi...

80.000 Miliuner Bitcoin Musnah dalam Kehancuran Besar Kripto 2022

Lebih dari 80.000 investor Bitcoin (BTC) telah dicabut status miliunernya karena penurunan pasar kripto, tetapi harga yang lebih rendah berarti jumlah koin keseluruhan bertambah. Kembali...

Coinbase ingin Ekspansi ke Eropa di tengah Crypto Winter

Coinbase memperluas operasinya ke berbagai negara di Eropa di tengah “crypto winter.” Meskipun memberhentikan banyak karyawan dan membatalkan tawaran pekerjaan, wakil presiden Coinbase Nana...

Recent Comments