Wednesday, June 23, 2021
Home Berita Komoditas Harga Jagung Naik Karena Produksi Etanol Meningkat

Harga Jagung Naik Karena Produksi Etanol Meningkat

Harga jagung pada penutupan pasar hari Kamis naik setelah Laporan bulanan Persediaan dan Permintaan WASDE, yang mengatakan adanya kenaikan produksi etanol sehingga mengurangi persediaan jagung.

Harga jagung Juli di CBOT naik 8.25 sen menjadi $6.99 per bushel.

Laporan penjualan ekspor mingguan dari persediaan lama 189,589 MT jagung yang dipesan sampai 3 Juni. Pengiriman 1.6 MMT, dari persediaan lama yang belum dikirim 69.3 MMT (2.728 bbu) . Perkiraan ekspor USDA di bulan Juni sebesar 2.85 bbu naik 75 mbu dari perkiraan WASDE bulan Mei.

Dari persediaan baru ekspor sebesar 26,376 MT ekspor terendah dalam 17 minggu dan dibawah range perkiraan 200k-600k MT.

Perkiraan persedian lama diturunkan 15 mbu menjadi 1.107 bbu dan menambahkan 75 mbu ekspor jagung dan penggunaanjagung untuk etanol juga 75 mbu. Perkiraan persediaan jagung baru turun 150 mbu dari bulan lalu menjadi 1.357 milyar bushel. Perkiraan rata-rata penjualan 1.416 bbu di 2021/22.

Perkiraan USDA untuk produksi jagung Brazil sebesar 98.5 MMT, 2.1 MMT dibawah perkiraan CONAB 96.4 MMT . Perkiraan CONAB untuk produksi Jagung Brazil diturunkan 10 MMT dari 106.4 MMT . CONAB juga menurunkan produksi Argentina menjadi 47 MMT.

Laporan Bulanan Permintaan dan Penawaran WASDE untuk bulan Juni dari USDA:
Pasar AS
Persediaan awal dari jagung turun 150 juta ton karena kenaikan dari penggunaan jagung untuk pembuatan etanol dan ekspor. Penggunaan jagung untuk etanol naik 75 juta bushel dari data the Grain Crushing and Co Products Production report dan laporan produksi etanol mingguan mengatakan bahwa produksi etanol di bulan Mei meningkat kembali ke jumlah sebelum pandemi covid.
Ekspor jagung meningkat 75 juta bushel berdasarkan data pengiriman ekspor jagung bulan Mei. Tanpa adanya perubahan di 2021/22 persediaan akhir diturunkan menjadi 150 juta bushel.
Harga jagung rata-rata dari petani tidak berubah $5.70 per bushel.

Perkiraan persediaan akhir jagung di luar AS naik karena kenaikan produksi. Produksi jagung Brazil di 2020/21 berkurang karena hasil panen yang berkurang akibat cuaca kering, curah hujan dibawah normal. Ekspor jagung Brazil turun pada tahun marketing ini. Persediaan akhir jagung di luar AS di 2021/22 naik kenaikan persediaan di Pakistan dan Afrika Selatan dikurangi persediaan Canada yang turun.

Analisa tehnikal untuk jagung dengan support pertama $6.53 dan berikut ke $6.37 sedangkan resistant pertama di $6.97 dan berikut ke $7.03.

( vibiznews )

Buka Akun Trading
MetaTrader Olymp Trade

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Harga Gula Turun ke Harga Terendah 2 1/4 Bulan

Harga gula pada penutupan hari Selasa turun harga gula London turun ke terendah 2 1/4 bulan, karena curah hujan meningkat di Brazil.Harga...

Rupiah Rabu Ditutup Melemah ke Rp14.432/USD; Dollar di Eropa Agak Flat, Pernyataan the Fed

Dalam pergerakan pasar uang awal pekan Rabu sore ini (23/6), nilai tukar rupiah terhadap dollar ditutup melemah, dengan mengurangi loss sesi siangnya,...

Harga Karet Tocom Rebound dari Pelemahan 4 Sesi, SHFE Melompat ke Tertinggi 2 Pekan

Setelah tertekan selama 4 sesi berturut, harga karet Tocom rebound dari posisi terendah 2 bulan pada perdagangan hari Rabu (23/6/2021), demikian dengan...

Rupiah Rabu Siang Melemah ke Rp14.445/USD; Dollar di Asia Melanjutkan Rebound

Dalam pergerakan pasar uang awal pekan Rabu siang ini (23/6), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, menambah loss sesi paginya, sementara...

Recent Comments