Thursday, May 19, 2022
Home Berita Komoditas Harga Jagung Naik Di Akhir Minggu, Ekspor Bulan Januari Meningkat

Harga Jagung Naik Di Akhir Minggu, Ekspor Bulan Januari Meningkat

Harga jagung pada akhir minggu kembali meningkat, setelah selama seminggu ini mengalami penurunan, karena data ekspor Januari dari sensus yang mengatakan ekspor Januari mencapai rekor tertinggi sejak Agustus 2017/18.

Harga jagung Mei di CBOT naik 13 sen menjadi $5.454 per bushel.

Menurut Census data, ekspor jagung pada bulan Januari mencapai rekor tertinggi bulanan sejak pengiriman 1989/90 sebesar 5.81 MMT juga mencapai rekor tertinggi sejak Agustus 2017/18. DDGS melaporkan bahwa ekspor Januari 976k MT naik dari bulan Desember tapi masih di bawah 976k Mt pada Januari 2020.

Ekspor etanol sebesar 164.6 juta galon yang dikirim pada bulan Januari, dengan Cina sebagai negara tujuan terbesar 85.9 juta galon.

Perkiraan untuk laporan bulanan persediaan dan permintaan WASDE pada hari Selasa 9 Maret perkiraan persediaan untuk jagung diturunkan sebesar 42 mbu dari persediaan lama untuk bulan Maret.

Laporan ekspor mingguan USDA pada hari Kamis sebesar 115,888 MT jagung yang dipesan sampai 25 Februari, dibawah perkiraan 400k -800k MT. Dari persediaan baru juga turun menjadi 38,839 MT dibawah perkiraan 50k – 500k MT. Total ekspor yang akan dikirim turun dibanding minggu lalu menjadi 1.767 MMT. Total pengiriman ekspor dari jagung pada tahun pemasaran ini sebesar 2.01 MMT.

Hari Kamis harga jagung turun karena melemahnya permintaan terlihat dari laporan ekspor mingguan USDA, Cina membatalkan satu lot pembelian dari pesanan sebelumnya dan meminta untuk dijadikan pembelian pada periode berikutnya.

Laporan adanya wabah virus flu babi Asia di Cina menurunkan pembelian jagung karena jagung digunakan untuk makanan ternak, namun permintaan jagung Cina masih tinggi sampai saat ini karena Cina masih membutuhkan jagung, karena harga jagung di dalam negeri masih sangat tinggi.

Di Amerika Selatan turun hujan pada minggu lalu,   di pusat dan utara Brazil turun hujan, namun petani masih bisa melakukan panen kedelai dan menanam jagung. Penanaman jagung lambat dan dibawah normal. Berbeda dengan Brazil, di Argentina cuaca masih kering sehingga tanaman jagung di sana memerlukan tambahan air, kalau tidak tanaman akan rusak sehingga hasil panennya berkurang.

Korea Selatan membuat pesanan melalui tender di pasar Internasional sebesar 70,000 ton jagung pada hari Rabu lalu untuk pengiriman 30 Juli.

Analisa tehnikal untuk jagung dengan support pertama di $5.29 berikut ke $5.18 sedangkan resistant pertama di $5.41 dan berikut ke $5.51.

( vibiznews )

Buka Akun Trading
MetaTrader Olymp Trade

Most Popular

Utang Luar Negeri Indonesia Triwulan I 2022 Menurun

Bank Indonesia merilis posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan I 2022. Posisi ULN Indonesia menurun di mana pada akhir triwulan I 2022...

Harga Kakao Turun Karena Menguatnya Indeks Dolar AS

Harga kakao pada penutupan pasar hari Rabu turun karena menguatnya indeks dolar menurunkan harga komoditas termasuk kakao. Turunnya indeks saham akan membuat investor melikuidasi...

Forex Eropa AUDUSD 19 Mei: Terangkat oleh Laporan Rekor Terendah Pengangguran Australia

Posisi Aussie dolar dalam pair AUDUSD pada perdagangan forex sesi Eropa hari Kamis (19/5/2022) bergerak lebih tinggi dari tekanan sesi sebelumnya dan sempat menembus...

Rupiah Kamis Siang Melemah ke Rp14.716/USD; Dollar di Asia Terkoreksi Sejenak

Dalam pergerakan pasar uang Kamis siang ini (19/5), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah di hari kelimanya, menguangi sebagian loss sesi paginya, sementara...

Recent Comments