Sunday, September 25, 2022
Home Berita Komoditas Harga Gula Turun Melemahnya Real Brazil

Harga Gula Turun Melemahnya Real Brazil

Harga gula turun pada penutupan pasar hari Rabu. Melemahnya real Brazil ke terendah 1 ½ minggu terhadap dolar. Namun turunnya gula terbatas karena naiknya harga minyak mentah lebih dari 1%. 

Harga gula Oktober di ICE New York turun 3 sen (0.16%) menjadi $18.24 . Harga gula Oktober di ICE London turun 0.34%. 

Turunnya harga gula terbatas karena naik lagi mengikuti kenaikan dari minyak mentah 1%. Kenaikan harga minyak membuat harga etanol naik sehingga mendorong pabrik penggilingan tebu untuk membuat etanol lebih banyak. Persediaan gula berkurang. 

Harga gula pada hari Senin naik ke tertinggi 1 bulan karena berkurangnya persediaan gula global akibat gelombang panas di Eropa. Maxar Technologies melaporkan hari Rabu kondisi kering dan panas di Perancis dan Jerman  menurunkan produksi gula beet di Uni Eropa.  

Perkebunan tebu di India di sekitar daerah aliran sungai Gangga curah hujannya di bawah normal di bulan Juni dan Juli. 

Unica melaporkan pada hari Rabu bahwa hasil gula  pada dua minggu terakhir Juli naik 8.4% dari tahun lalu menjadi 3.302 MMT. Hasil panen di 2022/23 pada akhir Juli turun 13% dari tahun lalu menjadi 15.974 MMT.  

Harga gula turun karena pemerintah India pada 5 Agustus  mengijinkan untuk tambahan ekspor 1.2 MMT gula pada tahun ini sampai 30 September 2022. Quota ekspor India sebelumnya 10 MMT sekarang menjadi 11.2 MMT. 

Faktor negatif yang menurunkan harga gula karena hasil panen India dan Thailand diperkirakan meningkat. Hasil panen yang meningkat tersebut menutup penurunan panen gula Brazil . Menurut the Indian Sugar Mills Association (ISMA) pada 15 April   bahwa  perkiraan produksi gula India di 2021/22  dinaikkan menjadi 35 MMT dari 33.3 MMT naik 12.2% dari tahun lalu. Ekspor naik menjadi 9 MMT. 

The Indian Sugar Mills Association (ISMA) melaporkan bahwa produksi gula India dari 1 Oktober – 15 Mei naik 14.4% dari tahun  lalu menjadi 34.88 MMT. 

The Thailand Office of the Cane & Sugar Board memperkirakan ekspor Thailand 7 MMT di tahun 2021/22. 

Harga gula turun pada   27 April  karena perkiraan produksi gula naik dari CONAB.  Perkiraan produksi tahun 2022/23   naik 15% dari  tahun lalu menjadi 40.3 MMT . Produksi naik akibat hasil panen meningkat   setelah  pertumbuhan tanaman membaik akibat cuaca yang menguntungkan bagi tanaman.  
Pada  22 April  the USDA FAS melaporkan  perkiraan produksi gula Brazil di tahun 2022/23 naik 2.9% dari tahun lalu menjadi 36.37 MMT.  Ekspor gula Brazil di 2022/23 naik 3.7% dari tahun lalu menjadi 26.6 MMT. 

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $18.11 kemudian ke  $ 17.98  sedangkan resistant pertama di $18.40 dan berikut ke $ 18.56

( vibiznews )

Most Popular

Rupiah Jumat Ditutup Melemah ke Rp15.037/USD; Dollar di Eropa Perkasa 2 Dekade Lebih Tertingginya

Dalam pergerakan pasar uang akhir pekan Jumat sore ini (23/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau ditutup melemah di hari keenamnya, menambah sedikit loss...

Harga Gula Naik Ke Tertinggi 1 Minggu

Harga gula pada penutupan pasar hari Kamis naik. Harga gula di New York naik tertinggi 1 minggu. Naiknya harga minyak mentah pada hari Kamis...

Harga Kedelai Turun, Indeks Dolar AS Menguat

Harga kedelai pada hari Kamis turun karena menguatnya indeks dolar AS. Penjualan pada minggu lalu turun karena harga kedelai dari luar AS lebih murah.  Menguatnya...

Stabilitas Nilai Tukar Rupiah Tetap Terjaga Di Tengah Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

Saat menyampaikan keputusan Dewan Gubernur Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga acuan BI7DRR, Gubernur BI menyampaikan juga beberapa hal penting. Stabilitas nilai tukar Rupiah tetap...

Recent Comments