Friday, September 24, 2021
Home Berita Komoditas Harga Gula Turun Ke Harga Terendah Satu Bulan

Harga Gula Turun Ke Harga Terendah Satu Bulan

Harga gula pada penutupan pasar hari Kamis turun dengan harga gula di New York turun ke harga terendah 4 minggu dan harga gula di London turun ke harga terendah 1 minggu. Harga turun mengikuti harga minyak mentah yang turun 1% ke harga terendah 1 minggu.

Harga gula Oktober di ICE New York turun 25 sen (1.28%) menjadi $19.25 dan harga gula putih Oktober di London turun 1.33%.

Harga minyak mentah pada hari Kamis turun 1% ke harga terendah 1 minggu, harga minyak mentah turun membuat harga etanol turun, membuat pabrik penggilingan tebu mengurangi pembuatan etanol, dan menaikan produksi gula sehingga persediaan gula meningkat dan persediaan meningkat sehingga harganya turun.

Pada hari Rabu harga gula sudah mengalami tekanan karena the Thailand Sugar Millers Corp memperkirakan produksi gula Thailand di 2021/22 naik 44% dari tahun lalu menjadi 11 MMT karena curah hujan yang baik sehingga membuat tanaman subur. Thailand negara eksportir gula terbesar ke dua di dunia.

Harga gula naik pada bulan –bulan terakhir sehingga mendekati harga tertinggi 4 ½ tahun dari 17 Agustus lalu. Kenaikan harga karena rusaknya tanaman tebu di Brazil karena beku dan kekeringan.

The International Sugar Organization pada 27 Agustus menaikkan defisit gula untuk 2021/22 menjadi defisit 3.83 MMT dari perkiraan Mei sebesar defisit 2.65 MMT setelah cuaca beku pada bulan lalu merusak tanaman tebu di Brazil. Unica pada Selasa lalu melaporkan di Pusat dan Selatan Brazil 2021/22 produksi gula sampai pada pertengahan Agustus turun 7.5% dari tahun lalu menjadi 21.323 MMT

Harga etanol yang tinggi di Brazil membuat harga gula tinggi setelah harga etanol Brazil mencapai rekor tertinggi di 3.2245 real/liter pada hari Jumat lalu. Dengan naiknya harga etanol membuat pabrik penggilingan tebu lebih memilih untuk memproduksi etanol daripada membuat gula.

Pada 10 Agustus lalu CEO dari Tereos SCA, produsen gula terbesar ke dua di dunia melaporkan bahwa tebu yang digiling akan berkurang 21% dari tahun lalu pada 2021/22 menjadi 16.6 MMT, jumlah terendah selama 12 tahun. Kerusakan dari tanaman tebu Brazil akibat beku dan dingin akan membuat harga gula terdorong naik dalam 18 bulan ini.

Wilmar International pada tanggal 3 Agustus menurunkan perkirakan produksi gula karena kerusakan akibat cuaca beku dan kering sehingga produksi gula di 2021/22 menjadi 28 MMT turun 27% dari tahun lalu, mencapai produksi terendah dalam 10 tahun terakhir. Wilmar juga mengingatkan bahwa produksi gula di 2022/23 belum tentu naik lagi akibat kerusakan karena kekeringan dan beku pada tanaman tebu.

Produksi gula yang melimpah dari India membuat harga gula turun, setelah India’s Sugar Mills Association pada 14 Juli memperkirakan produksi gula India di 2021/22 naik menjadi 31 MMT dari 30.9 MMT di 2020/21.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $ 19.00 kemudian ke $ 18.80 sedangkan resistant pertama di $20.50 dan berikut ke $20.90

( vibiznews )

Most Popular

Ripple Membantu Bhutan Mengujicoba CBDC

Otoritas Moneter Kerajaan Bhutan bermitra dengan Ripple untuk menguji coba mata uang digital bank sentral di kerajaan pegunungan. Dalam...

Robinhood: Fitur Dompet Kripto Hadir di Aplikasi Mulai Oktober

Aplikasi perdagangan Robinhood telah membuka daftar tunggu untuk menguji dompet kripto bagi pengguna untuk menyimpan token mereka. Menurut posting...

Dogecoin Lebih Populer dari Sebelumnya. Ada Apa?

Kekuatan meme Dogecoin kuat meskipun tingkat transaksi DOGE mencapai titik terendah sejak 2017. Beberapa perusahaan telah membuat permainan adopsi...

Harga Kedelai Naik Setelah Laporan Ekspor Mingguan

Harga kedelai pada penutupan pasar hari Kamis naik, setelah laporan ekspor mingguan dari USDA .  Kenaikan dari pasar saham dan kenaikan harga...

Recent Comments