Friday, September 17, 2021
Home Berita Komoditas Harga Gula Turun Karena Mengikuti Turunnya Harga Minyak Mentah

Harga Gula Turun Karena Mengikuti Turunnya Harga Minyak Mentah

Harga gula pada penutupan pasar hari Rabu turun karena mengikuti penurunan dari harga minyak mentah dan melemahnya Real Brazil.

Harga gula Oktober di ICE New York pada hari Rabu turun 12 sen (0.67%) menjadi $17.75 dan harga gula putih di ICE London turun 1.19%.

Harga Minyak mentah pada hari Rabu turun 1 % mencapai harga terendah 2 minggu sehingga akan menurunkan harga etanol akibatnya pabrik tebu lebih banyak membuat gula dibandingkan etanol, persediaan gula menjadi meningkat.

Real Brazil pada hari Rabu juga melemah ke kurs terendah 1 1/4 bulan, akibatnya harga gula Brazil lebih murah bagi pembeli di luar Brazil sehingga meningkatkan ekspor.

Harga gula pada hari Kamis lalu sempat naik ke harga tertinggi 4 1/4 bulan karena kekhawatiran kerusakan tanaman akibat cuaca beku di Brazil dan pada hari Rabu lalu Czarnikow mengurangiperkiraan produksi gula 2021/22 di Brazil turun 4.2% menjadi 34.1 MMT dari perkiraan April sebesar 35.6 MMT akibat cuaca kering yang menghambat perkembangan tanaman tebu.

Laporan Unica pada hari Jumat bahwa di Brazil Pusat- Selatan produksi gula pada pertengahan bulan Juni turun 14.4% dari tahun lalu menjadi 2.19 MMT. Produksi gula Brazil di tahun marketing 2021/22 sampai pertengahan Juni turun 11.9% dari tahun lalu menjadi 9.344 MMT.

Cuaca kering di Brazil membuat harga gula meningkat karena Somar Meteorologia pada hari Senin melaporkan hujan sedikit di Central Brazil pada minggu lalu. The National Weather System (NWS) pada tanggal 28 Mei mengatakan bahwa Central Brazil dalam emergency kekurangan air. The NWS mengatakan bahwa curah hujan di Brazil sedikit dan diperkirakan bahwa hujan akan turun sedikit dari bulan Juni sampai Agustus. Curah hujan pada tahun ini sangat kurang sejak 1931.

Wilmar International pada 19 April lalu mengatakan bahwa kekeringan panjang terjadi sehingga panen Brazil 2021/22 bisa mencapai 530 MMT turun 12 % dari tahun lalu dan terendah selama 10 tahun.

Harga gula pada 4 Juni naik karena perkiraan the International Sugar Organization (ISO) untuk pasar gula global di 2021/22 defisit 2.7 MMT naik dari defisit 3.1 MMT pada 2020/21.

Pada 25 Mei lalu Conab memperkirakan produksi gula Brazil di 2021/22 akan turun 5.7% dari tahun lalu menjadi 38.9 MMT. Conab juga menurunkan produksi gula Brazil menjadi 41.3 MMT dari perkiraan Desember 41.8 MMT. Suedezucker AG, produsen gula terbesar di Uni Eropa pada Kamis lalu memperkirakan produksi gula Uni Eropa turun 4% dari tahun lalu menjadi 14.5 MMT.

Produksi gula di India naik selama 1 Oktober – 15 Juni naik 13% dari tahun lalu menjadi 30.7 MMT dari 27.1 MMT pada tahun lalu karena peningkatan panen dan peningkatan penggilingan tebu menurut the Indian Sugar Mills Association pada 17 Juni.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $17.40 kemudian ke $17.20 sedangkan resistant pertama di $18.50 dan berikut ke $18.80.

( vibiznews )

Most Popular

MoU PT SMI dan Bloomberg Philanthropies Tunjukkan Komitmen Indonesia Transisi ke Energi Bersih

Saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) antara PT SMI dan Bloomberg Philanthropies, yang dilakukan secara virtual pada...

Ekspor Indonesia Agustus 2021 Mencapai Rekor Tertinggi US$ 21,42 Miliar

Di tengah pandemi yang masih berlangsung, pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut hal ini dapat dilihat dari nilai ekspor Indonesia terakselerasi positif. Pada...

Harga Karet Naik Dua Hari Berturut-turut

Harga karet kembali naik pada hari Rabu karena data ekonomi yang melemah,lebih lemah dari data ekonomi dan kenaikan kasus virus corona di...

Rupiah Kamis Berakhir Balik Terkoreksi ke Rp14.252/USD; Dollar di Eropa Menanjak, Perhatian ke Pertemuan the Fed

Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (16/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir balik terkoreksi, melepas gain sesi siangnya, sementara dollar...

Recent Comments