Friday, July 1, 2022
Home Berita Komoditas Harga Gula Turun di Awal Minggu ke Harga Terendah 3 1/2 Minggu

Harga Gula Turun di Awal Minggu ke Harga Terendah 3 1/2 Minggu

Harga gula pada penutupan pasar hari Senin, dengan harga gula di New York turun ke harga terendah 3 ½ minggu dan di London harga gula turun ke harga terendah 5 minggu.

Harga gula Juli di ICE New York turun 33 sen (1.72%) menjadi $18.88 dan harga gula Agustus di ICE London turun 1.77%.

Menurunnya harga minyak mentah turun lebih dari 5% mencapai harga terendah 1 ½ minggu Turunnya harga minyak mentah membuat harga etanol turun sehingga pabrik penggilingan gula mengurangi pembuatan etanol tetapi membuat gula lebih banyak sehingga persediaan gula meningkat.

Melemahnya real Brazil ke kurs terendah 1 bulan terhadap dolar, sehingga harga gula Brazil menjadi murah bagi pembeli di luar Brazil sehingga ekspor dapat meningkat.

Pada hari Jumat lalu the USDA FAS melaporkan bahwa perkiraan produksi gula Brazil di tahun 2022/23 naik 2.9% dari tahun lalu menjadi 36.37 MMT dan ekspor gula Brazil di 2022/24 naik 3.75% dari tahun lalu menjadi 26.6 MMT.

Conab pada hari Rabu lalu meningkatkan perkiraan produksi gula Brazil 2021/22 menjadi 35 MMT dari perkiraan Nopember sebesar 33.9 MMT.

Faktor negatif yang menurunkan harga gula karena hasil panen India dan Thailand diperkirakan meningkat sehingga menghapus penurunan panen gula Brazil . Menurut the Indian Sugar Mills Association (ISMA) pada 15 April bahwa perkiraan produksi gula India di 2021/22 dinaikkan menjadi 35 MMT dari 33.3 MMT naik 12.2% dari tahun lalu. Ekspor gula India akan naik mencapai rekor 9 MMT.

The Thailand Office of the Cane & Sugar Board melaporkan pada 22 Maret bahwa produksi gula Thailand di 2021/22 dari 7 Des – 19 Maret sebesar 9.6 MMT dan total hasil panen Thailand di 2021/22 dari 7 Desember – 31 Maret akan mencapai 10 MMT jumlah tertinggi 3 tahun. The Thailand Office of the Cane & Sugar Board memperkirakan ekspor Thailand 7 MMT di tahun 2021/22.

Harga gula naik karena pabrik tebu Brazil memproduksi gula lebih sedikit. Covrig Analytics pada 14 April mengatakan bahwa produksi gula Brazil pada bulan April turun 30% dari tahun lalu menjadi 1.55 MMT karena lebih menguntungkan untuk membuat etanol daripada gula, sehingga pabrik penggilingan tebu memproduksi etanol 70% dari total penggilingan tebu.

Faktor yang menaikkan harga gula ketika the International Sugar Organization (ISO) menurunkan defisit gula global di 2021/22 menjadi – 1.93 MMT dari perkiraan Nopember sebesar 2.55 MMT .

Kenaikan harga gula terjadi setelah Unica melaporkan pada 12 April bahwa produksi gula 2021/22 di Pusat dan Selatan Brazil di Oktober sampai Maret sebesar 32.064 MMT turun 16.6% dari tahun lalu. Penggilingan tebu untuk dijadikan gula turun 1.3% dari tahun lalu menjadi 142.88kg/ton dari 144.71 kg/ton pada tahun lalu.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $18.80 kemudian ke $ 18.50 sedangkan resistant pertama di $19.50 dan berikut ke $ 20.10.

( vibiznews )

Most Popular

Euro Membalik Kerugian saat Dolar AS Terjatuh

Euro pulih pada Kamis dari level terendah dua minggu terhadap dolar, yang tersendat setelah data inflasi baru menunjukkan belanja konsumen AS naik kurang dari...

Harga Minyak Kembali Naik Setelah Terjatuh di Sesi Sebelumnya

Harga minyak naik tipis di awal perdagangan pada hari Jumat, setelah tenggelam di sesi sebelumnya karena OPEC+ mengatakan akan tetap pada rencana kenaikan produksi...

80.000 Miliuner Bitcoin Musnah dalam Kehancuran Besar Kripto 2022

Lebih dari 80.000 investor Bitcoin (BTC) telah dicabut status miliunernya karena penurunan pasar kripto, tetapi harga yang lebih rendah berarti jumlah koin keseluruhan bertambah. Kembali...

Coinbase ingin Ekspansi ke Eropa di tengah Crypto Winter

Coinbase memperluas operasinya ke berbagai negara di Eropa di tengah “crypto winter.” Meskipun memberhentikan banyak karyawan dan membatalkan tawaran pekerjaan, wakil presiden Coinbase Nana...

Recent Comments