Friday, September 17, 2021
Home Berita Komoditas Harga Gula Naik di London, Produksi Gula Turun di Brazil

Harga Gula Naik di London, Produksi Gula Turun di Brazil

Bursa AS tutup pada hari Senin, karena hari Buruh, sedangkan bursa London masih buka dan harga gula pada penutupan pasar hari Senin naik, berkurangnya produksi gula di Brazil.

Harga gula putih Oktober di ICE London naik 0.1% menjadi $485.70 per ton.

Harga gula pada penutupan pasar hari Senin naik, karena berkurangnya produksi gula di Brazil. Marex Spectron mengatakan bahwa pada bulan lalu sempat naik ke harga tertinggi 4 ½ tahun namun perkiraan pada akhir tahun.

Harga gula pada penutupan pasar hari Jumat harga gula di New York turun ke harga terendah 1 minggu. Karena perkiraan akan turun hujan di Brazil pada dua minggu ke depan sehingga meningkatkan kelembaban tanah dan memperbaiki kondisi tanaman tebu di Brazil.

Harga gula naik pada bulan –bulan terakhir sehingga mendekati harga tertinggi 4 ½ tahun dari 17 Agustus lalu. Kenaikan harga karena rusaknya tanaman tebu di Brazil karena beku dan kekeringan.

The International Sugar Organization pada hari Jumat lalu menaikan defisit gula untuk 2021/22 menjadi defisit 3.83 MMT dari perkiraan Mei sebesar defisit 2.65 MMT setelah cuaca beku pada bulan lalu merusak tanaman tebu di Brazil. Unica pada Selasa lalu melaporkan di Pusat dan Selatan Brazil 2021/22 produksi gula sampai pada pertengahan Agustus turun 7.5% dari tahun lalu menjadi 21.323 MMT

Harga etanol yang tinggi di Brazil membuat harga gula tinggi setelah harga etanol Brazil mencapai rekor tertinggi di 3.1878 real/liter pada hari Jumat lalu. Dengan naiknya harga etanol membuat pabrik penggilingan tebu lebih memilih untuk memproduksi etanol daripada membuat gula.

Pada 10 Agustus lalu CEO dari Tereos SCA, produsen gula terbesar ke dua di dunia melaporkan bahwa tebu yang digiling akan berkurang 21% dari tahun lalu pada 2021/22 menjadi 16.6 MMT, jumlah terendah selama 12 tahun. Kerusakan dari tanaman tebu Brazil akibat beku dan dingin akan membuat harga gula terdorong naik dalam 18 bulan ini.

Wilmar International pada tanggal 3 Agustus menurunkan perkirakan produksi gula karena kerusakan akibat cuaca beku dan kering sehingga produksi gula di 2021/22 menjadi 28 MMT turun 27% dari tahun lalu, mencapai produksi terendah dalam 10 tahun terakhir. Wilmar juga mengingatkan bahwa produksi gula di 2022/23 belum tentu naik lagi akibat kerusakan karena kekeringan dan beku pada tanaman tebu.

Produksi gula yang melimpah dari India membuat harga gula turun, setelah India’s Sugar Mills Association pada 14 Juli memperkirakan produksi gula India di 2021/22 naik menjadi 31 MMT dari 30.9 MMT di 2020/21.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $ 20.10 kemudian ke $ 19.80 sedangkan resistant pertama di $20.90 dan berikut ke $21.50.

( vibiznews )

Most Popular

MoU PT SMI dan Bloomberg Philanthropies Tunjukkan Komitmen Indonesia Transisi ke Energi Bersih

Saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) antara PT SMI dan Bloomberg Philanthropies, yang dilakukan secara virtual pada...

Ekspor Indonesia Agustus 2021 Mencapai Rekor Tertinggi US$ 21,42 Miliar

Di tengah pandemi yang masih berlangsung, pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut hal ini dapat dilihat dari nilai ekspor Indonesia terakselerasi positif. Pada...

Harga Karet Naik Dua Hari Berturut-turut

Harga karet kembali naik pada hari Rabu karena data ekonomi yang melemah,lebih lemah dari data ekonomi dan kenaikan kasus virus corona di...

Rupiah Kamis Berakhir Balik Terkoreksi ke Rp14.252/USD; Dollar di Eropa Menanjak, Perhatian ke Pertemuan the Fed

Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (16/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir balik terkoreksi, melepas gain sesi siangnya, sementara dollar...

Recent Comments