Sunday, January 23, 2022
Home Berita Komoditas Harga Gula Naik Di London Mengikuti Kenaikan Harga Minyak Mentah

Harga Gula Naik Di London Mengikuti Kenaikan Harga Minyak Mentah

Harga gula naik di London pada penutupan pasar hari Kamis sedangkan di New York harga gula turun sedikit nyaris tidak berubah karena mengikuti kenaikannya harga minyak mentah naik 1.4% ke harga tertinggi 1 bulan. Kenaikan harga minyak mentah mendorong kenaikan harga etanol, dan mendorong pabrik tebu untuk membuat etanol dari pada gula sehingga mengurangi persediaan gula.

Harga gula Maret di ICE New York turun 2 sen (0.10%) menjadi $19.24 dan harga gula di London naik 0.08%.

Harga gula naik setelah Unica melaporkan pada Kamis lalu bahwa produksi gula pada pertengahan ke dua Nopember turun 62.8% dari tahun lalu menjadi 160,000 MT. Penggilingan tebu untuk dijadikan gula berkurang 8.7% dari tahun lalu menjadi 133.72 kg/ton dari 146.38 kg / ton pada tahun lalu.

Conab pada 23 Nopember mengurangi perkiraan produksi gula Brazil 2021/22 menjadi 33.9 MMT dari perkiraan Agustus 36.9 MMT turun 17.9% dari tahun lalu. Conab memperkirakan di 2021/22 tebu yang digiling turun menjadi 525 MMT turun 13% dari tahun lalu dan mencapai yang terendah 10 tahun.

Faktor yang menaikkan harga gula , setelah ISO menurunkan perkiraan defisit pasar gula global di 2021/22 menjadi –2.55 MMT turun dari perkiraan Agustus –3.58 MMT.

Meningkatnya ekspor India menurunkan harga gula. The Indian Sugar Mills Association (ISMA) mengatakan bahwa ekspor India yang masih belum dikirim pada 1 Oktober sebesar 8.18 MMT dan masih membutuhkan ekspor 6 MMT di 2021/22 walaupun turun 15% dari tahun lalu 7.1 MMT di 2020/21

Hasil gula India meningkat setelah ISMA melaporkan pada hari Senin bahwa produksi gula India dari 1 Oktober – 15 Desember naik 6.2% dari tahun lalu menjadi 7.79 MMT.

Faktor negatif yang menyebabkan harga gula turun setelah Czarnikow memperkirakan ekspor gula Thailand di 2021/22 naik 67% dari tahun lalu menjadi 6.7 MMT. Pada 8 September harga gula sudah mengalami tekanan karena the Thailand Sugar Millers Corp memperkirakan produksi gula Thailand di 2021/22 naik 44% dari tahun lalu menjadi 11 MMT karena curah hujan yang baik sehingga membuat tanaman subur. Thailand negara eksportir gula terbesar ke dua di dunia.

Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $ 19.00 kemudian ke $ 18.50 sedangkan resistant pertama di $ 19. 60 dan berikut ke $20.00

( vibiznews )

Most Popular

Harga Minyak Melemah, Meskipun Kekhawatiran Pasokan Membayangi

Minyak turun tipis pada hari Kamis, membukukan kerugian tipis setelah beberapa hari menguat yang mendorong benchmark ke tertinggi tujuh tahun karena kekhawatiran...

Dolar membalikkan kerugian, Terus Menguat

Dolar berfluktuasi tetapi tetap dalam kisaran pada hari Kamis karena lintasan naik minggu ini dari imbal hasil Treasury AS mengambil nafas.

Rekomendasi Minyak 21 Januari 2022: Berbalik Turun karena Meningkatnya Persediaan

Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex berbalik turun dan sempat menembus ke bawah $83 ke...

Harga Soft Commodities Mixed Pada Penutupan Pasar Hari Kamis

Pergerakan pasar untuk Soft Commodities pada hari Kamis 20 Januari 2022, Harga Soft Commodities mixed , Harga kopi Arabika turun dari harga...

Recent Comments