Sunday, September 19, 2021
Home Berita Komoditas Harga Gandum Naik Ekspor Mingguan Meningkat

Harga Gandum Naik Ekspor Mingguan Meningkat

Harga gandum naik pada penutupan pasar hari Kamis setelah laporan penjualan ekspor mingguan kenaikan ekspor mingguan.

Harga gandum Desember di CBOT naik 2.75 sen (0.39%) menjadi $7.175 per bushel.

Harga gandum naik pada penutupan pasar hari Kamis setelah laporan penjualan ekspor mingguan sebesar 295,303 MT gandum di pesan sampai 26 Agustus, masih dalam range perkiraan terendah tapi naik 154% dari tahun lalu. Mexico dan Jepang menjadi pembeli terbesar. Laporan USDA juga melaporkan 417,091 MT sudah dikirim dengan negara pengiriman terbesar Mexico. Akumulasi Ekspor sebesar 5,428 MMT atau 15% dari periode sebelumnya. Akumulasi ekspor yang belum dikirim turun 24% dari tahun lalu 9.423 MMT.

Census data melaporkan bahwa ekspor gandum bulan Juli sebesar 75.37 mbu.masih diatas bulan Juni tapi masih turun 15 dari bulan Juli 2020. Akumulasi ekspordalam 2 bulan pertama tahun marketing ini sebesar 148.88 mbu juga turun 13.4% dari ekspor sebelumnya.

Harga gandum Desember di Euronext Paris naik 1.50 euro atau 0.6% menjadi 244.25 euro ($289.70) perton.

Pada hari Selasa harga gandum Euro mencapai harga terendah dua minggu di 241.25 tetapi harga naik pada harga tersebut.

Harga gandum di CBOT naik dari harga terendah satu bulan.

Pasar global dipengaruhi oleh pasar AS dimana ekspor menurun dan hujan turun di ladang gandum sehingga harga turun. Harga gandum Eropa selain harga di pasar AS juga dipengaruhi dengan kualitas gandum Eropa.

Kerusakan akibat curah hujan yang tinggi sempat membuat harga gandum Eropa mencapai harga tertinggi 8 ½ tahun pada bulan Agustus dan pedagang sedang memperhatikan kualitas dari hasil panen apakah layak untuk di ekspor.

Harga gandum turun pada tiga pasar dunia karena permintaan yang kurang sehingga harga terdorong turun karena dipengaruhi juga dengan melemahnya harga jagung dan kedelai. Faktor cuaca menjadi faktor besar yang mempengaruhi harga baik di AS dan di dunia.

Perkiraan panen di Rusia turun sehingga harga gandum di pasar domestik Rusia lebih mahal dari di dunia.

Cuaca di Rusia sangat bagus untuk produksi gandum di Utara dan Barat tetapi di selatan Rusia masih kering dan juga di Kazakhstan. Hujan yang diperkirakan akan turun tidak dapat membuat area yang kering menjadi lembab.

Cuaca yang lembab di Cina dan Eropa membuat kualitas dari gandum Eropa berkurang.

Analisa tehnikal untuk gandum dengan support pertama di 707, berikut ke $6.93 sedangkan resistant pertama di $7.32 dan berikut ke $7.54.

( vibiznews )

Most Popular

Harga Minyak Dunia Turun, WTI Dipatok USD71,9/Barel

JAKARTA - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB), karena perusahaan-perusahaan energi di Teluk Meksiko AS...

Harga Emas Berjangka Turun Tertekan Penguatan Dolar

JAKARTA - Harga emas berjangka melanjutkan penurunannya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga emas memperpanjang kerugian untuk hari ketiga berturut-turut...

Ada Omnibus Law dan OSS, Indonesia Ajak Pengusaha Thailand Tingkatkan Investasi

Investor Thailand harus memanfaatkan kemudahan investasi di Indonesia seiring semakin kondusifnya iklim investasi di Tanah Air saat ini. Hal...

Indeks Dolar AS Sentuh Level Tertinggi dalam 3 Minggu

Nilai tukar (kurs) Dolar mencapai tertinggi tiga minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Dolar...

Recent Comments