Friday, September 17, 2021
Home Berita Forex Harga Emas Tiba-Tiba Anjlok, Ada Apa?

Harga Emas Tiba-Tiba Anjlok, Ada Apa?

JAKARTAHarga emas turun pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga emas berbalik melemah dari kenaikan sehari sebelumnya karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, dolar yang lebih kuat dan kenaikan di pasar ekuitas mengurangi daya tariknya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, jatuh 3,6 dolar AS atau 0,2 persen, menjadi ditutup pada 1.801,80 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Kamis (22/7/2021), emas berjangka naik 2 dolar AS atau 0,11 persen menjadi 1.805,40 dolar AS.

Komoditas emas berjangka merosot 8 dolar AS atau 0,44 persen menjadi 1.803,40 dolar AS pada Rabu (21/7/2021), setelah terdongkrak 2,2 dolar AS atau 0,12 persen menjadi 1.811,40 dolar AS pada Selasa (20/7/2021), dan terpangkas 5,8 dolar AS atau 0,32 persen menjadi 1.809,20 dolar AS pada Senin (19/7/2021).

Nilai emas melemah sekitar 0,7 persen minggu ini setelah sempat bergerak menuju tertinggi satu bulan minggu lalu, karena kekhawatiran atas meningkatnya kasus varian Delta COVID-19 telah mereda, mendorong investor untuk keluar dari aset safe-haven saat selera risiko kembali.

“Pasar emas mencari pendorong fundamental baru dan sebenarnya tidak ada,” kata Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals. Ia mencatat imbal hasil riil yang lebih lemah dan lonjakan kasus COVID-19 tidak cukup untuk menggerakkan harga emas lebih tinggi.

“Para pedagang teknikal menjadi lebih dominan karena kurangnya fundamental dan postur teknikal jangka pendek emas telah berubah negatif, mengundang beberapa pedagang untuk melakukan penjualan di pasar,” tambah Wyckoff.

Tekanan yang menumpuk pada logam emas adalah indeks dolar yang lebih kuat yang bertahan dekat tertinggi 3,5 bulan dan imbal hasil obligasi pemerintah yang dijadikan acuan juga lebih kuat. Imbal hasil yang lebih tinggi cenderung membebani emas, yang tidak membayar bunga karena diterjemahkan ke dalam peningkatan peluang kerugian memegang logam emas.

Fokus pasar sekarang beralih ke pertemuan Federal Reserve AS minggu depan setelah Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis (22/7/2021) berjanji akan mempertahankan suku bunga pada rekor terendah untuk beberapa waktu.

“Harga emas telah menemukan dukungan yang baik dari pasar fisik, tetapi telah kesulitan untuk mendapatkan momentum karena posisi spekulatif tetap ringan,” kata Suki Cooper, analis di Standard Chartered.

Emas mendapatkan beberapa dukungan ketika perusahaan riset IHS Markit mengatakan pada Jumat (23/7/2021) bahwa indeks output komposit awal untuk Amerika Serikat turun ke level terendah empat bulan di 59,7 pada Juli dari 63,7 pada Juni, menunjukkan ekonomi AS yang mendingin.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 14,8 sen atau 0,58 persen, menjadi ditutup pada 25,233 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 29,2 dolar AS atau 2,68 persen menjadi ditutup pada 1,061,4 dolar AS per ounce.

( investing.com )

Most Popular

MoU PT SMI dan Bloomberg Philanthropies Tunjukkan Komitmen Indonesia Transisi ke Energi Bersih

Saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) antara PT SMI dan Bloomberg Philanthropies, yang dilakukan secara virtual pada...

Ekspor Indonesia Agustus 2021 Mencapai Rekor Tertinggi US$ 21,42 Miliar

Di tengah pandemi yang masih berlangsung, pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut hal ini dapat dilihat dari nilai ekspor Indonesia terakselerasi positif. Pada...

Harga Karet Naik Dua Hari Berturut-turut

Harga karet kembali naik pada hari Rabu karena data ekonomi yang melemah,lebih lemah dari data ekonomi dan kenaikan kasus virus corona di...

Rupiah Kamis Berakhir Balik Terkoreksi ke Rp14.252/USD; Dollar di Eropa Menanjak, Perhatian ke Pertemuan the Fed

Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (16/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir balik terkoreksi, melepas gain sesi siangnya, sementara dollar...

Recent Comments