Harga Emas Menurun Tertekan Penguatan Dolar AS

Harga emas turun pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) atau memperpanjang kerugian dalam dua hari berturut-turut. Harga emas turun terseret menguatnya dolar AS.

Meski demikian, melemahnya harga emas tertahan penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS ke level terendah sejak Februari.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange merosot USD5,8 atau 0,32% menjadi USD1.809,20 per ounce. Akhir pekan lalu, Jumat (16/7/2021), emas berjangka juga jatuh USD14 atau 0,77% menjadi USD1.815.

“Emas terjebak dalam tarik ulur antara kenaikan dolar yang membebani logam mulia dan penurunan selera risiko, yang mendukung harganya,” kata Analis Senior ActivTrades, Ricardo Evangelista, dikutip dari Antara, Selasa (20/7/2021).

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan, sehingga membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Sementara itu, Managing Partner di CPM Group, Jeffrey Christian mengaitkan penurunan emas baru-baru ini dengan pelemahan musiman dalam permintaan investasi dan perhiasan.

“Banyak investor melihat emas dan mengatakan emas melonjak ke rekor tertinggi pada awal Agustus tahun lalu dan belum mendekati kembali ke level tertinggi sejak itu, jadi ada apa yang kami sebut stale bull liquidation (penjualan posisi jangka panjang karena kecewa ketika harga tidak sesuai dengan harapannya),” ujarnya.

Analis menilai emas mungkin telah dipromosikan secara berlebihan sebagai lindung nilai inflasi baru-baru ini. Namun sentimen di pasar yang lebih berisiko membuat ketakutan investor atas lonjakan tanpa henti dalam kasus virus corona, sehingga memaksa banyak negara Asia memberlakukan penguncian.

Logam mulia lainnya, harga perak untuk pengiriman September turun 65,1 sen atau 2,52% menjadi USD25,144 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun USD37,1 atau 3,35% menjadi USD1,071,40 per ounce. (okzone)

AMarkets