Sunday, September 19, 2021
Home Berita Dolar Tergelincir Setelah Komentar Tapering Dovish Powell

Dolar Tergelincir Setelah Komentar Tapering Dovish Powell

Dolar melemah pada awal perdagangan Eropa Kamis, jatuh ke posisi terendah dua minggu setelah indikasi lebih lanjut bahwa kenaikan suku bunga AS masih jauh setelah kesimpulan dari pertemuan Federal Reserve terbaru.

Pada 02:55 ET (07:55 GMT), Indeks Dolar, yang melacak greenback terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, diperdagangkan 0,2% lebih rendah pada 92,157, hanya lebih tinggi dari level terendah dua minggu di 92,097 yang dicapai Kamis pagi.

USD/JPY turun 0,1% menjadi 109,78, GBP/USD naik 0,2% menjadi 1,3931, naik ke tertinggi satu bulan, EUR/USD naik 0,1% menjadi 1,1856 menjelang data Jerman tentang inflasi dan pengangguran, sementara AUD/ yang sensitif terhadap risiko USD naik 0,1% menjadi 0,7385.

Bank sentral AS mempertahankan suku bunga stabil pada hari Rabu di akhir pertemuan dua hari terakhirnya , seperti yang diharapkan secara luas, sambil menunjukkan bahwa ekonomi AS membuat kemajuan menuju tingkat di mana anggota Fed akan setuju untuk mengurangi pembelian obligasi bulanan.

Namun, komentar dari Ketua Jerome Powell bahwa kenaikan suku bunga “jauh” dan bahwa pasar kerja masih memiliki “beberapa alasan untuk ditutup” sebelum bank sentral mulai mengurangi asetnya membebani dolar.

Komentarnya berarti bahwa investor akan mencermati data ekonomi terbaru. Klaim pengangguran awal mingguan , yang dijadwalkan pada 08:30 ET (12:30 GMT), ditetapkan untuk menunjukkan penurunan yang berkelanjutan, sementara rilis PDB kuartal kedua pada saat yang sama diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan tahunan 8,5%, peningkatan tajam dari Pertumbuhan 6,4% terlihat pada kuartal sebelumnya.

“Kami masih menemukan kemungkinan bahwa keputusan pengurangan diambil pada bulan September dengan perlambatan formal pembelian mulai Desember dan seterusnya,” kata analis di Nordea, dalam sebuah catatan.

“Kami berharap The Fed dapat menyelesaikan tapering pada musim panas 2022.”

Di tempat lain, USD/CNY turun tipis 0,3% menjadi 6,4731, dengan yuan mendapatkan kembali banyak kekuatan yang hilang karena serangan regulasi terhadap perusahaan teknologi yang mengguncang pasar ekuitas dan obligasi lokal.

Membantu nada Kamis adalah laporan yang mengatakan bahwa regulator sekuritas China memanggil sekelompok bank asing dan China dan investor institusional pada Rabu malam untuk mencoba dan menenangkan saraf. CNBC melaporkan bahwa China akan terus mengizinkan perusahaan untuk mendaftar di Amerika Serikat.

( inforexnews )

Most Popular

Harga Minyak Dunia Turun, WTI Dipatok USD71,9/Barel

JAKARTA - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB), karena perusahaan-perusahaan energi di Teluk Meksiko AS...

Harga Emas Berjangka Turun Tertekan Penguatan Dolar

JAKARTA - Harga emas berjangka melanjutkan penurunannya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga emas memperpanjang kerugian untuk hari ketiga berturut-turut...

Ada Omnibus Law dan OSS, Indonesia Ajak Pengusaha Thailand Tingkatkan Investasi

Investor Thailand harus memanfaatkan kemudahan investasi di Indonesia seiring semakin kondusifnya iklim investasi di Tanah Air saat ini. Hal...

Indeks Dolar AS Sentuh Level Tertinggi dalam 3 Minggu

Nilai tukar (kurs) Dolar mencapai tertinggi tiga minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Dolar...

Recent Comments