Wednesday, January 19, 2022
Home Berita Forex Dolar Naik Terhadap Yen Karena Investor Menunggu Data Inflasi AS

Dolar Naik Terhadap Yen Karena Investor Menunggu Data Inflasi AS

Dolar naik pada Rabu pagi di Asia setelah turun tiga hari, dan mendekati level terendah satu bulan terhadap yen. Investor sekarang menunggu data inflasi AS terbaru yang dapat memberikan petunjuk jadwal Federal Reserve AS untuk kenaikan suku bunga.

US Dollar Index Futures yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang lainnya naik tipis 0,08% ke 94,032 oleh 11:54 ET (04:54 GMT).

Pasangan USD/JPY turun tipis 0,02% menjadi 112,82. Pasangan AUD/USD turun tipis 0,11% menjadi 0,7367 dan pasangan NZD/USD turun tipis 0,20% menjadi 0,7111.

Pasangan USD/CNY naik tipis 0,03% menjadi 6,3934. Data China yang dirilis pada hari sebelumnya menunjukkan bahwa indeks harga konsumen (CPI) tumbuh 0,7% bulan ke bulan dan 1,5% tahun ke tahun di bulan Oktober. The Indeks harga produsen (PPI) tumbuh sebesar tahun 13,5% pada tahun.

Pasangan GBP/USD naik tipis 0,02% menjadi 1,3557.

Data hari Selasa menunjukkan bahwa PPI AS tumbuh 0,6% bulan ke bulan dan 8,6% tahun ke tahun di bulan Oktober. The PPI inti tumbuh 0,4% pada bulan-bulan, dan CPI angka ini disebabkan kemudian hari.

“Kita perlu melihat angka 0,8% bulan ke bulan untuk melihat indeks dolar menembus puncak kisaran 94,50,” kata kepala penelitian Pepperstone Chris Weston dalam sebuah catatan. trending lebih rendah terhadap yen, “jika CPI AS panas maka ini menimbulkan risiko untuk posisi jual USD/JPY,” tambah Weston.

Dalam perdebatan yang sedang berlangsung tentang kapan Fed akan menaikkan suku bunga, Presiden Fed St. Louis James Bullard mencatat kekuatan harga perusahaan dan telah memperkirakan dua kenaikan suku bunga pada tahun 2022. Presiden Fed San Francisco Mary Daly, di sisi lain, mengharapkan ” inflasi yang luar biasa” mereda pada tahun 2022 karena kemacetan rantai pasokan mereda.

Presiden AS Joe Biden bertemu dengan Gubernur Fed Lael Brainard, calon potensial untuk menjadi Ketua Fed berikutnya. Dia dianggap sebagai pilihan yang dovish, dan “kemungkinan nominasi Brainard sebagai Ketua Fed memotong dolar,” kata analis Westpac dalam sebuah catatan.

“Jika tidak, gambaran yang mendasarinya tetap mendukung dolar,” tambah catatan itu.

Dalam cryptocurrency, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $67.000, tidak jauh dari rekor tertinggi $68.564,40 yang dicapai pada hari Selasa.

( inforexnews )

Most Popular

Rupiah Rabu Siang Melemah ke Rp14.368/USD; Dollar di Asia Berbalik Turun, Paska Rally 3 Hari

Dalam pergerakan pasar uang Rabu siang ini (19/1), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah memasuki hari keempatnya, menambah sedikit loss sesi...

Inflasi Zona Euro Diperkirakan akan Semakin Memanas Tahun Ini

Inflasi zona euro akan membakar lebih panas sepanjang 2022 dari yang diperkirakan sebulan lalu, menurut ekonom yang disurvei oleh Reuters, yang dapat...

Dolar Naik, Didorong Kembali Di Atas Level Dukungan Saat Hasil AS Mendaki

Dolar naik pada Rabu pagi di Asia, dengan kenaikan imbal hasil AS mendorongnya kembali di atas level support yang belum tercapai dalam...

Microsoft Membeli Activision Demi Memasuki Metaverse

Microsoft Corp. mengakuisisi raksasa game Activision Blizzard Inc. senilai $69 miliar sebagai bagian dari langkah untuk meningkatkan rencana game dan Metaverse-nya.

Recent Comments