Wednesday, January 19, 2022
Home Berita Forex Dolar Naik Karena Fed Memberi Sinyal Kenaikan Suku Bunga Sebelumnya

Dolar Naik Karena Fed Memberi Sinyal Kenaikan Suku Bunga Sebelumnya

Dolar naik pada Senin pagi di Asia. Federal Reserve AS mengisyaratkan kenaikan suku bunga sebelumnya pada Maret 2022, sementara Eropa bergulat dengan Omicron yang melonjak.

Indeks Dolar AS yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang lainnya naik tipis 0,03% ke 96,573 pada 10:44 ET (03:44 GMT).

Pasangan USD/JPY turun tipis 0,13% menjadi 113,52.

Pasangan AUD/USD turun tipis 0,08% menjadi 0,7118 dan pasangan NZD/USD turun tipis 0,16% menjadi 0,6726. Pasangan USD/CNY naik tipis 0,06% menjadi 6,3786 dan pasangan GBP/USD turun tipis 0,11% menjadi 1,3227.

Bank sentral utama menurunkan keputusan kebijakan mereka minggu lalu, dengan The Fed berubah hawkish dalam keputusan kebijakan terbarunya. Bank sentral akan mempercepat program pengurangan asetnya hingga berakhir pada Maret 2022 dan memproyeksikan kenaikan suku bunga tiga perempat poin pada tahun yang sama.

Bank of England menaikkan suku bunga menjadi 0,25% karena menjatuhkan putusan kebijakan, sebuah langkah mengejutkan karena menjatuhkan putusan kebijakan Kamis lalu. Bank Sentral Eropa juga mengumumkan rencana aset meruncing selama kuartal mendatang pada hari yang sama.

Pada hari Jumat, Gubernur Fed Chris Waller mengatakan bank sentral mungkin menaikkan suku bunga “sesaat setelah” selesainya pembelian obligasi pada Maret 2022.

“Waller memberi (indeks dolar) penarik pada hari Jumat. Positioning miring panjang dalam USD, sehingga prospek untuk mengkuadratkan posisi hingga akhir tahun meningkat, sementara tindakan bank sentral adalah masalah sebenarnya, berita utama di omicron dapat dilihat sebagai senjata untuk mengkuadratkan posisi,” kepala penelitian di broker Pepperstone di Melbourne Chris Weston, mengatakan dalam sebuah catatan.

Di bidang COVID-19, penasihat medis utama Presiden AS Joe Biden Anthony Fauci mengatakan penutupan tidak akan diperlukan meskipun COVID-19 melonjak lagi.

Namun, negara-negara Eropa memberlakukan lebih banyak pembatasan atas kasus Omicron yang melonjak. Inggris memperingatkan bahwa pembatasan baru dapat diberlakukan pada Natal, karena negara itu mendeteksi 12.000 kasus pada hari Minggu. Belanda sudah melakukan lockdown.

( inforexnews )

Most Popular

Rupiah Rabu Siang Melemah ke Rp14.368/USD; Dollar di Asia Berbalik Turun, Paska Rally 3 Hari

Dalam pergerakan pasar uang Rabu siang ini (19/1), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah memasuki hari keempatnya, menambah sedikit loss sesi...

Inflasi Zona Euro Diperkirakan akan Semakin Memanas Tahun Ini

Inflasi zona euro akan membakar lebih panas sepanjang 2022 dari yang diperkirakan sebulan lalu, menurut ekonom yang disurvei oleh Reuters, yang dapat...

Dolar Naik, Didorong Kembali Di Atas Level Dukungan Saat Hasil AS Mendaki

Dolar naik pada Rabu pagi di Asia, dengan kenaikan imbal hasil AS mendorongnya kembali di atas level support yang belum tercapai dalam...

Microsoft Membeli Activision Demi Memasuki Metaverse

Microsoft Corp. mengakuisisi raksasa game Activision Blizzard Inc. senilai $69 miliar sebagai bagian dari langkah untuk meningkatkan rencana game dan Metaverse-nya.

Recent Comments