Sunday, September 19, 2021
Home Berita Forex Dolar AS Menuju Level Tertinggi 3,5 Bulan

Dolar AS Menuju Level Tertinggi 3,5 Bulan

Dolar AS menuju level tertinggi 3,5 bulan karena pertemuan kebijakan Fed sedang berlangsung dengan selera risiko yang secara luas menurun.

Terhadap sekeranjang saingannya, dolar AS diperdagangkan 0,2% lebih tinggi pada 92,80, dalam jarak mencolok dari tertinggi awal April di 93,19 yang dicapai pada 21 Juli.

Dolar AS telah reli lebih dari 4% dari posisi terendah 2021 di bawah 90 yang dicapai pada akhir Mei karena penurunan tiba-tiba dalam imbal hasil Treasury AS memaksa investor untuk memotong taruhan dolar pendek mereka. Penurunan tajam dalam imbal hasil AS meningkatkan daya tarik safe-haven greenback.

Ini menandai perubahan haluan yang signifikan dari kuartal pertama tahun 2021 ketika hedge fund menggenjot taruhan bearish pada ekspektasi bahwa rekor suku bunga AS yang rendah akan membuat dolar tertatih-tatih.

Di perdagangan London pada hari Selasa, euro berpindah tangan pada $1,1780, tidak jauh dari level terendah awal April di $1,1752 yang dicapai minggu lalu.

Lebih banyak keuntungan untuk dolar jika Fed membuat catatan hawkish pada hasil pertemuan kebijakan dua hari pada hari Rabu meskipun konsensus pasar percaya itu tidak mungkin.

Pertemuan Fed datang setelah sebuah studi yang dirilis minggu lalu oleh Biro Riset Ekonomi Nasional yang menunjukkan resesi AS yang disebabkan oleh virus corona hanya berlangsung dua bulan.

Analis mengatakan singkatnya resesi dapat menyebabkan Fed untuk membalikkan sikap kebijakannya lebih cepat tetapi ini tampaknya tidak mungkin karena kerangka kerja strategi kebijakan moneter baru memungkinkan respons yang kurang agresif.

Di tempat lain, kekhawatiran pada penyebaran varian virus corona Delta dan aksi jual di saham Hong Kong membebani mata uang yang berorientasi risiko.

Dolar Australia melemah lebih dari 0,5%.

Sterling juga melemah 0,3% pada $ 1,3773 karena kekhawatiran pasar yang lebih luas mengimbangi data awal yang tampaknya menunjukkan penurunan lonjakan kasus COVID-19 di Inggris terlepas dari penghapusan banyak pembatasan sosial minggu lalu.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan dolar AS menguat menjelang pertemuan The Fed. Penurunan imbal hasil Treasury AS juga menambah daya tarik aset safe haven termasuk dolar AS.

( vibiznews )

Most Popular

Harga Minyak Dunia Turun, WTI Dipatok USD71,9/Barel

JAKARTA - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB), karena perusahaan-perusahaan energi di Teluk Meksiko AS...

Harga Emas Berjangka Turun Tertekan Penguatan Dolar

JAKARTA - Harga emas berjangka melanjutkan penurunannya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga emas memperpanjang kerugian untuk hari ketiga berturut-turut...

Ada Omnibus Law dan OSS, Indonesia Ajak Pengusaha Thailand Tingkatkan Investasi

Investor Thailand harus memanfaatkan kemudahan investasi di Indonesia seiring semakin kondusifnya iklim investasi di Tanah Air saat ini. Hal...

Indeks Dolar AS Sentuh Level Tertinggi dalam 3 Minggu

Nilai tukar (kurs) Dolar mencapai tertinggi tiga minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Dolar...

Recent Comments