Wednesday, June 16, 2021
Home Berita Forex Dolar AS Masih Bergerak Turun, Optimisme Stimulus Berlanjut

Dolar AS Masih Bergerak Turun, Optimisme Stimulus Berlanjut

Dolar Amerika Serikat beranjak turun pada Jumat (04/12) petang di tengah meningkatnya optimisme bahwa anggota parlemen AS kemungkinan akan bersatu untuk menyetujui paket bantuan virus.

Pada pukul 15.40 WIB, indeks dolar AS turun tipis 0,08% di 90,645 menurut data Investing.com dan rupiah berakhir melemah tipis 0,04% di 14.105,0 per dolar AS sampai pukul 14.58 WIB (USD/IDR).

EUR/USD naik 0,20% di 1,2164, GBP/USD turun tipis 0,06% ke 1,3444 dan USD/JPY naik 0,09% di 103,93.

Lonjakan kasus covid-19 terus mendera Amerika Serikat dan pekan ini sudah tercatat 14 juta orang, termasuk jumlah kematian harian tertinggi, infeksi baru, dan rawat inap sejak pandemi dimulai.

Namun, dolar safe haven belum mendapatkan dorongan dari kekhawatiran ini di tengah optimisme vaksin dan stimulus fiskal baru untuk meningkatkan ekonomi AS.

Paket bantuan covid-19 senilai $908 miliar menarik perhatian di Kongres AS. Pejabat senior Partai Demokrat mendukung proposal tersebut dan pendukung dari Partai Republik, Mitch McConnell, menyatakan bahwa kesepakatan “masih dalam jangkauan” saat ia mengusulkan paket yang lebih kecil.

Laporan ketenagakerjaan resmi bulanan, yang akan dirilis Jumat malam, dapat menjadi katalisator untuk mendorong kedua belah pihak bergerak bersama-sama. Jumlah pekerja non pertanian diharapkan bertambah 469.000 pekerjaan pada November, turun dari 638.000 pekerjaan pada Oktober. Data ini akan diketahui setelah rilis pekerjaan ADP yang mengecewakan dan menunjukkan gaji swasta tumbuh pada tingkat laju paling lambat sejak Juli.

Sementara itu pergerakan poundsterling terjadi setelah laporan menyebutkan Inggris dan Uni Eropa telah membuat kemajuan soal kuota penangkapan ikan sehingga meningkatkan harapan bahwa kesepakatan pasca-Brexit sudah mulai terlihat tanda-tandanya.

Namun, optimisme sedikit surut setelah Menteri Bisnis Inggris Alok Sharma mengatakan pada hari Jumat bahwa perundingan perdagangan ini berada ada dalam “tahap yang sulit”, dan setelah Prancis mengancam akan memveto kesepakatan apa pun yang tidak disetujuinya kala negosiasi sedang berlangsung.

“Pasar masih menilai seberapa banyak ini hanyalah bagian dari strategi negosiasi,” kata analis di ING, dalam catatan riset, “tetapi dengan kesepakatan apa pun yang harus dicapai dalam beberapa hari kedepan, tidak mengherankan investor (yang telah mempertahankan nada optimis tentang Brexit sejauh ini) semakin gugup.”(investing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Surplus Neraca Perdagangan Berlanjut

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia Mei 2021 kembali surplus sebesar 2,36 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan surplus...

Harga Gula Turun ke Harga Terendah 2 1/2 Minggu

Harga gula pada penutupan pasar hari Selasa turun untuk ke empat hari berturut -turut sehingga harga gula di New York turun ke...

Rupiah Rabu Siang Masih Terkoreksi ke Rp14.255/USD; Dollar di Asia Flat Menjelang the Fed

Dalam pergerakan pasar uang Rabu siang ini (16/6), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau masih melemah di hari ketiganya, stabil dari sesi...

Harga Jagung Naik, Karena Cuaca Kering Di Brazil

Harga jagung pada penutupan pasar hari Selasa kembali naik setelah kemarin mengalami penurunan tajam, kenaikan terjadi karena rate pertumbuhan tanaman lebih rendah...

Recent Comments