Sunday, September 19, 2021
Home Berita Forex Data Pekerjaan AS Menekan Dolar, Fokus Menuju NFP

Data Pekerjaan AS Menekan Dolar, Fokus Menuju NFP

Dolar bergerak di sekitar posisi terendah multi-minggu pada hari Kamis, tertekan oleh data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan karena para pedagang menunggu laporan pekerjaan yang lebih lengkap, yang diperkirakan akan memandu waktu mundurnya Federal Reserve dalam pembelian obligasi.

Greenback juga tertekan oleh kenaikan euro, yang telah naik ke level tertinggi satu bulan di $ 1,1857 pada hari Rabu setelah survei menunjukkan pertumbuhan manufaktur Eropa yang kuat ditambah dengan tekanan inflasi dari rantai pasokan.

Euro menyentuh level tertinggi dalam sebulan di 130,44 yen pada Rabu dan mencapai puncak enam minggu di 86,02 pence. Ini lebih lanjut dibantu oleh komentar hawkish dari pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa tentang rencana pengurangan mereka.

Pergerakan di sesi Asia sedikit karena para pedagang menunggu data non-farm payrolls (NFP) AS hari Jumat, dengan euro bertahan di $ 1,1828 dan yen di 110,00 per dolar.

Dolar Australia dan Selandia Baru melayang di sekitar puncak dua minggu yang mereka buat setelah angka penggajian ADP AS yang mengecewakan Rabu, yang menunjukkan 374.000 perekrutan bulan lalu terhadap perkiraan 613.000.

“Kemiringan yang dirasakan ke arah menjadi kurang dovish oleh ECB, dan kesalahan dalam cetakan ADP merusak upaya pemantulan dolar,” kata analis di OCBC Bank di Singapura dalam sebuah catatan.

“Kehilangan ADP lebih fokus pada NFP hari Jumat, tetapi perhatikan bahwa ADP belum menjadi indikator awal yang konsisten.”

Sterling juga beringsut lebih tinggi pada dolar yang lebih lemah, tetapi menemukan resistensi yang berat di sekitar $ 1,38. Terakhir berada di $1,3774.

Dolar Australia menunjukkan sedikit reaksi terhadap rekor surplus perdagangan dan bertahan di $0,7366, sedikit dari puncak semalam di $0,7384.

Dolar Selandia Baru didukung di atas $0,70, pembelian terakhir $0,7064, karena para pedagang bertaruh pada kenaikan suku bunga di Selandia Baru pada bulan Oktober dan November.

Di depan pada hari Kamis adalah angka perdagangan AS, angka klaim pengangguran AS dan harga produsen zona Euro. Namun, rilis utama minggu ini adalah data non-farm payrolls AS. Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pekan lalu bahwa pemulihan pekerjaan akan menentukan waktu pengurangan pembelian aset.

Dolar telah melemah bahkan sebelum itu karena keraguan tentang garis waktu yang meruncing masuk.

Indeks dolar stabil di 92,517 pada hari Kamis setelah jatuh ke level terendah empat minggu di 92,376 semalam. Ini telah kehilangan hampir 1,4% sejak mencapai tertinggi sembilan bulan sekitar dua minggu lalu.

( inforexnews )

Most Popular

Harga Minyak Dunia Turun, WTI Dipatok USD71,9/Barel

JAKARTA - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB), karena perusahaan-perusahaan energi di Teluk Meksiko AS...

Harga Emas Berjangka Turun Tertekan Penguatan Dolar

JAKARTA - Harga emas berjangka melanjutkan penurunannya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga emas memperpanjang kerugian untuk hari ketiga berturut-turut...

Ada Omnibus Law dan OSS, Indonesia Ajak Pengusaha Thailand Tingkatkan Investasi

Investor Thailand harus memanfaatkan kemudahan investasi di Indonesia seiring semakin kondusifnya iklim investasi di Tanah Air saat ini. Hal...

Indeks Dolar AS Sentuh Level Tertinggi dalam 3 Minggu

Nilai tukar (kurs) Dolar mencapai tertinggi tiga minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Dolar...

Recent Comments