Friday, September 17, 2021
Home Berita Kripto Chainalysis: Investor Institusional Mendominasi Sektor DeFi di Q2

Chainalysis: Investor Institusional Mendominasi Sektor DeFi di Q2

Pasar keuangan terdesentralisasi (DeFi) tampaknya tidak lagi menjadi domain pelaku ritel saja karena jejak investasi institusional di segmen pasar kripto terus mencapai tingkat yang lebih signifikan.

Menurut perusahaan intelijen blockchain Chainalysis, investor institusi memainkan peran utama dalam adopsi De pada Q2 2021.

Dalam laporan “Global DeFi Adoption Index” yang akan segera dirilis, Chainalysis menyatakan :

“Transaksi institusional besar, yang berarti di atas $10 juta dalam USD, menyumbang lebih dari 60% transaksi DeFi pada Q2 2021, dibandingkan dengan di bawah 50% untuk semua transaksi cryptocurrency.”

Memang, DeFi telah menjadi daya tarik utama bagi pemain besar belakangan ini, dengan bank dan lembaga keuangan mulai memberikan dana ke segmen pasar kripto.

Tren tersebut kemungkinan menandakan diversifikasi minat dari menawarkan produk investasi terkait Bitcoin dengan investor berkapitalisasi besar yang ingin memanfaatkan kancah DeFi yang berkembang.

Laporan pratinjau oleh Chainalysis juga menunjukkan dikotomi yang melebar dalam metrik adopsi untuk DeFi dan pasar kripto yang lebih luas. Sementara pasar negara berkembang terus menunjukkan adopsi yang lebih besar dari aset kripto warisan seperti Bitcoin (BTC), aktivitas DeFi dilaporkan didorong oleh pemain institusional di ekonomi utama.

Sementara itu, regulator semakin fokus pada pasar DeFi, dengan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat baru-baru ini meluncurkan penyelidikan ke Uniswap — pertukaran terdesentralisasi terbesar di ekosistem.

Protokol pemantauan yang lebih ketat yang ditargetkan pada pasar DeFi telah menjadi pokok pembicaraan utama bagi regulator di negara-negara ekonomi utama. Kembali pada bulan Agustus, Ketua SEC Gary Gensler mengidentifikasi DeFi sebagai salah satu dari tujuh masalah kebijakan terkait kripto untuk komisi tersebut.

Gensler sebelumnya juga menentang sifat desentralisasi dari protokol DeFi, menyatakan bahwa banyak platform “sangat terpusat” dan akan memerlukan lisensi dari pihak berwenang.

Lonjakan pasar DeFi sejak Juli agak diselingi oleh penurunan harga baru-baru ini , dengan nilai total nominal pasar terkunci tergelincir di bawah angka $100 miliar.

( inforexnews )

Most Popular

MoU PT SMI dan Bloomberg Philanthropies Tunjukkan Komitmen Indonesia Transisi ke Energi Bersih

Saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) antara PT SMI dan Bloomberg Philanthropies, yang dilakukan secara virtual pada...

Ekspor Indonesia Agustus 2021 Mencapai Rekor Tertinggi US$ 21,42 Miliar

Di tengah pandemi yang masih berlangsung, pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut hal ini dapat dilihat dari nilai ekspor Indonesia terakselerasi positif. Pada...

Harga Karet Naik Dua Hari Berturut-turut

Harga karet kembali naik pada hari Rabu karena data ekonomi yang melemah,lebih lemah dari data ekonomi dan kenaikan kasus virus corona di...

Rupiah Kamis Berakhir Balik Terkoreksi ke Rp14.252/USD; Dollar di Eropa Menanjak, Perhatian ke Pertemuan the Fed

Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (16/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir balik terkoreksi, melepas gain sesi siangnya, sementara dollar...

Recent Comments