Friday, September 17, 2021
Home Berita Kripto Australia, Singapura, Malaysia, dan Afrika Selatan Luncurkan Pengujian CBDC Bersama

Australia, Singapura, Malaysia, dan Afrika Selatan Luncurkan Pengujian CBDC Bersama

Bank sentral Australia, Singapura, Malaysia, dan Afrika Selatan telah mengumumkan inisiatif bersama untuk menguji coba penyelesaian internasional menggunakan mata uang digital bank sentral (CBDC).

Inisiatif tersebut, dijuluki Project Dunbar, akan membuat prototipe platform bersama yang memungkinkan transfer langsung antar institusi menggunakan mata uang digital yang dikeluarkan oleh beberapa bank sentral.

Temuan percontohan akan digunakan untuk menginformasikan “pengembangan platform global dan regional” selain mendukung peta jalan G20 untuk meningkatkan pembayaran lintas batas.

Proyek Dunbar akan dilaksanakan dalam kemitraan dengan Pusat Inovasi Bank for International Settlements (BIS) dari Singapore Center-nya. Proyek ini akan melibatkan banyak mitra untuk mengembangkan platform DLT yang berbeda dan mengeksplorasi desain yang berbeda yang akan memungkinkan bank sentral untuk berbagi infrastruktur CBDC.

Pengumuman bersama menekankan penghematan efisiensi yang terkait dengan pembayaran berbasis teknologi buku besar (DLT), yang menyatakan:

“Platform multi-CBDC ini akan memungkinkan lembaga keuangan untuk bertransaksi langsung satu sama lain dalam mata uang digital yang dikeluarkan oleh bank sentral yang berpartisipasi, menghilangkan kebutuhan akan perantara dan memangkas waktu dan biaya transaksi.”

Asisten Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Michele Bullock menyoroti bahwa “meningkatkan pembayaran lintas batas telah menjadi prioritas bagi komunitas pengatur internasional,” menambahkan bahwa RBA “sangat fokus” pada masalah ini dalam pekerjaan kebijakan domestiknya.

“Project Dunbar menyatukan bank sentral dengan pengalaman bertahun-tahun dan perspektif unik dalam proyek CBDC dan mitra ekosistem pada tahap lanjutan pengembangan teknis mata uang digital,” kata Andre McCormack, kepala BIS Innovation Hub Singapore Centre. Dia menambahkan:

“Dengan kelompok mitra yang cakap dan bersemangat ini, kami yakin bahwa pekerjaan kami pada multi-CBDC untuk penyelesaian internasional akan membuka jalan baru dalam tahap eksperimen CBDC berikutnya dan meletakkan dasar untuk konektivitas pembayaran global.”

Namun, RBA secara konsisten meremehkan kebutuhan akan CBDC domestik, mengutip keberhasilan Platform Pembayaran Baru, yang memungkinkan transfer digital instan 24 jam sehari.

Project Dunbar diharapkan untuk mendemonstrasikan prototipe teknis dari platform DLT bersama di Festival FinTech Singapura pada bulan November tahun ini. Inisiatif ini mengharapkan untuk mempublikasikan temuan lengkapnya pada awal 2022.

( inforexnews )

Most Popular

MoU PT SMI dan Bloomberg Philanthropies Tunjukkan Komitmen Indonesia Transisi ke Energi Bersih

Saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) antara PT SMI dan Bloomberg Philanthropies, yang dilakukan secara virtual pada...

Ekspor Indonesia Agustus 2021 Mencapai Rekor Tertinggi US$ 21,42 Miliar

Di tengah pandemi yang masih berlangsung, pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut hal ini dapat dilihat dari nilai ekspor Indonesia terakselerasi positif. Pada...

Harga Karet Naik Dua Hari Berturut-turut

Harga karet kembali naik pada hari Rabu karena data ekonomi yang melemah,lebih lemah dari data ekonomi dan kenaikan kasus virus corona di...

Rupiah Kamis Berakhir Balik Terkoreksi ke Rp14.252/USD; Dollar di Eropa Menanjak, Perhatian ke Pertemuan the Fed

Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (16/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir balik terkoreksi, melepas gain sesi siangnya, sementara dollar...

Recent Comments