Wednesday, August 10, 2022
Home Berita Komoditas AS, Inggris dan Negara G7 Stop Impor Emas Rusia, Harga Emas Berpotensi...

AS, Inggris dan Negara G7 Stop Impor Emas Rusia, Harga Emas Berpotensi Naik

Harga emas bergerak menguat pasca ancaman larangan impor emas dari Rusia dalam KTT G7 di Jerman. Negara yang masuk dalam G7 yaitu Inggris, AS, Kanada, Jepang, Jerman, Prancis dan Italia, ditambah Uni Eropa.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melalui akun Twitternya @POTUS mengumumkan bahwa negara-negara anggota G7 akan melarang impor emas Rusia

“Amerika Serikat telah mengenakan biaya yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Putin untuk menolak pendapatan yang dia butuhkan untuk mendanai perangnya melawan Ukraina. Bersama-sama, G7 akan mengumumkan bahwa kami akan melarang impor emas Rusia, ekspor utama yang menghasilkan puluhan miliar dollar AS untuk Rusia,” kata Biden dalam twitternya, Minggu (26/7).

Tak hanya AS, Inggris juga telah memberlakukan larangan tersebut. “Langkah-langkah yang kami umumkan hari ini akan langsung menghantam oligarki Rusia dan menyerang jantung mesin perang Putin,” kata Perdana Menteri Boris Johnson dalam pernyataannya.

“Kita perlu membuat rezim Putin kelaparan dalam pendanaannya. Inggris dan sekutu kita melakukan hal itu,” jelas Boris

Pada Senin pagi (09.30 WIB) harga emas spot menguat 0,45% di USD 1.835,79. Selanjutnya emas berjangka front-month untuk Agustus di COMEX New York naik 0,4%, menjadi USD 1,837,55 per ons.

Adapun dalam riset Valbury Asia Futures menambahkan harga emas (XAU/USD) naik karena dolar melemah dan kekhawatiran resesi meningkatkan daya tarik emas tetapi kenaikan suku bunga membuat harga berada di jalur penurunan mingguan.

“Resistance emas di 1.831,32 dan support 1.816,51,” jelasTim riset Valbury Asia Futures, Senin (27/6).

Sebagai informasi, emas merupakan komoditas ekspor utama Rusia karena negara ini merupakan produsen emas terbesar kedua di dunia. Menurut data terbaru dari World Gold Council, Rusia memproduksi sekitar 10% dari produksi emas dunia.

Larangan impor emas ini memperpanjang sanksi negara barat terhadap Rusia. Sebelumnya, negara Barat telah memberi sejumlah sanksi lain seperti pembatasan impor minyak dan gas serta perdagangan dengan bank dan individu Rusia. AS, Kanada dan sekutu Eropa sepakat di Februari untuk menghapus bank-bank utama Rusia dari sistem pesan antar bank, SWIFT, yang secara efektif memutuskan negara itu dari sebagian besar sistem keuangan global.

( investing.com )

Most Popular

Circle Bekukan Alamat Tornado Cash yang Masuk Blacklist

Agregator data kripto Dune Analytics mengatakan bahwa, pada hari Senin, Circle, penerbit stablecoin USD Coin (USDC), membekukan dana senilai lebih dari 75.000 USDC yang...

Reserve Bank of Australia Akan Mengeksplorasi Kasus Penggunaan untuk CBDC

Reserve Bank of Australia mempertimbangkan perlombaan mata uang digital bank sentral (CBDCs) untuk mengeksplorasi kasus penggunaan CBDC di negara tersebut. Ini akan berkolaborasi dengan...

Rupiah Rabu Siang Melemah ke Rp14.872/USD; Koreksi Paska 2 Hari Rally

Dalam pergerakan pasar uang Rabu siang ini (10/8), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, menambah sedikit loss sesi paginya, sementara dollar AS di...

Harga Tembaga Naik ke Tertinggi 1 bulan

Harga tembaga naik ke tertinggi 1 bulan pada hari Selasa. Permintaan meningkat dan melemahnya dolar AS.   Harga tembaga di London Metal Exchange naik 0.3 %...

Recent Comments