Friday, May 20, 2022
Home Analysis Analisa Forex Analisa Mingguan EUR/USD 8 – 12 Maret 2021: Cenderung Turun ?

Analisa Mingguan EUR/USD 8 – 12 Maret 2021: Cenderung Turun ?

Pasangan matauang EUR/USD sempat jatuh ke level terendah yang baru di 2021 di 1.1892, oleh karena membumbungnya dollar AS secara luas setelah komentar dari kepala Federal Reserve AS Jerome Powell, namun akhirnya terkoreksi normal beberapa pips diatas level tersebut, di 1.1911.

Data ekonomi AS minggu lalu dimulai dengan keluarnya PMI manufaktur dari ISM yang bagus. Namun, angka pekerjaan dari ADP dan PMI jasa dari ISM meleset dari perkiraan sehingga menyebabkan keprihatinan akan employment.

NonFarm Payrolls bulan Februari menunjukkan kenaikan sebanyak 379.000, dua kali lipat lebih tinggi daripada yang diperkirakan dan diatas dari revisi naik. Dolar bereaksi dengan memperpanjang keuntungan.

Stimulus fiskal AS disetujui bersama dengan membatasi cek stimulus senilai $1,400. Pasar telah memperhitungkan dalam harga, kompromi semacam diatas dan menaikkan peluang undang – undang stimulus akan bisa dikeluarkan, menambah prospek pertumbuhan. Hal ini juga mendorong naik yields dan dollar AS.

Amerika Serikat mulai menyuntik warganya dengan vaksin dari Johnson & Johnson, senjata yang ketiga yang diturunkan untuk melawan Covid – 19. Sementara imunisasi di AS berjalan dengan cepat, kasus baru telah berhenti dari penurunan yang tajam.

Di Eropa, angka makro ekonomi mengkuatirkan, dengan lockdown dalam rangka preventif terus berlanjut di Uni Eropa, dengan beberapa negara memperpanjangnya sampai bulan April. Ada dua angka makro ekonomi yang memberikan tanda alarm. Penjualan Ritel bulan Januari di Jerman dan Uni Eropa melemah, sementara output jasa tetap berada di teritori kontraksi pada bulan Februari, menurut Markit. Kemajuan imunisasi terhadap Covid yang lambat di Uni Eropa menambah perspektif yang suram. Menurut perkiraan awal, inflasi untuk bulan Februari di Jerman meningkat, namun di area euro tetap rendah.

Minggu ini, keputusan mengenai kebijakan moneter dari ECB akan menjadi event yang paling relevan. ECB kemungkinan akan tetap mempertahankan tingkat suku bunga tidak berubah, namun bisa menambah kecepatan di dalam pembelian assets untuk menekan naiknya yields obligasi yang bisa memukul prospek pertumbuhan.

Uni Eropa juga akan mempublikasikan revisi dari GDP kuartal ke empat dan Sentix Investor Confidence bulan Maret, sementara Jerman akan merilis Industrial Production bulan Januari dan angka inflasi final bulan Februari.

Di Amerika Serikat, stimulus terdorong untuk segera dikeluarkan karena ada tenggat waktu dimana beberapa program pemerintah yang ada sekarang akan segera jatuh tempo. House of Rep dari Demokrat telah meloloskan stimulus senilai $1.9 triliun yang awal, apakah Senat akan menyetujui sejumlah nilai yang sama?

Investor telah memperhitungkan dalam harga senilai antara $1 triliun sampai $1.5 triliun. Jadi apabila nilainya hanya beberapa ratus miliar dollar AS, akan mengecewakan, sementara apabila mendekati nilai awal akan menggembirakan pasar.

Setelah hambatan di dalam vaksinasi yang disebabkan oleh karena terjadinya badai musim dingin, lebih dari dua juta orang Amerika menerima vaksin setiap harinya. Apabila bisa lebih cepat, maka akan menggembirakan pasar.

Apakah harga konsumen naik? Inflasi tetap rendah pada bulan Januari, namun harga produsen mengalami kenaikan. Para ekonom memperkirakan CPI umum akan naik ke 1.6% di bulan Februari, namun untuk CPI inti tertekan di 1.4%. Setiap ada tanda-tanda kenaikan harga, akan bisa mendorong naik dollar AS.

Klaim pengangguran mingguan pada hari Kamis menarik perhatian setelah keluarnya Nonfarm Payrolls, namun minggu belakangan ini, investor sudah kurang sensitif terhadap kegelisahan karena meningkatnya angka pengangguran.

Consumer Sentiment Index pendahuluan untuk bulan Maret dari Universitas Michigan diperkirakan akan tetap dibawah 80, meskipun ada stimulus dan vaksinasi.

Secara keseluruhan EUR/USD cenderung turun, baik secara grafik tehnikal mingguan maupun harian.

“Support” terdekat menunggu di 1.1885 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1800 dan kemudian 1.1745.  “Resistance” terdekat menunggu di 1.1970 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2060 dan kemudian 1.2101.

( vibiznews )

Buka Akun Trading
MetaTrader Olymp Trade

Most Popular

Harga Kedelai Naik, Karena Ekspor Mingguan Meningkat

Harga kedelai kembali naik pada penutupan pasar hari Kamis, setelah Laporan Ekspor Mingguan, dimana ekspor mingguan kedelai meningkat, hanya minyak kedelai masih turun, karena...

Rupiah Jumat Siang Rebound ke Rp14.665/USD; Bangkit dari Tekanan 5 Hari

Dalam pergerakan pasar uang Jumat siang ini (20/5), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau rebound menguat setelah tertekan 5 hari, mengurangi sebagian gain sesi...

Harga Minyak Sawit Turun Setelah Presiden Jokowi Membuka Kembali Ekspor Minyak Sawit 23 Mei 2022

Harga minyak sawit turun pada penutupan pasar hari Kamis setelah Presiden Jokowi memberi pengumuman bahwa akan membuka ekspor minyak sawit dan turunannya pada hari...

Hanya Harga Gandum yang Turun, Harga Kedelai dan Jagung Masih Naik

Pergerakan Pasar Di Bursa Chicago Grain Exchange pada hari Kamis 19 Mei 2022 Harga biji-bijian mixed , setelah Laporan Penjualan Ekspor Mingguan pada hari...

Recent Comments