Wednesday, June 16, 2021
Home Analysis Analisa Forex Analisa GBP/USD Tgl 18 – 22 Januari 2021 : Sekalipun Turun, Masih...

Analisa GBP/USD Tgl 18 – 22 Januari 2021 : Sekalipun Turun, Masih Berpeluang Naik

Minggu lalu, GBP/USD pada awalnya sempat naik ke arah 1.37, karena BoE meniadakan kemungkinan tingkat bunga yang negatip, namun selanjutnya turun kembali ke 1.35 87 karena menguatnya kembali dolar AS. Hal lain yang membuat GBP/USD sempat naik ke arah 1.37 adalah penurunan dalam kasus coronavirus di Inggris.

Baik Inggris maupun Amerika Serikat sama – sama terdepan di dalam hal vaksinisasi masyarakatnya dibandingkan dengan seluruh Eropa. Prospek akan bisa keluar dari pandemic lebih awal juga mendukung kenaikan Sterling.

Investor ramai – ramai menjual obligasi sebagai reaksi terhadap proposal paket stimulus Biden senilai $1,9 triliun dan beberapa pejabat Federal Reserve yang bermain disekitar mengurangi skema pembelian obligasi sebagai respon terhadap kondisi yang membaik.

Sementara klaim pengangguran AS muncul mengecewakan dengan kenaikan menjadi 965.000 yang menunjukkan perekonomian membutuhkan dukungan lebih jauh. Penjualan ritel juga memberikan angka yang buruk, turun 1.4% pada bulan Desember. Data ekonomi AS ini menunjukkan sebaliknya dari ekspektasi ke depan yang penuh harapan, keadaan sekarang tidak baik.  Sebagai akibatnya, dolar AS kembali dalam perannya sebagai safe-haven dan mengalami kenaikan.

PM Inggris Boris Johnson mengkaitkan exit dari lockdown dengan level imunisasi yang tinggi. Pemerintah telah mengumumkan memperlebar antara dosis pertama dengan kedua, dengan tujuan menyuntik lebih dulu sebanyak mungkin orang dan investor ingin melihat angkanya naik dengan cepat. Goal yang baru adalah 500.000 suntikan per minggu.

Berita – berita mengenai pusat vaksin yang baru akan mendukung naik, sementara penundaan dalam produksi atau distribusi vaksin akan membebani Poundsterling.

Consumer Price Index Inggris untuk bulan Desember diperkirakan akan menunjukkan kenaikan dari 1.1% ke 1.4%. Sementara data penjualan ritel pada hari Jumat mengandung ketidakpastian. Konsumen menunjukkan kekuatan dalam tahun 2020 karena bantuan dari pemerintah. Apakah tren ini berlanjut pada bulan terakhir tahun 2020, ketika restriksi menghambat liburan Natal? Poundsterling kemungkinan bergejolak apapun hasilnya.

Markit PMI pendahuluan untuk bulan Januari diperkirakan akan menunjukkan perbedaan yang berkelanjutan antara sektor manufaktur dengan sektor jasa yang harus berjuang dengan lockdown.

Di Amerika Serikat, fokus kepada hari inagurasi tanggal 20 Januari 2021. Investor mengabaikan penyerbuan ke Capitol maupun usaha impeachment terhadap Trump. Biden telah mempresentasikan rencana ekonominya untuk menambah stimulus fiskal baru senilai $1,9 triliun. Investor akan mengamati realisasinya apakah sesuai.

Pasar kecewa dengan komentar Biden yang mengatakan bahwa setiap orang harus membayar bagian mereka secara fair yang mengandung arti kenaikan pajak. Namun, semua masih perlu persetujuan dari Demokrat dan Republikan. Hari pertama di Gedung Putih kemungkinan hanya akan dipakai untuk menandatangani Executive Orders seperti kembali kepada kesepakatan “Paris Climate”.

Dalam hal vaksinisasi, prioritas adalah memberikan vaksin kepada lebih banyak orang lebih dahulu daripada memberikan suntikan kedua. Pasar akan menyambut gembira setiap usaha yang bisa membuat keluar dari pandemic lebih cepat.

Imunisasi dan statistic dari coronavirus akan tetap menjadi perhatian utama khususnya jika gubernur negara bagian yang bersangkutan mengenakan restriksi yang baru.

Hal lain yang akan menjadi perhatian adalah klaim pengangguran AS dan Markit PMI pendahuluan.

Apabila klaim pengangguran mingguan AS naik mencapai 1 juta, investor akan kuatir dan akibatnya akan bisa lari ke safe-haven assets.

Secara tehnikal, momentum harian masih mengarah naik. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3705 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3730 dan kemudian 1.3810. “Support” terdekat menunggu di 1.3530 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3440 dan kemudian 1.3310.

( vibiznews )

Buka Akun Trading
MetaTrader Olymp Trade

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Surplus Neraca Perdagangan Berlanjut

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia Mei 2021 kembali surplus sebesar 2,36 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan surplus...

Harga Gula Turun ke Harga Terendah 2 1/2 Minggu

Harga gula pada penutupan pasar hari Selasa turun untuk ke empat hari berturut -turut sehingga harga gula di New York turun ke...

Rupiah Rabu Siang Masih Terkoreksi ke Rp14.255/USD; Dollar di Asia Flat Menjelang the Fed

Dalam pergerakan pasar uang Rabu siang ini (16/6), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau masih melemah di hari ketiganya, stabil dari sesi...

Harga Jagung Naik, Karena Cuaca Kering Di Brazil

Harga jagung pada penutupan pasar hari Selasa kembali naik setelah kemarin mengalami penurunan tajam, kenaikan terjadi karena rate pertumbuhan tanaman lebih rendah...

Recent Comments