Wednesday, June 23, 2021
Home Analysis Opini Analisa GBP/USD Pada Tahun Baru : Akan Naik ke 1.4 ?

Analisa GBP/USD Pada Tahun Baru : Akan Naik ke 1.4 ?

GBP/USD mengakhiri tahun 2020 dengan diperdagangkan diatas 1.3650, disekitar 1.3664, level tertinggi yang pertama kali dicapai sejak bulan Mei 2018. Kenaikan GBP/USD pada minggu terakhir tahun 2020 kebanyakan disebabkan oleh turunnya dolar AS

dengan DXY diperdagangkan mendekati kerendahan selama 2,5 tahun pada hari Kamis minggu lalu.

Minggu pertama dari tahun yang baru sering menunjukkan apa yang akan terjadi selanjutnya pada tahun yang bersangkutan. Memasuki minggu pertama dari tahun 2021, para trader Sterling terus bergelut dengan penyebaran Covid – 19 dan dampaknya lockdown, distribusi dari vaksin dan Brexit. Akankah Inggris mengalami lockdown secara nasional pada bulan Januari 2020? Seberapa cepat pendistribusian vaksin dan bisakah Inggris mencapai “herd immunity”?. Walaupun tulang punggung kesepakatan post-Brexit telah disetujui dan Brexit yang tanpa kesepakatan berhasil dihindari, bagaimana dengan sektor jasa dari Inggris, karena tidak dibicarakan di dalam kesepakatan.

Dalam jangka pendek, “resistance” terdekat menunggu di 1.3665 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3711 dan kemudian 1.3796. Sementara “support” terdekat menunggu di 1.3532 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3446 dan kemudian 1.3400.

Periode transisi Brexit berakhir pada akhir tahun 2020 ini, meskipun konsekwensinya masih memerlukan waktu untuk diketahui. Belum jelas sejauh mana kedua belah pihak akan menandatangani kesepakatan. Namun ini adalah pertamakalinya Inggris keluar dari Uni Eropa secara praktis. Selama masa transisi secara praktis tidak ada perubahan di dalam hubungan bilateral kedua belah pihak. Bila tanpa kesepakatan maka diperkirakan GDP Inggris akan berkurang sebanyak 2%.

Setelah lebih dari empat tahun berita – berita Brexit berdampak yang besar terhadap pergerakan Poundsterling, para trader merasa bahwa topik ini akan segera berlalu setelah beberapa minggu berjalannya tahun yang baru. Setelah mengalami banyak penderitaan karena Brexit, berlalunya Brexit dapat membuat Sterling naik lebih tinggi, apalagi 31 Desember 2020, waktu terakhir dari periode transisi, berakhir dengan kesepakatan. Terlepas dari masih adanya sektor jasa yang belum dijamah, paling tidak dampak negatip terhadap GDP Inggris yang akan berdampak juga terhadap Sterling, sudah terhindarkan.

Beberapa bulan pertama dari tahun 2021 kemungkinan akan sulit karena musim dingin akan memaksa orang – orang yang sudah lelah dengan pandemik untuk berada di dalam ruangan tertutup, yang berpotensi menyebarkan virus corona lebih lanjut. Terlebih lagi, produksi, distribusi dan efisiensi dari vaksin kemungkinan belum sepenuhnya dapat berjalan dengan lancar. Meskipun demikian, kepandaian umat manusia yang terbukti selama tahun 2020 kemungkinan akan bisa memberikan solusi yang cepat. Sementara itu Inggris tidak akan mungkin lebih terpukul dari negara lainnya.

Inggris bergerak lebih cepat daripada negara lainnya di dalam memberikan vaksin kepada penduduknya dan hal ini kemungkinan kurang diapresiasi oleh pasar. Sebuah kampanye imunisasi yang cepat dan sukses akan bisa membawa Sterling naik di musim semi dan panas, ketika orang Inggris kemungkinan akan kembali kepada kehidupan normal lebih cepat daripada rekan – rekan dari bagian dunia yang maju lainnya.

Semua ini akan bisa membawa Sterling naik di tahun 2021,  dengan “resistance” yang terdekat menunggu di 1.3696  dan akan diikuti oleh 1.3800 dan kemudian 1.40. Sementara “support” terdekat ada pada 1.3510 yang diikuti oleh 1.3140 dan kemudian 1.2670.

( vibiznews )

Buka Akun Trading
MetaTrader Olymp Trade

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Harga Gula Turun ke Harga Terendah 2 1/4 Bulan

Harga gula pada penutupan hari Selasa turun harga gula London turun ke terendah 2 1/4 bulan, karena curah hujan meningkat di Brazil.Harga...

Rupiah Rabu Ditutup Melemah ke Rp14.432/USD; Dollar di Eropa Agak Flat, Pernyataan the Fed

Dalam pergerakan pasar uang awal pekan Rabu sore ini (23/6), nilai tukar rupiah terhadap dollar ditutup melemah, dengan mengurangi loss sesi siangnya,...

Harga Karet Tocom Rebound dari Pelemahan 4 Sesi, SHFE Melompat ke Tertinggi 2 Pekan

Setelah tertekan selama 4 sesi berturut, harga karet Tocom rebound dari posisi terendah 2 bulan pada perdagangan hari Rabu (23/6/2021), demikian dengan...

Rupiah Rabu Siang Melemah ke Rp14.445/USD; Dollar di Asia Melanjutkan Rebound

Dalam pergerakan pasar uang awal pekan Rabu siang ini (23/6), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, menambah loss sesi paginya, sementara...

Recent Comments