Friday, May 20, 2022
Home Analysis Analisa Forex Analisa GBP/USD 8 – 12 Februari 2021: Setelah Pidato Bailey, GDP Inggris...

Analisa GBP/USD 8 – 12 Februari 2021: Setelah Pidato Bailey, GDP Inggris Bisa Menaikkan GBP.

BoE telah menutup pintu bagi tingkat bunga negatip, yang membuat poundsterling dapat melawan kenaikan dolar AS yang kuat. Sementara Amerika Serikat bergantung kepada besarnya paket stimulus, Poundsterling bergantung kepada vaksin Inggris dan angka pertumbuhan.

Selain meyakinkan investor bahwa topik mengenai tingkat bunga negatip tidak ada dalam perencanaan, Gubernur BoE Andrew Bailey dan koleganya juga menaikkan prediksi mengenai pertumbuhan ekonomi Inggris di kuartal ke empat 2020 – yang menaikkan basis keuntungan pada masa yang akan datang. Ditambah dengan pengakuan akan dampak yang positip dari vaksin, pounsterling mengalami rally, sehingga pasangan matauang GBP/USD berhasil bangkit naik ke level 1.3735.

GBP/USD memulai rally dari titik rendah di bawah 1.36, setelah dolar AS datang menyerbu. Optimisme terus berlangsung mengenai paket stimulus AS yang baru dalam jumlah yang besar $1.9 triliun, dengan Demokrat kelihatannya akan bergerak sendiri tanpa dukungan Republikan. Meskipun perundingan dengan Republikan tetap berlangsung.

Prospek mengenai pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat yang didukung oleh data – data ekonomi yang bagus dan meningkatnya prospek dikeluarkannya stimulus yang baru, memicu aksi jual di Treasuries AS yang pada gilirannya menaikkan imbal hasil obligasi AS dan membuat dolar AS menjadi lebih menarik.

Perkembangan yang positip di dalam mengalahkan virus corona terjadi baik di Inggris maupun di AS dengan gelombang musim dingin mereda. Di Inggris sebagian disebabkan karena kampanye vaksin dari negara tersebut.

Amerika Serikat hanya menambah 49.000 pekerjaan pada bulan Januari, yang sedikit dibawah daripada yang diperkirakan. Sebelumnya ekspektasi sudah meningkat karena indikator terdepan yang keluar terlebih dahulu menunjukkan angka yang bagus – bagus. Meskipun demikian, tingkat pengangguran turun menjadi 6.3%, suatu perkembangan yang bagus.

Minggu ini, data makro ekonomi lebih sedikit, dan kebanyakan kurang berpengaruh terhadap pergerakan harga. Pada awal minggu investor kemungkinan masih akan menggali angka NFP sebelum menganalisa angka – angka dari kalender ekonomi lainnya.

Pada hari Rabu Amerika Serikat akan merilis data inflasi bulan Januari. Pada hari Kamis akan keluar angka klaim pengangguran yang sudah turun selama beberapa minggu sebelumnya. Dan pada hari Jumat akan keluar angka pendahuluan Consumer Sentiment Index dari Universitas Michigan untuk bulan Februari yang diperkirakan akan naik dari angka sebelumnya.

Partisipan pasar kemungkinan masih tetap akan fokus pada perkembangan stimulus AS, apakah Demokrat akan bisa meloloskan bantuan untuk Covid – 19. Apabila bisa, maka dolar AS akan memiliki ruang untuk naik bersamaan dengan kenaikan imbal hasil Treasuries AS. Apabila tertunda kembali, maka akan menurunkan dolar AS.

Saat ini AS telah mencapai 1,3 juta suntikan vaksin per hari. Menurut analisa grafik, AS sedang dalam jalur akan mencapai 50% dari populasinya pada hari Kemerdekaan. Apabila bisa lebih cepat maka akan mendorong naik dolar AS, namun apabila melambat akan membebani dolar AS.

Kapankah Inggris keluar dari lockdown saat ini? Pemerintah semula merencanakan di kalender pada pertengahan bulan Februari dan semuanya tergantung kepada seberapa masif imunisasi yang telah dilakukan. Penggunaan vaksin AstraZeneca dalam jumlah yang besar di Inggris terbukti lebih efisien sehingga dapat menjangkau lebih banyak orang Inggris.

Setelah mencapai puncak di 500.000 orang perhari dan 10 juta orang selama ini, Inggris kelihatannya sudah ada pada jalur akan memperlonggar restriksinya. Pengumuman ini akan mendorong naik Poundsterling.

Di Israel, yang paling banyak melakukan imunisasi, ada tanda yang jelas dari penurunan jumlah orang yang sakit dan yang masuk rumah sakit dari mereka yang berusia diatas 60 tahun yang diprioritaskan pada awal kampanye vaksin.

Pembicaraan mengenai Brexit di sektor jasa masih belum mendapatkan perhatian pada saat ini.

Dari kalender ekonomi Bailey akan menyampaikan pidatonya kembali, namun kali ini diperkirakan tidak akan memberikan pandangan yang baru setelah “Super Thursday” pada minggu lalu.

Inggris akan merilis GDP untuk kuartal keempat, termasuk update untuk bulan Desember ketika pemerintah mengenakan restriksi di London. Angka output industry dibulan Desember tahun lalu juga menarik perhatian.

Secara keseluruhan, pergerakan naik masih memegang kontrol.

“Support” terdekat menunggu di 1.3690 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3610 dan kemudian 1.3582. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3750 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3810 dan kemudian 1.3900.

( vibiznews )

Buka Akun Trading
MetaTrader Olymp Trade

Most Popular

Harga Kedelai Naik, Karena Ekspor Mingguan Meningkat

Harga kedelai kembali naik pada penutupan pasar hari Kamis, setelah Laporan Ekspor Mingguan, dimana ekspor mingguan kedelai meningkat, hanya minyak kedelai masih turun, karena...

Rupiah Jumat Siang Rebound ke Rp14.665/USD; Bangkit dari Tekanan 5 Hari

Dalam pergerakan pasar uang Jumat siang ini (20/5), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau rebound menguat setelah tertekan 5 hari, mengurangi sebagian gain sesi...

Harga Minyak Sawit Turun Setelah Presiden Jokowi Membuka Kembali Ekspor Minyak Sawit 23 Mei 2022

Harga minyak sawit turun pada penutupan pasar hari Kamis setelah Presiden Jokowi memberi pengumuman bahwa akan membuka ekspor minyak sawit dan turunannya pada hari...

Hanya Harga Gandum yang Turun, Harga Kedelai dan Jagung Masih Naik

Pergerakan Pasar Di Bursa Chicago Grain Exchange pada hari Kamis 19 Mei 2022 Harga biji-bijian mixed , setelah Laporan Penjualan Ekspor Mingguan pada hari...

Recent Comments