Thursday, May 19, 2022
Home Analysis Analisa Forex Analisa GBP/USD 15 – 19 Februari 2021: Segala Sesuatu Mendukung Poundsterling

Analisa GBP/USD 15 – 19 Februari 2021: Segala Sesuatu Mendukung Poundsterling

Cepatnya vaksinasi di AS dengan cepat menekan turun dollar AS sementara cepatnya vaksinasi di Inggris justru menaikkan pounsterling. Dorongan yang sempurna bagi GBP/USD telah membuat kenaikan mencapai ketinggian selama 34 bulan yang baru. Kenaikan lebih lanjut bergantung kepada update dari indicator ekonomi dan tanda – tanda kapan Inggris keluar dari lockdown.

Satu dari lima orang Inggris telah menerima vaksin, dua kali lipat daripada AS dan juah diatas Eropa. Kampanye vaksin di Inggris terus berlangsung dengan kecepatan penuh namun PM Johnson meminta masyarakat Inggris untuk bersabar. Meskipun demikian para trader forex bergerak lebih dahulu dan membawa Sterling naik lebih tinggi.

Amerika Serikat terus menambah usaha vaksinasi ke publik namun usaha untuk mendorong ekonomi mandek. Senat habis waktunya hanya untuk mengurusi hal yang tidak perlu, impeachment. Ditengah prospek melambatnya pertumbuhan, investor akhirnya kembali membeli obligasi AS sehingga mendorong turun imbal hasil obligasi dan juga dollar AS. Korelasi antara dollar AS dengan kembalinya investor ke hutang AS tetap signifikan.

Jerome Powell, Gubernur Federal Reserve AS juga memberikan kontribusi bagi turunnya dollar AS. Powell mengulangi jaminannya untuk mendukung ekonomi dan mengabaikan setiap potensi kenaikan di dalam inflasi sebagai sesuatu yang tidak berarti banyak. Sementara angka CPI AS untuk bulan Januari juga memang meleset daripada yang diperkirakan.

Powell juga berjanji untuk melakukan segala sesuatu untuk mencapai “full employment” dan memburuknya klaim pengangguran mingguan AS menunjukkan bahwa jalan menuju “full employment” masih panjang. Hal ini berarti the Fed kemungkinan masih akan terus membeli obligasi dan mendorong turun dollar AS.

Secara keseluruhan, minggu lalu GBP diuntungkan dalam segala segi.

Minggu ini pertanyaannya adalah kapan Inggris keluar dari lockdown dan bagaimana caranya? Sementara PM Johnson merencanakan mempublikasikannya pada tanggal 22 Februari, bocorannya bisa keluar pada minggu ini. Lebih cepat pergerakan dari pemerintah, lebih baik bagi ekonomi dan poundsterling. Dihapuskannya restriksi tergantung kepada seberapa cepat kemajuan vaksinasi sehingga update angka harian menjadi semakin penting.

Perlu dicatat bahwa Inggris kelihatannya mencetak rekor vaksinasi pada hari Sabtu sehingga laporannya bisa mendorong poundsterling naik pada awal minggu ini. Berkurangnya pasien di rumah sakit juga merupakan indicator yang penting.

Sementara Inggris memimpin di dalam vaksinasi di dunia Barat, orang memandang kepada Israel sebagai yang paling banyak melakukan vaksinasi. Jika angka Covid di Israel terus turun, hal ini akan memberi semangat bagi Inggris dan pounsterling.

Angka CPI Inggris untuk bulan Februari akan keluar pada hari Rabu. Seperti angka inflasi AS yang masih tetap lemah, angka inflasi Inggris juga diperkirakan masih lemah. Angka penjualan ritel juga menjadi perhatian investor. Selama krisis, penjualan meningkat 2.9% di tahun 2020 meskipun terjadi kontraksi ekonomi, karena skema cuti dari pemerintah dan program bantuan pemerintah lainnya. PMI Inggris diperkirakan masih akan “divergence” dengan manufaktur tetap naik sementara jasa tetap turun.

Di Amerika Serikat, sidang atas Trump tetap berlanjut di Washington namun diperkirakan akan segera berakhir dalam beberapa hari lagi. Bahkan sebelum diambil keputusan, orang sudah tahu bahwa Trump akan dibebaskan karena tidak cukup banyak Republikan yang setuju dengan impeachment. Berita – berita mengenai stimulus akan kembali menguasai pasar dan mempengaruhi pergerakan harga.

Apakah paket stimulus akan keluar senilai yang diusulkan $1.9 triliun? Kemungkinan tidak. Namun nilai yang mendekati ini dan diatas $1 triliun sudah akan memuaskan pasar saham. Saat ini diperkirakan nilai yang sudah diperhitungan dalam harga di pasar adalah sebesar $1.5 triliun. Bagi dollar AS, semakin besar nilainya berarti semakin tinggi tingkat pertumbuhan ekonomi yang bisa dicapai sehingga mendorong naik dollar AS.

Amerika Serikat terus mempercepat kampanye vaksinnya. Sebelumnya perkiraan 50% jumlah populasi telah divaksinasi adalah pada pertengahan Juli. Sekarang diperkirakan di akhir Juni sudah  tercapai 50% dari populasi telah divaksin.

Angka penjualan ritel bulan Januari diperkirakan akan berdampak yang substansial. Expenditure turun jauh di bulan November dan Desember tahun lalu, meskipun ada liburan Natal dan akhir/awal tahun. Namun pada bulan Januari diperkirakan akan mengalami kenaikan sebagian karena stimulus yang keluar dari kongres pada akhir Desember.

Risalah pertemuan FOMC the Fed juga diperhatikan pasar. Setiap tanda – tanda akan dilakukannya pengurangan kecepatan pembelian obligasi akan mendorong naik dollar AS dan sebaliknya.

Klaim pengangguran mingguan juga akan diamati dengan seksama.

Secara keseluruhan, “bullish” masih lebih tinggi daripada “bearish”.

“Support” terdekat menunggu di 1.3800 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3750 dan kemudian 1.3680. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3900 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3950 dan kemudian 1.4000.

( vibiznews )

Buka Akun Trading
MetaTrader Olymp Trade

Most Popular

Utang Luar Negeri Indonesia Triwulan I 2022 Menurun

Bank Indonesia merilis posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan I 2022. Posisi ULN Indonesia menurun di mana pada akhir triwulan I 2022...

Harga Kakao Turun Karena Menguatnya Indeks Dolar AS

Harga kakao pada penutupan pasar hari Rabu turun karena menguatnya indeks dolar menurunkan harga komoditas termasuk kakao. Turunnya indeks saham akan membuat investor melikuidasi...

Forex Eropa AUDUSD 19 Mei: Terangkat oleh Laporan Rekor Terendah Pengangguran Australia

Posisi Aussie dolar dalam pair AUDUSD pada perdagangan forex sesi Eropa hari Kamis (19/5/2022) bergerak lebih tinggi dari tekanan sesi sebelumnya dan sempat menembus...

Rupiah Kamis Siang Melemah ke Rp14.716/USD; Dollar di Asia Terkoreksi Sejenak

Dalam pergerakan pasar uang Kamis siang ini (19/5), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah di hari kelimanya, menguangi sebagian loss sesi paginya, sementara...

Recent Comments