Thursday, May 19, 2022
Home Analysis Analisa Forex Analisa GBP/USD 1 – 5 Februari 2021: Peluang Keatas Masih Besar

Analisa GBP/USD 1 – 5 Februari 2021: Peluang Keatas Masih Besar

GBP/USD naik dari kerendahan sebelumnya di 1.3650 dimana  pasar dikuasai “risk-off” yang mendorong kenaikan dolar AS. GBP/USD mengalami kenaikan ke 1.3742, level tertinggi dalam tiga tahun,  karena sentimen pasar berbalik “risk-on” yang membuat Dolar AS berbalik turun. Rentang harga antara 1.3650 dengan 1.3742 berarti para trader belum siap untuk menantang ancaman tehnikal yang menunggu diatas level sekarang.

Di Inggris, pasar tenaga kerja menunjukkan kekuatan yang tidak disangka dengan claimant count change keluar lebih sedikit daripada yang diperkirakan dan upah mengalami kenaikan yang membuat Sterling terdorong naik. Claimant Count Change hanya naik 7000 jauh dibawah dari yang diperkirakan sebesar 35.000 dan dari angka bulan sebelumnya 38.100. Average Earnings Excluding Bonus naik 3.6% lebih tinggi dari pada yang diperkirakan sebesar 3.2% dan dari sebelumnya sebesar 2.8%.

Di Amerika Serikat, data makro ekonomi bervariasi. Data yang melemah termasuk order “durable goods” yang hanya naik sedikit 0.2% pada bulan Januari dan GDP final kuartal ke empat yang muncul di 4.0%, lebih kecil daripada yang diperkirakan sebesar 4.2%. Sedangkan klaim pengangguran mingguan turun ke 875,000 yang lebih kecil daripada minggu sebelumnya dan daripada yang diperkirakan. Namun kelihatannya para investor masih percaya pertumbuhan akan kembali meningkat pada paruh kedua tahun ini.

Federal Reserve mengumumkan keputusan yang terbaru mengenai kebijakan moneter dan sebagaiman yang telah diperkirakan, mereka tidak mengubah tingkat bunga maupun pembelian obligasi pemerintah. Bank Sentral AS ini mengulangi pernyataan bahwa pulihnya ekonomi AS sangat tergantung kepada arah dari virus dan program vaksinisasi. The Fed menambahkan bahwa kecepatan dari pemulihan aktifitas ekonomi dan employment telah menurun pada bulan – bulan belakangan ini. Pernyataan dari Powell ini yang cenderung “dovish” ini membuat pasar berada pada sentimen “risk-off”.

Event utama di Inggris minggu ini adalah pertemuan Bank of England pada hari Kamis dimana diperkirakan tidak ada perubahan kebijakan namun assessment dari Gubernur Andrew Bailey mengenai ekonomi Inggris dan Brexit bisa mendorong naik atau melemahkan poundsterling.

Kebijakan moneter Bank of England kemungkinan akan stabil dengan tingkat bunga 0.1%, dan  the Asset Purchase Facility senilai ₤895 miliar.

PMI manufaktur dari ISM diperkirakan akan mengeluarkan angka 60 pada bulan Januari, turun dari 60.7 pada bulan Desember.

ADP employment change untuk bulan Januari diperkirakan menambah 49.000 pekerja setelah kehilangan 123.000 pada bulan Desember.

PMI Jasa diperkirakan turun ke 57 pada bulan Januari dari 57.2 di bulan Desember.

Klaim pengangguran awal diperkirakan akan turun ke 825.000 dari minggu sebelumnya 847.000. Klaim pengangguran yang berkelanjutan diperkirakan turun ke 4.250.000 dari sebelumnya 4.771.000. Sementara Factory Orders untuk bulan Desember diperkirakan naik 1.8% dari sebelumnya 1%.

Pada akhir minggu, fokus akan berpindah ke data employment AS dengan akan dikeluarkannya laporan Non-Farm Payrolls pada hari Jumat. Amerika Serikat diperkirakan telah menambahkan 85.000 pekerjaan baru pada bulan Januari setelah pada bulan Desember kehilangan sebanyak 145.000 pekerjaan.

“Support” terdekat menunggu di 1.3648 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3570 dan kemudian 1.3500. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3740 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3810 dan kemudian 1.3832.

( vibiznews )

Buka Akun Trading
MetaTrader Olymp Trade

Most Popular

Utang Luar Negeri Indonesia Triwulan I 2022 Menurun

Bank Indonesia merilis posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan I 2022. Posisi ULN Indonesia menurun di mana pada akhir triwulan I 2022...

Harga Kakao Turun Karena Menguatnya Indeks Dolar AS

Harga kakao pada penutupan pasar hari Rabu turun karena menguatnya indeks dolar menurunkan harga komoditas termasuk kakao. Turunnya indeks saham akan membuat investor melikuidasi...

Forex Eropa AUDUSD 19 Mei: Terangkat oleh Laporan Rekor Terendah Pengangguran Australia

Posisi Aussie dolar dalam pair AUDUSD pada perdagangan forex sesi Eropa hari Kamis (19/5/2022) bergerak lebih tinggi dari tekanan sesi sebelumnya dan sempat menembus...

Rupiah Kamis Siang Melemah ke Rp14.716/USD; Dollar di Asia Terkoreksi Sejenak

Dalam pergerakan pasar uang Kamis siang ini (19/5), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah di hari kelimanya, menguangi sebagian loss sesi paginya, sementara...

Recent Comments