Wednesday, June 23, 2021
Home Analysis Opini Analisa Forex GBP/USD 21 – 25 Desember 2020: Berharap Brexit Dengan Kesepakatan

Analisa Forex GBP/USD 21 – 25 Desember 2020: Berharap Brexit Dengan Kesepakatan

Dolar AS kembali mengalami minggu yang buruk pada minggu lalu, jatuh ke kerendahan baru di tahun 2020 terhadap kebanyakan rival utamanya.

Turunnya dolar AS selama minggu lalu disebabkan tertekan oleh sentimen yang optimis sehubungan dengan pembicaraan Brexit dan paket kelegaan coronavirus AS. Namun minggu berlalu dan kedua isu tersebut masih tetap belum selesai, walaupun para investor masih tetap menunggu berita yang positip beberapa hari ke depannya.

GBP/USD turun dari puncaknya di 1.3622 ke bawah 1.3550  dengan pembicaraan mengenai Brexit menemui jalan buntu.

Meskipun demikian, para negosiator tetap melakukan pertemuan pembicaraan dan secara relatif tidak memberikan komentar apa – apa yang negatip yang berarti suatu pertanda yang bagus.

Federal Reserve AS bertemu pada hari Rabu minggu lalu dan mempertahankan kebijakan moneternya tidak berubah sebagaimana dengan yang telah diperkirakan sebelumnya, namun mengulangi jaminannya untuk mendukung ekonomi sepanjang diperlukan dalam konteks pandemic sekarang ini.

The Fed juga memberikan gambaran yang suram dan pasar bereaksi karenanya, menjual matauang Amerika lebih jauh lagi.

Selain itu Amerika Serikat melaporkan lebih dari 270.000 kasus coronavirus dalam 24 jam terakhir. Pandemik diluar control dan beberapa kota dan negara bagian mengumumkan langkah – langkah restriksi yang keras, yang pastinya menekan matauang lokal.

Di Amerika Serikat, penjualan ritel mengecewakan, jatuh – 1.1% MoM pada bulan November. Initial Jobless Claims untuk minggu yang berakhir pada 11 Desember lompat ke 885.000 yang adalah jauh lebih buruk daripada yang diperkirakan sebesar 800.000.

Minggu ini, dari Inggris, kurang dari beberapa hari lagi periode transisi akan berakhir dan kedua belah pihak sangat tertarik untuk mendapatkan kesepakatan. Uni Eropa dan Inggris kemungkinan akan mencapai kesepakatan segera dengan tanggal 31 Desember menjadi “cut-off date”.

Bagaimana Sterling akan bereaksi? GBP/USD kemungkinan bisa bergerak naik apabila ada tanda – tanda persetujuan dari Brussel dan bergerak naik lebih tinggi lagi sebelum terkoreksi turun. Sementara itu resiko turun lebih besar. Jika pembicaraan gagal, penurunan akan jauh karena pasar sudah memperhitungkan tercapainya kesepakatan dalam harga.

Setelah AS menyetujui vaksin Moderna, otoritas Inggris kemungkinan akan mengikuti dan menggunakan senjata lainnya melawan coronavirus. Para investor masih menunggu lebih banyak berita dari AstraZeneca dan Universitas Oxford. PM Johnson sedang dalam tekanan untuk mengetatkan restriksi menjelang hari – hari liburan, yang berpotensi membebani pounsterling.

Dari Amerika Serikat, pembicaraan antara Republikan dan Demokrat direncanakan akan terus berlangsung sampai akhir minggu dan kemungkinan mencapai hasilnya sebelum pasar dibuka. Kegagalan untuk mencapai kesepakatan dengan cepat akan membebani pasar, meskipun kedua belah pihak kelihatannya sangat ingin mencapai kesepakatan sebelum Natal. Setiap dorongan sebelum pemerintahan yang baru akan positip bagi pasar yang berarti negatip bagi dolar AS, namun kebanyakan telah diperhitungkan dalam harga.

Pemilihan untuk anggota kongres yang baru sedang berlangsung di Georgia dan para investor lebih memilih Demokrat karena akan membuat stimulus yang lebih banyak.

Amerika Serikat mulai membagikan vaksin Moderna yang membuat distribusi imunisasi menjadi lebih cepat. Berbeda dengan Pfizer, Moderna tidak membutuhkan kondisi tempat penyimpanan dalam suhu yang sangat dingin, sehingga lebih mempermudah pendistribusian. Naiknya statistik vaksinisasi kemungkinan akan mendorong naik sentimen positip bagi pasar.

Angka virus kemungkinan tidak akan membaik sampai bulan Januari dan laporan mengenai penuhnya ruangan ICU dan diberlakukannya lockdown akan bisa memukul sentimen pasar.

Angka Durable Goods Orders untuk bulan November diperkirakan akan mengalami kemajuan meskipun dengan kecepatan yang lebih lambat dari bulan Oktober.

Laporan GDP final untuk kuartal ketiga kemungkinan akan mengkonfirmasi kebangkitan sebesar 33.1% per tahun. Klaim pengangguran tetap menjadi sorotan setelah terjadi kenaikan yang mengkuatirkan. Personal Income and Personal Spending untuk bulan November juga menjadi perhatian.

“Resistance” terdekat menunggu di 1.3622 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3730 dan kemudian 1.3810. “Support” terdekat menunggu di 1.3480 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3310 dan kemudian 1.3210.

( vibiznews )

Buka Akun Trading
MetaTrader Olymp Trade

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Harga Gula Turun ke Harga Terendah 2 1/4 Bulan

Harga gula pada penutupan hari Selasa turun harga gula London turun ke terendah 2 1/4 bulan, karena curah hujan meningkat di Brazil.Harga...

Rupiah Rabu Ditutup Melemah ke Rp14.432/USD; Dollar di Eropa Agak Flat, Pernyataan the Fed

Dalam pergerakan pasar uang awal pekan Rabu sore ini (23/6), nilai tukar rupiah terhadap dollar ditutup melemah, dengan mengurangi loss sesi siangnya,...

Harga Karet Tocom Rebound dari Pelemahan 4 Sesi, SHFE Melompat ke Tertinggi 2 Pekan

Setelah tertekan selama 4 sesi berturut, harga karet Tocom rebound dari posisi terendah 2 bulan pada perdagangan hari Rabu (23/6/2021), demikian dengan...

Rupiah Rabu Siang Melemah ke Rp14.445/USD; Dollar di Asia Melanjutkan Rebound

Dalam pergerakan pasar uang awal pekan Rabu siang ini (23/6), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, menambah loss sesi paginya, sementara...

Recent Comments