Wednesday, June 23, 2021
Home Analysis Opini Analisa Forex GBP/USD 14 – 18 Desember 2020: Adakah Hadiah Natal Dari...

Analisa Forex GBP/USD 14 – 18 Desember 2020: Adakah Hadiah Natal Dari Brexit?

Meningkatnya kekuatiran akan terjadinya paska Brexit yang tanpa kesepakatan antara Inggris dengan AS, membuat GBP/USD turun ke 1.3227 dari ketinggian 1.33 yang diraih karena sempat melemahnya dolar AS pada paruh pertama minggu ini.

Makan malam yang panjang PM Inggris Boris Johnson dengan partnernya Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen gagal menembus kebuntuan di dalam pembicaraan paska Brexit. Kedua pemimpin dan team negosiasinya gagal mencapai terobosan Brexit yang diinginkan. Setelah menyimpulkan bahwa mereka tetap masih jauh terpisah. Kedua belah pihak mulai berbicara mengenai kemungkinan yang lebih besar dari Brexit yang tanpa kesepakatan.

Rencana darurat untuk kemungkinan Brexit tanpa kesepakatan sudah perlu dibuat yang lebih lanjut membebani sentimen.

Inggris dilaporkan dalam jalur menyetujui vaksin coronavirus dari AstraZeneca setelah mulai membagikan vaksin dari Pfizer/BioNtech pada hari Selasa. Margaret Keenan, yang berusia 90 tahun, adalah orang pertama yang menerima vaksin corona virus dari Pfizer/BioNTech di Inggris dengan hasil yang memuaskan.

Fokus di AS adalah sekitar stimulus fiskal. Setelah NFP yang lemah kelihatannya akan memaksa politisi untuk bertindak, namun selanjutnya keragu-raguan muncul. Pemimpin mayoritas senat McConnel enggan untuk memberikan paket kelegaan senilai hampir $1 triliun. Lambatnya pembicaraan di Washington membebani sentimen pasar.

Dukungan stimulus fiskal dari pemerintah AS sangat mendesak karena rekor yang baru di dalam kasus baru dan kematian harian dan orang yang masuk rumah sakit.

Klaim pengangguran AS mengecewakan dengan melompat ke 853.000 setelah sebelumnya sempat turun.

Di Inggris pada minggu ini, tenggat waktu bagi pembicaraan Brexit adalah hari minggu malam, dengan berakhirnya masa transisi pada tanggal 31 Desember. Apabila tidak diperoleh kesepakatan pada hari minggu malam, pembicaraan kemungkinan akan terhenti sebelum diskusi informal kemungkinan bisa membawa kepada kesepakatan.

PM Johnson masih harus berurusan dengan isu coronavirus. Dengan kembali naiknya kasus coronavirus namun dengan vaksin sedang mulai dibagikan, apakah dia masih mau melakukan restriksi? Hari Kamis adalah dua minggu sejak waktu lockdown berakhir, sehingga bisa menilai kembali untuk kembali ke pendekatan lokal daripada nasional.

Tingkat pengangguran kemungkinan naik pada bulan Oktober, meskipun dalam kecepatan yang moderat, karena skema cuti masih diperpanjang. Jika muncul dibawah 5%, maka poundsterling akan bisa naik. Angka Claimant Count Change untuk bulan November kemungkinan akan lebih buruk, yang merefleksikan dampak dari lockdown terhadap pencari pekerjaan. Namun, turunnya klaim dalam dua bulan sebelumnya membuka pintu untuk kejutan yang bagus.

Consumer Price Index diperkirakan naik sedikit setelah pada bulan sebelumnya bangkit dari kerendahannya dan menyentuh 0.7% pada bulan November.

Konsumsi adalah salah satu sisi yang kuat dari ekonomi Inggris. Setelah kenaikan bulanan 1.3% pada bulan Oktober, naik sedikit lagi diperkirakan pada bulan November ini.

Event utama minggu ini adalah keputusan dari BoE pada hari Kamis.

Andrew Bailey, Gubernur Bank of England mengumumkan ekspansi skema pembelian obligasi senilai £150 miliar, mengatasi dari yang diperkirakan dan mendorong naik poundsterling, berbalik dengan kebiasaan dimana pencetakan uang menurunkan nilai matauang yang bersangkutan.

Sebelumnya BoE sempat membicarakan mengenai tingkat bunga negatip namun dengan berjalannya waktu dan harapan akan vaksin, kemungkinan ini lenyap. Setiap ada tanda tingkat bunga yang negatip akan memukul poundsterling.

Di AS, pemilihan presiden kembali menjadi perhatian investor dengan pada hari Senin 14 Desember akan dihitung Electoral College. Sejauh ini Donald Trump telah dapat membuktikan betapa banyaknya kecurangan yang terjadi meskipun terus mengalami penolakan dari pemerintah negara bagian yang bermasalah namun kemenangan pada menit terakhir bisa saja terjadi. Sepanjang tidak terjadi kerusuhan, dolar AS akan mengalami tekanan.

Keprihatinan mengenai virus dan penutupan bisnis akan menjadi topik yang dominan bagi pasar. Angka yang mencapai rekor bisa membebani sentimen pasar dan mendorong naik dolar AS yang “safe-haven”. Disisi lain, pasar akan menunggu keputusan dari FDA mengenai vaksin Moderna pada hari Kamis, yang kemungkinan akan disetujui kembali sehingga memberikan dorongan naik bagi pasar.

Ekonomi Amerika sangat tergantung kepada konsumsi dan statistik Penjualan Ritel untuk bulan November akan memberikan gambaran bagaimana virus telah membebani ekonomi AS pada bulan lalu.

Event terbesar di Amerika Serikat pada minggu ini adalah pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve pada hari Rabu. Federal Reserve kemungkinan akan mempertahankan kecenderungan “dovish” dan terus menekankan perlunya dukungan fiskal secara berkelanjutan. The Fed kemungkinan tidak akan mengubah kebijakannya termasuk program quantitative easingnya. Hal ini bisa mengecewakan pasar dan dolar AS bisa naik.

Klaim pengangguran mingguan tetap menjadi perhatian dan investor mengharapkan turun. Rilis data pada hari Kamis kemungkinan akan tertutupi oleh pengumuman vaksin FDA dan the Fed.

Secara keseluruhan, GBP/USD kemungkinan bisa naik kembali dengan “resistance” terdekat berada pada 1.3310 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.34 dan kemudian 1.3480. Sementara “support” terdekat menunggu di 1.3239 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3179 dan kemudian 1.3053.

( vibiznews )

Buka Akun Trading
MetaTrader Olymp Trade

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Harga Gula Turun ke Harga Terendah 2 1/4 Bulan

Harga gula pada penutupan hari Selasa turun harga gula London turun ke terendah 2 1/4 bulan, karena curah hujan meningkat di Brazil.Harga...

Rupiah Rabu Ditutup Melemah ke Rp14.432/USD; Dollar di Eropa Agak Flat, Pernyataan the Fed

Dalam pergerakan pasar uang awal pekan Rabu sore ini (23/6), nilai tukar rupiah terhadap dollar ditutup melemah, dengan mengurangi loss sesi siangnya,...

Harga Karet Tocom Rebound dari Pelemahan 4 Sesi, SHFE Melompat ke Tertinggi 2 Pekan

Setelah tertekan selama 4 sesi berturut, harga karet Tocom rebound dari posisi terendah 2 bulan pada perdagangan hari Rabu (23/6/2021), demikian dengan...

Rupiah Rabu Siang Melemah ke Rp14.445/USD; Dollar di Asia Melanjutkan Rebound

Dalam pergerakan pasar uang awal pekan Rabu siang ini (23/6), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, menambah loss sesi paginya, sementara...

Recent Comments