Wednesday, June 16, 2021
Home Analysis Opini Analisa Forex EUR/USD 21 – 25 Desember 2020: Momentum Bullish Tetap Berlanjut

Analisa Forex EUR/USD 21 – 25 Desember 2020: Momentum Bullish Tetap Berlanjut

Dolar AS kembali mengalami minggu yang buruk pada minggu lalu, jatuh ke kerendahan baru di tahun 2020 terhadap kebanyakan rival utamanya. Pasangan matauang EUR/USD mencapai puncaknya di 1.2272 namun diselesaikan turun.

Akibat penguatan dolar AS pada menit – menit terakhir perdagangan, EUR/USD turun sedikit dari ketinggian 1.2272  ke 1.2230. Penguatan dolar AS terjadi ditengah aksi ambil untung sebelum liburan Natal dan kurangnya berita baik mengenai pembicaraan Brexit dan stimulus AS.

Turunnya dolar AS selama minggu lalu disebabkan tertekan oleh sentimen yang optimis sehubungan dengan pembicaraan Brexit dan paket kelegaan coronavirus AS. Namun minggu berlalu dan kedua isu tersebut masih tetap belum selesai, walaupun para investor masih tetap menunggu berita yang positip beberapa hari ke depannya.

Federal Reserve AS bertemu pada hari Rabu minggu lalu dan mempertahankan kebijakan moneternya tidak berubah sebagaimana dengan yang telah diperkirakan sebelumnya, namun mengulangi jaminannya untuk mendukung ekonomi sepanjang diperlukan dalam konteks pandemic sekarang ini.

The Fed juga memberikan gambaran yang suram dan pasar bereaksi karenanya, menjual matauang Amerika lebih jauh lagi.

Selain itu Amerika Serikat melaporkan lebih dari 270.000 kasus coronavirus dalam 24 jam terakhir. Pandemik diluar control dan beberapa kota dan negara bagian mengumumkan langkah – langkah restriksi yang keras, yang pastinya menekan matauang lokal.

Virus ini juga mengambil korban di Eropa walaupun situasinya sedikit lebih baik daripada AS.

Data makro ekonomi tidak mengesankan. Perkiraan pendahuluan Markit PMI bulan Desember Uni Eropa hanya sedikit lebih baik daripada yang diperkirakan dan indeks jasa tetap berada dalam teritori kontraksi. Inflasi di area euro juga berada pada teritori yang negatip.

Di Amerika Serikat, penjualan ritel mengecewakan, jatuh – 1.1% MoM pada bulan November. Initial Jobless Claims untuk minggu yang berakhir pada 11 Desember lompat ke 885.000 yang adalah jauh lebih buruk daripada yang diperkirakan sebesar 800.000.

Minggu ini, Uni Eropa akan mempublikasikan Consumer Confidence untuk bulan Desember pada hari Senin yang diperkirakan tidak berubah dari perkiraan bulanan sebelumnya di – 17.6. Pada hari Selasa, Jerman akan merilis GFK Consumer Confidence Survey, yang diperkirakan akan membaik ke – 5 dari sebelumnya – 6.7.

Pasangan matauang ini diperdagangkan di ketinggian dua tahun, bullish dalam jangka panjang, dengan “resistance” terdekat menunggu di 1.2276 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2300 dan kemudian 1.2413. “Support” terdekat menunggu di 1.2232 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2207 dan kemudian 1.2164.

( vibiznews )

Buka Akun Trading
MetaTrader Olymp Trade

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Harga Karet Tocom 16 Juni 2021 Masih Tertekan, Karet SHFE Rebound

Harga karet di bursa komoditas internasional masih tertekan pada hari Rabu (16/6/2021), terkecuali perdagangan di bursa SHFE yang alami penguatan. Harga karet...

Surplus Neraca Perdagangan Berlanjut

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia Mei 2021 kembali surplus sebesar 2,36 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan surplus...

Harga Gula Turun ke Harga Terendah 2 1/2 Minggu

Harga gula pada penutupan pasar hari Selasa turun untuk ke empat hari berturut -turut sehingga harga gula di New York turun ke...

Rupiah Rabu Siang Masih Terkoreksi ke Rp14.255/USD; Dollar di Asia Flat Menjelang the Fed

Dalam pergerakan pasar uang Rabu siang ini (16/6), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau masih melemah di hari ketiganya, stabil dari sesi...

Recent Comments