Sunday, June 20, 2021
Home Analysis Analisa Forex Analisa EUR/USD Tgl 18 – 22 Januari 2021 : Momentum Berbalik Turun

Analisa EUR/USD Tgl 18 – 22 Januari 2021 : Momentum Berbalik Turun

Kenaikan dolar AS yang disebabkan oleh naiknya imbal hasil obligasi AS menyebabkan pasangan matauang EUR/USD turun ke kerendahannya di 1.2075. Biden mempresentasikan rencananya untuk menambah stimulus fiskal yang baru senilai $1,9 triliun yang berarti menerbitkan lebih banyak hutang negara. Akibatnya investor terus beralih dari obligasi ke saham sehingga mendorong imbal hasil treasury naik dan pada gilirannya mendukung naik dolar AS.

Dolar AS juga mendapatkan dorongan naik Federal Reserve AS. Para pejabat the Fed menyangkal bahwa mereka berniat mengurangi skema pembelian obligasi namun juga tidak melakukan apa – apa untuk mendorong naik perekonomian malah membicarakan proyeksi yang lebih cerah sehingga mendukung naik imbal hasil dan dolar AS. Sementara klaim pengangguran AS muncul mengecewakan dengan kenaikan menjadi 965.000 yang menunjukkan perekonomian membutuhkan dukungan lebih jauh. Penjualan ritel juga memberikan angka yang buruk, turun 1.4% pada bulan Desember. Data ekonomi AS ini menunjukkan sebaliknya dari ekspektasi ke depan yang penuh harapan, keadaan sekarang tidak baik. Sebagai akibatnya, dolar AS kembali dalam perannya sebagai safe-haven dan mengalami kenaikan.

Sementara itu coronavirus terus meningkat baik di Amerika Serikat maupun di Eropa dengan Jerman memperpanjang lockdown nya ditengah naiknya infeksi dan tingkat kematian. Dalam hal vaksinisasi, keadaannya tidak sama antara Amerika Serikat dengan Eropa. Eropa baru memberikan vaksin ke 1% dari populasinya sementara Amerika Serikat telah melewati angka 3% dan sedang meningkatkan kecepatannya. Kesenjangan dalam hal imunisasi ini juga membebani EUR/USD.

Dari data makro ekonomi, ekonomi Jerman menciut sekitar 5% pada tahun 2020, menurut perkiraan awal dan kemungkinan akan mandek pada tiga bulan terakhir dari tahun 2020.

Minggu ini Eropa akan mengamati siapa yang akan menggantikan Angela Merkel sebagai politisi paling berpengaruh di Eropa. Pertandingan untuk mengganti Kanselir Jerman sudah dimulai dari akhir minggu lalu. Armin Laschet dianggap sebagai kandidat penerus kebijakan Merkel yang berhati-hati. Rival utamanya adalah Friedrich Merz yang lebih populis kanan. Euro akan naik apabila Laschet yang menang dan akan turun apabila Merz yang menang.

Frustasi dengan lambatnya vaksinisasi membuat pemerintah mempercepat distribusi mereka dan kemungkinan akan menekan European Medicines Agency untuk memberikan lampu hijau terhadap penggunaan vaksin dari AstraZeneca.

Setiap kemajuan imunisasi dan penurunan statistic Covid – 19 akan mendukung matauang bersama Eropa. Namun infeksi, rumah sakit dan kematian kelihatannya akan tetap tinggi karena habis selesai liburan.

Minggu ini kalender ekonomi lebih sibuk. Survey ZEW Jerman diperkirakan akan menunjukkan situasi sekarang tetap tertekan namun investor optimistic mengenai era setelah pandemic. Event utama minggu ini adalah pertemuan ECB pada hari Kamis yang kemungkinan akan tetap mempertahankan kebijakannya tidak berubah setelah menambah stimulus sebanyak €500 miliar pada bulan Desember. Bertolak belakang dengan logika sebelum pandemic, mencetak uang sekarang dianggap positip bagi ekonomi dan karenanya positip juga bagi matauang bersama Eropa.

Baru-baru ini Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan ketidakpastian telah berkurang setelah selesainya Brexit, pemilihan presiden AS dan pendistribusian vaksin dan dia kemungkinan akan tetap optimis meskipun tetap berhati – hati di dalam konferensi pers nanti.

Markit PMI pendahuluan untuk bulan Januari diperkirakan akan menunjukkan penurunan lebih jauh di sektor jasa karena terpukul paling buruk oleh lockdown.

Di Amerika Serikat, fokus kepada hari inagurasi tanggal 20 Januari 2021. Investor mengabaikan penyerbuan ke Capitol maupun usaha impeachment terhadap Trump. Biden telah mempresentasikan rencana ekonominya untuk menambah stimulus fiskal baru senilai $1,9 triliun. Investor akan mengamati realisasinya apakah sesuai.

Dalam hal vaksinisasi, prioritas adalah memberikan vaksin kepada lebih banyak orang lebih dahulu daripada memberikan suntikan kedua. Pasar akan menyambut gembira setiap usaha yang bisa membuat keluar dari pandemic lebih cepat.

Imunisasi dan statistic dari coronavirus akan tetap menjadi perhatian utama khususnya jika gubernur negara bagian yang bersangkutan mengenakan restriksi yang baru.

Hal lain yang akan menjadi perhatian adalah klaim pengangguran AS dan Markit PMI pendahuluan. Apabila klaim pengangguran mingguan AS naik mencapai 1 juta, investor akan kuatir dan akibatnya akan bisa lari ke safe-haven assets.

Secara tehnikal momentum harian telah berbalik turun. “Support” terdekat menunggu di 1.2060 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2010 dan kemudian 1.1920. “Resistance” terdekat menunggu di 1.2125 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2170 dan kemudian 1.2220.

( vibiznews )

Buka Akun Trading
MetaTrader Olymp Trade

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Harga Emas Antam Sudah Turun Rp 24.000, Buyback-nya Anjlok Rp 34.000

Harga emas Antam hari ini berada di level Rp 920.000 per gram. Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam hari juga tak...

Dolar AS Kian Perkasa Sikapi Rencana Kenaikan Suku Bunga The Fed

Dolar AS memperpanjang kenaikan terhadap sekeranjang mata uang pada akhir perdagangan Jumat. Dolar AS menguat setelah rencana Federal Reserve AS mengejutkan pasar...

OPEC Perkirakan Produksi AS Turun, Harga Minyak Naik Jadi USD73,5/Barel

Harga minyak rebound pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah sumber OPEC mengatakan bahwa kelompok produsen minyak memperkirakan pertumbuhan produksi minyak...

Harga Kakao di New York Turun ke Harga Terendah 3 Bulan

Harga kakao pada penutupan pasar hari Kamis mixed, dengan harga kakao di New York turun ke harga 3 bulan terendah, karena panen...

Recent Comments