Monday, May 23, 2022
Home Analysis Analisa Forex Analisa EUR/USD 22 – 26 Febriari 2021 : Bisakah Naik ke 1.2350...

Analisa EUR/USD 22 – 26 Febriari 2021 : Bisakah Naik ke 1.2350 ?

Pasangan matauang EUR/USD mengakhiri minggu lalu sama dengan pada saat memulainya di zona harga 1.2120-30. Perhatian investor masih berpusat kepada imbal hasil Treasury AS jangka panjang yang naik tajam ke ketinggian satu tahun. Dolar AS pada awalnya ikut mengalami rally bersamaan dengan naiknya imbal hasil, namun berbalik turun pada hari – hari selanjutnya. Sebagai akibatnya EUR/USD naik dan berhasil menembus 1.21, disekitar 1.2120. Kenaikan ini disebabkan melemahnya dollar AS mengikuti turunnya Yield AS ditambah lagi dengan rilis data flash aktifitas manufaktur Kawasan Euro yang menanjak kuat.

The Fed dan ECB sama-sama mempublikasikan risalah pertemuan mereka dan kedua bank sentral ini memiliki pandangan yang sama: sepanjang pandemi masih memukul kemajuan ekonomi, pelonggaran moneter yang spesial diperlukan.

Minggu lalu, angka makro ekonomi dari zona Euro kebanyakan bagus meskipun masih merefleksikan perjuangan. Survey ZEW Jerman menunjukkan bahwa sentimen ekonomi di negara tersebut dan di Uni Eropa pada bulan Februari membaik. GDP dari Uni Eropa direvisi naik menjadi – 0.6% di kuartal ke empat, sementara Consumer Confidence membaik ke – 14.8 pada bulan Februari.

Markit mempublikasikan PMI area Euro dimana aktifitas manufaktur terus membaik meskipun hasil dari sektor jasa turun lebih lanjut dan memasuki teritori kontraksi.

Dari Amerika Serikat, minggu lalu, laporan penjualan ritel AS keluar dengan kenaikan yang mengejutkan sebesar 5.3% di bulan Januari, sementara angka inti lompat ke 6%. Meskipun demikian angka ini disebabkan oleh diberikannya cek stimulus sebesar $600, sehingga angka bulan Februari kemungkinan akan keluar mengecewakan dengan pemerintah gagal memecahkan isu dasarnya.

Laporan klaim pengangguran mingguan keluar mengecewakan dengan angka diatas 700.000, kenaikan sebanyak 861.000, yang masih buruk dibandingkan dengan puncak dari krisis finansial.

NY Empire State Manufacturing Index untuk bulan Februari muncul membaik ke 12.1 dari sebelumnya 3.5 dan lebih baik daripada yang diperkirakan di 6.

Sementara itu Markit PMI di AS menunjukkan aktifitas manufaktur sedikit melambat, meskipun hasil dari jasa mengalami peningkatan, naik dari 58.3 ke 58.9.

Minggu ini, dari Amerika Serikat, pemungutan suara mengenai paket kelegaan Covid – 19 senilai $1.9 triliun direncanakan akan dilakukan pada tanggal 26 Februari. Namun partai yang berkuasa saat ini hanya memiliki mayoritas yang kecil di Dewan Rakyat dan kemungkinan tipis di Senat. Apakah undang – undang paket stimulus bisa lolos dan mendukung ekonomi? Perdebatannya ada pada kenaikan upah minimum dan eligibilitas untuk cek stimulus senilai $1,400. Namun pasar kurang tertarik dengan detilnya melainkan dengan jumlah totalnya. Apabila jumlah yang keluar lebih tinggi dari  $1.5 triliun investor akan senang. Namun apabila jumlah yang keluar mendekati $1 triliun, pasar akan kecewa.

Selain itu masih ada kemungkinan keluarnya stimulus ditunda ke bulan Maret dengan masih adanya anggota dari Demokrat seperti Joe Manchin dari West Virginia atau Kristen Sinema dari Arizona yang masih belum setuju.

Setelah badai salju, vaksinasi di Amerika kembali dipercepat. Saat ini Amerika Serikat telah mencapai sekitar 12% dari populasinya divaksin dan mentargetkan mencapai 100% pada musim panas. Salah satu yang bisa mempercepat “supplies” adalah potensi persetujuan digunakannya vaksin sekali suntik dari Johnson and Johnson.

Dari kalender ekonomi angka update GDP kuartal keempat yang diperkirakan akan direvisi naik menjadi 4.2% per tahun, akan berkompetisi dengan Durable Goods Orders untuk bulan Januari yang kemungkinan akan menunjukkan pertumbuhan dalam investasi secara berkelanjutan.

Selanjutnya, klaim pengangguran mingguan juga mendapatkan sorotan dengan pada minggu lalu, tanpa terduga mengalami kenaikan.

Pada hari Jumat, angka Personal Spending and Personal Income untuk bulan Januari kemungkinan akan menunjukkan kenaikan sebagai akibat dari stimulus cek sebelumnya senilai $600 dan angka – angka kelegaan lainnya.

Sementara minggu ini, Jerman akan mempublikasikan survey IFO mengenai Business Climate dan angka GDP kuartal ke empat yang final, dan dari Uni Eropa akan keluar update mengenai inflasi dan Consumer Confidence.

Posisi “bullish” secara jangka Panjang bagi pasangan EUR/USD masih tetap kuat.

“Support” terdekat menunggu di 1.2060 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2025 dan kemudian 1.1970.  “Resistance” terdekat menunggu di 1.2145  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2180 dan kemudian 1.2349.

( vibiznews )

Buka Akun Trading
MetaTrader Olymp Trade

Most Popular

Harga Kedelai Naik, Karena Ekspor Mingguan Meningkat

Harga kedelai kembali naik pada penutupan pasar hari Kamis, setelah Laporan Ekspor Mingguan, dimana ekspor mingguan kedelai meningkat, hanya minyak kedelai masih turun, karena...

Rupiah Jumat Siang Rebound ke Rp14.665/USD; Bangkit dari Tekanan 5 Hari

Dalam pergerakan pasar uang Jumat siang ini (20/5), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau rebound menguat setelah tertekan 5 hari, mengurangi sebagian gain sesi...

Harga Minyak Sawit Turun Setelah Presiden Jokowi Membuka Kembali Ekspor Minyak Sawit 23 Mei 2022

Harga minyak sawit turun pada penutupan pasar hari Kamis setelah Presiden Jokowi memberi pengumuman bahwa akan membuka ekspor minyak sawit dan turunannya pada hari...

Hanya Harga Gandum yang Turun, Harga Kedelai dan Jagung Masih Naik

Pergerakan Pasar Di Bursa Chicago Grain Exchange pada hari Kamis 19 Mei 2022 Harga biji-bijian mixed , setelah Laporan Penjualan Ekspor Mingguan pada hari...

Recent Comments